Lubang Serviks Kecil Bikin Sulit Hamil?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 14 Mar 2019, 11:15 WIB
Lubang serviks yang kecil disebut-sebut sebagai salah satu penyebab wanita sulit hamil. Bagaimana mengatasinya?
Lubang Serviks Kecil Bikin Sulit Hamil? (Stuart Jenner/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Organ reproduksi wanita cukup rumit. Salah satu bagiannya adalah serviks atau leher rahim yang berfungsi sebagai pintu yang menghubungkan vagina dengan rahim. Melaluinya, sel sperma dapat berenang masuk ke dalam rahim dan saluran telur untuk bisa membuahi sel telur. Oleh sebab itu, lubang serviks yang kecil atau bahkan tertutup total dapat menghambat terjadinya kehamilan atau sulit hamil.

Penyebab lubang serviks kecil

Secara anatomi, terdapat dua lubang serviks, yakni bagian luar yang berhubungan dengan vagina dan bagian dalam yang berhubungan dengan rahim. Kedua lubang ini merupakan ujung dari kanal serviks yang berbentuk terowongan.

Lubang serviks yang kecil biasanya terjadi akibat penyempitan lubang serviks atau dalam bahasa medis disebut stenosis serviks. Kondisi ini bisa terjadi di bagian manapun dari kanal serviks, bahkan bisa terjadi di sepanjang kanal tersebut. Namun demikian, kelainan ini paling sering ditemukan di bagian luar lubang serviks.

Meski sebagian wanita lahir dengan lubang serviks yang kecil, ada juga yang mengalaminya akibat berbagai macam prosedur.

Misalnya, lubang serviks mengecil akibat infeksi rahim atau serviks, atau efek pasca operasi yang melibatkan serviks, misalnya yang dilakukan untuk mengangkat bakal kanker serviks.

Selain itu, prosedur penipisan dinding rahim yang menebal, serta terapi radiasi untuk mengobati kanker serviks atau kanker rahim juga berisiko menyebabkan lubang serviks mengecil.

Bila demikian, maka wanita akan lebih sulit untuk mendapatkan kehamilan. Kondisi ini pun bisa terjadi karena berbagai macam hal.

1 of 2

Mengapa dapat menyulitkan kehamilan?

Sesungguhnya, serviks memainkan peranan penting terkait kesuburan seorang wanita dan proses kehamilan. Karena itu, lubang serviks yang kecil atau bahkan tertutup total dapat menyulitkan kehamilan. Beberapa alasannya karena:

  • Lubang serviks yang kecil atau tertutup menyulitkan sel sperma untuk berenang mencapai saluran telur, sehingga pembuahan sulit terjadi.
  • Penyempitan lubang serviks juga berdampak pada berkurangnya produksi lendir serviks. Tanpa lendir serviks yang cukup, sperma akan sulit bergerak dan bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita.
  • Darah haid menjadi sulit dikeluarkan, sehingga rahim terisi darah (hematometra). Bila berlanjut menjadi infeksi, rahim dapat terisi nanah (pyometra). Keduanya dapat menimbulkan nyeri dan peradangan pada rahim yang berdampak buruk pada kesuburan.
  • Meskipun lubang serviks sedikit terbuka dan masih ada darah yang bisa mengalir keluar, kadang-kadang aliran darah haid justru berbalik ke arah saluran telur. Hal ini dapat memicu endometriosis atau pertumbuhan jaringan di luar rahim.
  • Kondisi ini juga menyulitkan pasangan yang sedang mencoba kehamilan dengan alat bantu seperti inseminasi buatan atau bayi tabung.Karena selang untuk memasukkan sel sperma atau embrio ke dalam rahim sulit atau bahkan tidak dapat menembus lubang serviks.

Berbagai kondisi di atas memang dapat membuat lubang serviks mengecil dan mengakibatkan wanita sulit hamil. Namun, apakah kondisi ini bisa diobati?

Mengatasi lubang serviks yang kecil

Pada wanita usia subur yang masih mengalami haid, perlu dicurigai adanya lubang serviks yang kecil bila terdapat keluhan haid yang tidak teratur atau sulit haid dan nyeri haid yang berlebihan.

Pada wanita yang memiliki lubang serviks yang kecil, darah haid yang keluar bisa saja hanya berbentuk flek atau darah keluardalam jumlah yang sedikit.

Bahayanya, bila ada darah haid atau nanah yang tertahan di dalam rahim, maka akan menimbulkan nyeri dan pembengkakan rahim hingga muncul benjolan di areaperut bawah.

Pada dasarnya, kondisi lubang serviks yang kecil hanya perlu diobati bila wanita mengalami keluhan-keluhan tersebut. Prosedur untuk melebarkan lubang dilakukan dengan dilator yang diameternya perlahan-lahan ditingkatkan.

Dilator ini berupa batang metal khusus yang dimasukkan ke dalam lubang serviks. Agar tetap terbuka, dilator dibiarkan terpasang di dalam lubang serviks selama 4-6 minggu. Bila cara ini tidak berhasil, dokter akan melakukan prosedur operasi yang lebih spesifik.

Melihat peran penting serviks sebagai bagian organ reproduksi wanita,  maka gangguan seperti lubang serviks yang kecil dapat menurunkan peluang wanita untuk hamil. Meski demikian, kesempatan untuk hamil bisa ditingkatkan apabila kondisi tersebut diketahui dan diobati sejak dini. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami berbagai kondisi sulit hamil seperti yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dini.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓