Jarak Waktu Ideal Antara Makan dan Olahraga

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 12 Mar 2019, 08:00 WIB
Masih banyak yang tak tahu jarak waktu ideal antara makan dan olahraga. Padahal, ini memengaruhi performa dan efektivitas olahraga.
Jarak Waktu Ideal Antara Makan dan Olahraga (Artsplav/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang tahu  bahwa olahraga sangat bermanfaat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun, sayangnya masih banyak yang kurang paham mengenai jarak waktu ideal antara makan dan olahraga. Padahal, pengetahuan ini bisa berdampak pada performa dan efektivitas olahraga yang dilakukan.

Ada sebagian kalangan yang menyarankan untuk makan sebelum olahraga, namun ada pula yang menganjurkan sebaliknya. Ada pula yang memilih makan sebelum dan sesudah berolahraga. Namun ada juga yang memilih tak makan sama sekali dengan asumsi penurunan berat badan jadi lebih cepat, dan ada juga yang tak memikirkan hal ini sama sekali. Lalu berapa lama sebetulnya jarak ideal antara makan dan olahraga?

Jarak waktu ideal antara makan dan olahraga

Para ahli menyarankan untuk memberikan jeda waktu 2-3 jam setelah makan besar. Jeda waktu ini penting untuk memberi waktu bagi makanan agar bisa dicerna, sehingga perut sudah tak lagi dalam keadaan penuh saat berolahraga.

Waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan sebetulnya bergantung pada jumlah serta jenis makanan yang Anda konsumsi. Semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsi, semakin lama proses cernanya. Begitu juga dengan makanan yang tinggi lemak, protein, dan serat, waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya juga lebih lama.

Perut yang penuh makanan ketika dipaksa olahraga bisa menyebabkan keluhan muntah, perut begah, nyeri perut, hingga kram otot di sekitar perut. Maka itu harus diberikan jeda waktu setelah usai makan jika ingin berolahraga.

Jika tak mau atau tak punya waktu menunggu selama itu, konsumsilah makanan ringan dalam porsi sedikit. Anda cukup menunggu 30 menit hingga satu jam untuk selanjutnya bisa berolahraga.

Berolahraga dengan perut kosong tidak disarankan

Tak sedikit orang yang berolahraga tanpa makan terlebih dulu. Padahal, ini tidak dianjurkan. Tubuh memerlukan energi untuk berolahraga, yang didapat dari makanan yang Anda konsumsi beberapa jam sebelumnya. Jika tidak tak ada energi, maka tubuh tak akan mampu membakar kalori dalam jumlah banyak.

Jika waktu terakhir kali makan sudah cukup lama, konsumsilah makanan ringan yang sehat kira-kira 30 menit hingga satu jam sebelum berolahraga.

Untuk para early riser yang menyukai berolahraga pada pagi hari sebelum beraktivitas harian, isilah perut yang kosong setelah bangun tidur sebagai bahan bakar untuk berolahraga.

Anda bisa mengonsumsi buah, jus, atau air putih yang cukup. Jika menu sarapan Anda berkarbohidrat tinggi, beri jeda kira-kira satu jam sebelum berolahraga.

Jika Anda memilih untuk olahraga sebelum makan siang, Anda bisa mengonsumsi makanan ringan seperti roti, biskuit, atau protein bar.

Lebih suka olahraga pada sore hari? Anda bisa konsumsi yoghurt atau kue kering beberapa saat sebelum berlatih.

Meski demikian, jenis makanan yang disebutkan di atas hanya untuk mereka yang tak memiliki masalah pencernaan. Jika ada masalah seperti asam lambung, misalnya, tentunya harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Jangan sampai asam lambung naik saat berolahraga.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk terus mengisi perut dengan makan sedikit tapi sering di sela olahraga. Jangan lupa juga minum air putih secara cukup. Hal ini mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas fisik, serta membantu tubuh membakar lemak.

Supaya Anda dapat berolahraga dengan baik, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Karenanya, memastikan tubuh mendapatkan asupan energi lewat konsumsi makanan sangat penting. Selanjutnya, berikan jeda waktu yang disesuaikan dengan jenis olahraga, waktu makan, jenis makanan, serta porsinya. Tujuannya untuk mencegah timbulnya rasa tidak nyaman di perut, serta memaksimalkan performa dan efektivitas olahraga.

(RN/ RVS)