Gila Fast Food? Jangan Konsumsi Hamburger dan Soda Bersamaan!

Oleh Ayu Maharani pada 12 Mar 2019, 17:00 WIB
Sering menjadi paketan fast food yang menarik, mengonsumsi hamburger dan soda memang enak dan murah. Tapi bahayanya juga bisa berlipat!
Gila Fast Food? Jangan Konsumsi Hamburger dan Soda Bersamaan! (Dima-Sobko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak restoran fast food menawarkan paket hamburger dengan minuman soda dengan iming-iming harga yang lebih miring. Padahal, dilansir Livestrong.com, gabungan antara keduanya justru lebih membahayakan ketimbang Anda mengonsumsi salah satu. Mengapa demikian?

Minuman bersoda merupakan salah satu minuman yang mengandung banyak sekali gula. Anda tentu sudah tahu bahwa makin banyak gula yang terkandung, makin banyak pula jumlah kalori yang Anda terima. Kalori berlebih dari minuman bersoda dapat membuat perut dan pinggang Anda makin membesar.

Jadi, jangan heran bila orang yang gemar mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis lainnya, umumnya memiliki bobot tubuh yang berlebih. Tapi di sini, masalahnya bukan hanya itu. Minuman manis bisa memberikan efek yang lebih buruk bagi tubuh bila ia digabungkan dengan makanan yang salah, yakni hamburger atau burger.

Mengapa keduanya tak boleh dikonsumsi bersamaan?

Hamburger sebenarnya merupakan makanan yang berprotein tinggi, dan memang, makanan yang mengandung protein dapat membantu membangun massa otot. Namun, hal itu dapat memberikan manfaat yang positif apabila Anda tidak memasangkannya dengan minuman yang kaya gula.

Dilansir Reader’s Digest, mengonsumsi minuman manis dengan protein dapat menyebabkan oksidasi lemak yang lebih rendah, sehingga proses memecah lemak dalam tubuh tidak berjalan maksimal. Bahkan, ketika gula bertemu dengan protein, kandungan protein itu akan merosot jauh sehingga tidak memberikan efek positif apa pun bagi tubuh dan malah membantu menimbun lemak.

Selain menyumbang lemak di dalam tubuh dan menghilangkan segala kebaikan dari protein, minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan rasa lapar meski sebelumnya Anda merasa begah usai mengonsumsi banyak makanan. Beda halnya ketika Anda hanya mengonsumsi protein, tubuh justru akan mendapatkan sensasi kenyang yang lebih lama.

Selain di restoran fast food, sebenarnya pola makan yang menggabungkan protein dengan minuman tinggi gula kerap ditemukan saat sarapan. Misalnya, Anda memasak telur sebagai menu utama sarapan, dan menyiapkan pula jus kemasan yang tinggi gula sebagai pelengkap. Nah, protein dari telur tidak akan berfungsi dengan baik di dalam tubuh hanya karena Anda meneguk segelas jus tinggi gula tersebut.

Bila Anda ingin mengonsumsi jus di pagi hari ataupun minuman lainnya, sebaiknya buat atau pilih yang tidak mengandung gula agar tidak merusak kebaikan dari protein yang Anda santap.

Di luar masalah kombinasi gula dan protein, sebaiknya Anda memang tidak mengonsumsi makanan cepat saji, seperti hamburger, kentang goreng, dan minuman bersoda terlalu sering. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, makanan cepat saji biasanya mengandung tinggi lemak dan garam. “Itu semua dapat menjadi faktor risiko terjadinya kegemukan, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi,” katanya.

Kentang goreng yang Anda kira lebih baik ketimbang hamburger dan semacamnya pun nyatanya tidak jauh berbeda. Menurut dr. Karin, kentang goreng hanya menjadi penyumbang kalori tanpa memberikan protein, serat, dan zat gizi lainnya bagi tubuh. Jadi mulai sekarang, cari tempat makan lain yang lebih sehat daripada nongkrong di restoran fast food.

[RS/ RVS]