Bayi Sering Menangis dan Menjerit Rentan Radang Tenggorokan?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Mar 2019, 16:20 WIB
Hati-hati, radang tenggorokan juga bisa menimpa bayi. Tapi, benarkah bayi sering menangis atau menjerit rentan mengalami radang tenggorokan?
Bayi Sering Menangis dan Menjerit Rentan Radang Tenggorokan? (A3pfamily/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa saja bisa terkena radang tenggorokan. Penyakit yang biasanya membuat sulit menelan ini bahkan juga bisa menyerang bayi. Ada yang mengatakan bahwa bayi yang sering menangis dan menjerit rentan terkena gangguan radang tenggorokan. Benarkah demikian?

Radang tenggorokan dan penyebabnya

Radang tenggorokan dapat terjadi ketika tenggorokan mengalami infeksi atau peradangan. Umumnya, gangguan kesehatan ini muncul ketika seseorang batuk dan demam.

Hal yang paling sering dialami oleh seseorang yang mengalami radang tenggorokan adalah sakit saat menelan, demam, terdapat benjolan di area leher, suara terdengar serak, hingga adanya darah dalam air liur.

Penyakit radang tenggorokan sendiri tak pandang bulu. Dari bayi hingga lansia bisa mengalaminya. Di dalam masyarakat sendiri ada anggapan bahwa salah satu penyebab bayi terkena radang tenggorokan adalah karena sering menangis atau menjerit. Namun, menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, hal tersebut tidaklah benar.

"Radang tenggorokan terjadi akibat infeksi. Jadi kalau tidak ada sumber infeksinya, dalam arti tidak ada sumber kuman atau bakterinya, ya bayi menangis atau mau menjerit sekencang apapun tetap saja tidak akan menyebabkan radang tenggorokan," ujarnya.

Terkait hal tersebut, dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter juga turut menegaskan bahwa radang tenggorokan memang hanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi kuman.

"Pada umumnya, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Jenis bakteri yang sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah bakteri Streptococcus pyogenes. Sedangkan, jenis virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah influenza, virus penyebab campak, dan virus penyebab cacar air," jelas wanita yang akrab dipanggil dr. Vita ini.

Bakteri dan virus memang menjadi penyebab utama radang tenggorokan dari sekian banyak penyebab lainnya. Namun, penyebab radang tenggorokan yang paling mungkin menyerang anak-anak adalah alergi atau kurang minum air putih.

1 of 2

Kapan sebaiknya membawa anak ke dokter saat radang tenggorokan?

Dijelaskan oleh dr. Ellen Theodora kepada KlikDokter, anak atau bayi perlu dibawa ke dokter ketika radang tenggorokan tidak membaik setelah 5 hari dilakukan perawatan secara mandiri di rumah. Jika terbukti disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik.

Hanya saja, penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan. Sebab, anak bisa mengalami resistensi antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik yang dulunya efektif membasmi bakteri penyebab penyakit menjadi kehilangan fungsinya. Akibatnya, penyakit akibat infeksi bakteri tak akan sembuh meski sudah diobati dengan antibiotik.

Di sisi lain, pada umumnya radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya bisa sembuh sendiri. Bagi anak-anak, pemenuhan nutrisi yang baik akan sangat membantu memulihkan peradangan yang terjadi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa mengenali radang tenggorokan karena virus atau bakteri.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, beberapa gejala yang menjadi pertanda dari radang tenggorokan akibat infeksi virus, di antaranya:

  • Tenggorokan berwarna kemerahan
  • Hidung tersumbat
  • Produksi ingus berlebih (meler)
  • Batuk
  • Suara serak
  • Kemerahan pada mata
  • Demam ringan (low grade fever)
  • Badan lemas, lelah, atau pegal sekujur tubuh
  • Diare

Meski demikian, diagnosis dokter tetaplah yang terbaik. Tanda-tanda di atas bisa Anda jadikan acuan untuk memberikan pertolongan pertama pada bayi. Namun, bila kondisinya tak kunjung membaik, segera bawa ke dokter.

Jadi, seringnya bayi menangis dan menjerit tidak akan memengaruhi terjadinya radang tenggorokan pada si Kecil. Sebab, 90 persen kasus radang tenggorokan disebabkan oleh virus. Cegah si Kecil terkena penyakit ini dengan menjaga kebersihan bayi dan lingkungannya. Selain itu, penuhi nutrisinya agar daya tahan tubuh si Kecil tetap optimal.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓