Bolehkah Minum Obat Batuk untuk Redakan Radang Tenggorokan?

Oleh Ayu Maharani pada 14 Mar 2019, 16:40 WIB
Dinilai dapat menekan batuk yang terjadi saat radang tenggorokan, apakah obat batuk turut berfungsi menyembuhkan radang itu sendiri?
Bolehkah Minum Obat Batuk untuk Redakan Radang Tenggorokan? (WAYHOME-studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selain demam dan nyeri pada tenggorokan, salah satu gejala yang cukup mengganggu ketika radang tenggorokan melanda adalah batuk yang terus-menerus. Biasanya, radang tenggorokan disertai juga dengan batuk berdahak. Bagi penderita radang yang enggan memeriksakan diri ke dokter, obat batuk kerap dijadikan opsi utama dalam mengatasi penyakit tersebut.

Perlu diketahui dulu bahwa radang tenggorokan bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Gejala yang dapat ditimbulkan dari radang tenggorokan, baik yang dipicu oleh virus maupun bakteri, adalah demam, tenggorokan merah dan panas, nyeri, serta batuk berdahak.

Jenis obat batuk terbagi menjadi tiga sesuai dengan fungsinya, yaitu obat batuk untuk mengencerkan dahak (mengandung asetilsistein), obat batuk untuk menekan refleks batuk (mengandung kodein), dan obat batuk untuk mengurangi peradangan (non-steroid antiinflamasi/NSAID).

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter bahwa pada dasarnya, semua jenis obat batuk hanya berfungsi untuk meminimalkan gejala dan bukan untuk membunuh virus atau bakteri yang menginfeksi tenggorokan.

Misalnya, radang tenggorokan yang Anda alami menghasilkan gejala batuk berdahak yang sulit sekali dikeluarkan sehingga mengganggu pernapasan, maka obat batuk yang mengandung asetilsistein bisa meredakan batuk. Atau misalkan, batuk Anda terjadi terus-menerus dan di dalam tenggorokan tampak merah sekali, maka obat batuk NSAID dapat membantu meredakan hal itu.

“Tapi jika radang tenggorokan Anda disebabkan oleh bakteri, mengonsumsi obat batuk itu harus dibarengi dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter agar bisa sembuh maksimal. Kalau tidak, gejala akan timbul kembali karena bakteri belum benar-benar mati akibat antibiotik. Proses penyembuhan dari radang tenggorokan pun akan berlangsung lama,” jelas dr. Alvin.

Dengan demikian, obat batuk memang bisa membantu meminimalkan gejala dari radang tenggorokan, seperti batuk dan iritasi (kemerahan), tetapi obat batuk tidak bisa menyembuhkan radang tenggorokan. Ia membutuhkan sejumlah bala bantuan dari obat lain, seperti obat antidemam, obat antinyeri, antibiotik, serta cairan yang banyak.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, Anda mesti mengonsumsi antibiotik minimal selama 5 hari bila ingin benar-benar sembuh dari radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri.

Menangani radang tenggorokan

Agar cepat sembuh, Anda juga dapat melakukan cara lainnya di samping dengan obat-obatan radang tenggorokan. dr. Ega menyarankan Anda untuk sering berkumur dengan air garam. Rutin minum air garam dapat menarik cairan dari tenggorokan sehingga kotoran maupun kuman yang ada pada tenggorokan akan tersapu.

Namun ingat, bila gejala radang tidak mereda dan suhu tubuh tidak menurun, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum infeksi semakin parah.

Minum obat batuk saat radang tenggorokan menyerang memang diperbolehkan. Namun pahamilah, tindakan tersebut tidak menyembuhkan penyakit Anda secara maksimal. Ini karena, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri hanya ampuh diatasi dengan antibiotik. Jadi, bijaksanalah dalam mengonsumsi obat batuk. Berlebihan dalam mengonsumsi obat batuk dengan niatan untuk meredakan radang justru bisa memberikan efek samping yang tidak diinginkan.

[RS/ RVS]