Apa yang Terjadi pada Tubuh Bila Diberi Vaksin Saat Sakit?

Oleh Ayu Maharani pada 11 Mar 2019, 16:40 WIB
Anda dilarang mendapatkan vaksin saat tubuh dalam keadaan kurang fit. Apa alasan di balik hal tersebut?
Apa yang Terjadi pada Tubuh Bila Diberi Vaksin Saat Sakit? (MAGNIFIER/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Vaksinasi merupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit yang paling efektif. Namun sayang, vaksinasi tidak dapat langsung diberikan bila tubuh Anda sedang tidak sehat. Katanya, hal tersebut justru bisa memperparah kondisi fisik Anda. Bahkan, ada yang mengatakan pemberian vaksin saat seseorang sedang sakit bisa membuat vaksin tersebut tidak berfungsi secara maksimal! Benarkah hal ini? Nah, supaya tidak simpang siur, yuk simak alasan sebenarnya di bawah ini.

Alasan vaksin harus dalam keadaan sehat

Dilansir dari Very Well Health, orang yang sedang sakit memang tidak boleh mendapatkan vaksinasi apa pun. Ada dua kemungkinan yang mendasarinya. Pertama, vaksinasi akan membuat proses penyembuhan penyakit Anda cenderung lebih lama. Kedua, tubuh Anda bisa jadi tidak memberikan “respons yang semestinya” terhadap vaksin tersebut.

Hal itu pun dibenarkan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Baik vaksin flu, vaksin difteri, maupun vaksin lainnya, sebaiknya tidak diberikan pada orang yang sedang mengalami demam di atas 38 derajat Celsius atau memiliki riwayat kejang setelah imunisasi.

Mengapa begitu? Perlu diketahui dulu bawah jenis vaksinasi yang dimasukkan ke dalam tubuh ada dua, yaitu vaksin yang berisi imunitas tubuh dan vaksin yang berisi virus atau bakteri yang sudah dilemahkan.

“Nah, ketika vaksin tersebut dimasukkan pada tubuh seseorang yang sedang sakit, kemampuan vaksin menjaga kekebalan tubuh dari penyakit yang disasar justru tidak bisa berkembang dengan baik,” kata dr Dyan Mega.

Tak cuma itu, menurut dr. Dyan Mega, respons tubuh pun akan menjadi berlebihan. “Apalagi, ada beberapa jenis vaksin yang memang dapat memicu demam. Bayangkan, orang yang sedang demam diberikan vaksin yang memicu demam pula, semakin parah kan sakit yang dideritanya?” kata dr. Dyan Mega.

1 of 2

Disesuaikan dengan keadaan tiap individu

Kendati begitu, bila sakit yang Anda derita tidak terlampau parah, misalnya batuk pilek tanpa menimbulkan demam atau nyeri tubuh, vaksinasi dapat diberikan. Menurut dr. Dyan Mega, hal tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan dalam situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Menurut sumber tersebut, anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan vaksin difteri sesuai usia. Namun, disesuaikan pula dengan keadaan tiap individu.

Kalau tidak sedang demam namun kondisi fisik si calon penerima vaksin betul-betul lemas dan tidak sehat, sebaiknya tunggu hingga kondisi tubuhnya pulih. Dengan begitu, fungsi dari vaksinasi penyakit akan bekerja secara maksimal.

Aturan pemberian vaksin ini berlaku juga pada orang dewasa. Sering kali orang dewasa dikaitkan dengan kepemilikan sistem imunitas tubuh yang jauh lebih kuat ketimbang anak-anak. Namun soal pemberian vaksinasi, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap mendapatkan vaksin kala sakit bila tak ingin mendapatkan efek samping yang justru merugikan.

Selain itu, Anda yang memiliki alergi sebaiknya juga berhati-hati saat hendak divaksin. Hal ini karena alergi berbeda dengan penyakit sementara lainnya. Gangguan alergi tersebut akan selalu muncul bila bertemu alergennya di dalam vaksin, misalnya lateks, antibiotik neomisin, atau telur.

Jadi, tunggulah hingga Anda benar-benar sembuh dan sehat bila ingin mendapatkan vaksinasi. Dalam tubuh yang sehat, vaksin dapat bekerja secara optimal untuk melindungi tubuh dari penyakit tertentu di kemudian hari. Bila Anda memaksakan untuk mendapatkan vaksinasi saat sakit, dikhawatirkan kondisi Anda justru akan semakin menurun.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓