Sering Lapar, Pasti Akibat Penyakit Diabetes?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 12 Mar 2019, 13:00 WIB
Sering lapar meski baru saja makan sering dikatakan sebagai pertanda bahwa Anda mengalami diabetes. Apa kata medis terkait hal tersebut?
Sering Lapar, Pasti Akibat Penyakit Diabetes? (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setelah seharian tidak terisi makanan, perut tentu akan terasa lapar. Hal ini normal dan akan dialami oleh siapa saja. Akan tetapi, pada beberapa orang, mereka bisa merasa sering lapar meski baru saja menyantap makanan. Fenomena ini sering dikatakan sebagai pertanda dari hadirnya penyakit diabetes melitus.

Perasaan lapar dipengaruhi oleh nafsu makan yang diatur oleh sistem endokrin, pencernaan, dan persarafan dalam tubuh. Ketika mengonsumsi atau mencium suatu makanan, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menentukan apakah Anda sedang lapar dan butuh makan, atau sudah kenyang. 

Rasa lapar dan nafsu makan itu sendiri muncul karena adanya rangsangan di area hipotalamus. Pada bagian tersebut terdapat area nukleus ventromedial yang merupakan pusat rasa kenyang. Apabila terjadi kerusakan di area tersebut, maka seseorang tidak bisa merasakan rasa kenyang, akibatnya dapat menyebabkan kondisi obesitas yang ekstrem.

Sementara itu, makanan yang masuk di dalam tubuh diterima dan diatur oleh hormon-hormon yang berada di dalam tubuh. Beberapa jenis hormon yang mengatur, termasuk senyawa orexigenic yang merangsang nafsu makan, dan anorexigenic yang menekan nafsu makan.

Lantas, apakah perasaan sering lapar pasti disebabkan oleh hadirnya penyakit diabetes mellitus? Jawabannya: tidak selalu. Hal ini karena banyak kondisi lain yang juga bisa membuat Anda sering merasa lapar.

Memang, diabetes mellitus adalah salah satu kondisi yang bisa membuat Anda sering merasa lapar. Pada kasus ini, biasanya perasaan sering lapar akan diikuti rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil di malam hari, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Selain diabetes, penyakit lain yang juga dapat membuat Anda merasa sering lapar adalah hipertiroid. Tanda dan gejala dari penyakit hipertiroid sama seperti gejala diabetes, yaitu sering merasa lapar tetapi berat badan semakin turun. Selain itu, orang yang mengalami hipertiroid juga sering merasa lelah, kepanasan, dan dada sering berdebar-debar. Pada wanita, hipertiroid umumnya menyebabkan terjadinya siklus haid yang tidak teratur, perasaan mudah cemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Di luar kedua penyakit tersebut, perasaan sering lapar juga dapat disebabkan oleh beragam faktor seperti: kehamilan, kurang konsumsi protein dan serat dalam setiap makan, kurang istirahat, tidak cukup minum air putih, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil kontrasepsi.

Kesimpulannya, jangan buru-buru “menghakimi” bahwa sering lapar pasti disebabkan oleh diabetes. Karena seperti yang telah dijelaskan, banyak kondisi lain yang juga bisa menyebabkan Anda merasa demikian.

Daripada berburuk sangka, akan lebih baik bila Anda mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat lagi. Caranya, usahakan untuk makan 3 kali sehari dengan kombinasi menu bergizi seimbang (cukup protein, serat dan lemak). Jika perlu, berikan selingan 2 kali camilan berupa buah-buahan, kacang-kacangan, atau yoghurt. Dan yang tak boleh ketinggalan, jangan lupa untuk berolahraga secara rutin dan teratur, kelola stres dengan baik, serta istirahat yang cukup.

Jika dengan semua perilaku sehat tersebut Anda masih merasa sering lapar, segera konsultasikan pada dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapat pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti meningkatnya rasa lapar yang Anda alami, apakah itu akibat penyakit diabetes mellitus atau kondisi-kondisi lainnya.

(NB/ RVS)