Hati-hati, Cara Tidur Bisa Pengaruhi Daya Tahan Tubuh

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 14 Mar 2019, 09:00 WIB
Tidur Anda kurang dari 7-8 jam per hari? Berhati-hatilah! Daya tahan tubuh Anda dipengaruhi oleh cara tidur.
Hati-hati, Cara Tidur Bisa Pengaruhi Daya Tahan Tubuh (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidur adalah salah satu aktivitas yang berkaitan langsung dengan kesehatan. Kekurangan tidur - yakni di bawah 7-8 jam per hari - akan berdampak terhadap daya tahan tubuh. Akibatnya, tubuh lebih rentan terinfeksi virus, bakteri, atau kuman.

Mengapa demikian? Saat Anda kurang tidur, tubuh hanya membuat sedikit sitokin, yakni protein yang dapat melawan infeksi serta peradangan dalam tubuh. Sitokin diproduksi dan dilepaskan dalam tubuh ketika Anda tidur. Jadi, dapat dibayangkan jika Anda kekurangan tidur selama jangka waktu lama, tubuh akan mengalami penurunan kemampuan dalam melawan penyakit.

Berikut beberapa dampak kekurangan waktu tidur malam terhadap daya tahan tubuh Anda:

  1. Kekurangan tidur dan demam

Saat kurang tidur, respons tubuh – seperti demam - terhadap infeksi juga akan menurun. Demam terjadi ketika tubuh merespons infeksi yang mengadang. Respons ini akan bekerja dengan baik ketika Anda cukup tidur.

Jika kekurangan tidur, respons demam tidak akan muncul secepat seharusnya. Akibatnya, infeksi yang seharusnya dilawan tidak akan optimal, sehingga waktu penyembuhan jadi lebih lama. Ini sebabnya demam sering meningkat di malam hari.

  1. Kekurangan tidur dan vaksin

Studi membuktikan, individu yang kekurangan tidur juga mengalami proteksi yang tidak maksimal dari vaksin influenza dibandingkan mereka yang cukup tidur. Antibodi yang terbentuk tidak sebanyak seharusnya, sehingga Anda akan lebih rentan terhadap virus influenza.

  1. Kekurangan tidur dan penyakit kronis

Selain infeksi saluran pernapasan, kondisi kesehatan serius lainnya juga akan sulit diatasi saat Anda kurang tidur. Salah satunya, risiko kematian akibat penyakit jantung! Semakin banyak waktu tidur yang terlewatkan, makin meningkat pula senyawa dalam tubuh yang menandai adanya peradangan, yang bernama C-reactive protein (CRP).

Peradangan yang berlangsung dalam jangka lama berpengaruh penting pada penyakit jantung. Tidur malam yang kurang dari 6 jam juga akan meningkatkan risiko kematian.

Dengan waktu tidur 7-8 jam per hari, Anda akan membantu sistem daya tahan tubuh untuk mencegah penyakit jantung, diabetes, serta obesitas. Jika waktu tidur malam Anda terganggu, cobalah menyicilnya dengan tidur sebentar di siang hari sebanyak dua kali, dengan durasi kurang dari 30 menit – sekali di pagi hari dan sekali lagi di sore hari.

Cara ini telah terbukti dapat menurunkan stres serta efek negatif dari kekurangan tidur terhadap sistem daya tahan tubuh. Jika Anda tidak bisa melakukan hal tersebut, cobalah menyisipkan waktu 20 menit saat jam makan siang, dan 20 menit sebelum makan malam.

Tentunya, ada taktik lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memproteksi diri dari penyakit selain dengan cukup tidur.

  • Jaga kebersihan diri serta lingkungan dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin.
  • Hindari kontak dekat dengan individu yang sedang sakit.
  • Bicarakan mengenai vaksinasi influenza tahunan dengan dokter Anda.
  • Usahakan untuk tidur di waktu yang sama setiap malamnya. Jika jadwal pekerjaan Anda tidak bersinggungan dengan waktu tidur di malam hari, tentu hal ini dapat diusahakan dengan baik.
  • Matikan alat elektronik minimal 1/2 jam sebelum tidur.
  • Kurangi konsumsi kafein dan alkohol 6 jam sebelum tidur, dan jangan merokok sebelum tidur.
  • Belajar teknik relaksasi maupun terapi perilaku kognitif untuk mengubah kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kemampuan Anda untuk tidur lelap dengan cepat.

Selalu cukupi kebutuhan tidur malam harian Anda agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Anda dapat melakukan usaha-usaha yang telah disebutkan di atas bila memiliki waktu tidur kurang. Dengan begitu, kesehatan Anda bisa terjaga dan aktivitas sehari-hari Anda pun dapat berjalan maksimal.

[HNS/ RVS]