Benarkah Madu Efektif Redakan Radang Tenggorokan?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 15 Mar 2019, 14:20 WIB
Selain dimanfaatkan sebagai pemanis alami, madu juga bisa digunakan sebagai obat pereda radang tenggorokan.
Benarkah Madu Efektif Redakan Radang Tenggorokan? (DONOT6_STUDIO/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rasanya yang manis membuat madu digemari oleh seluruh kalangan usia, baik tua maupun muda. Selain menambah rasa manis pada makanan atau minuman, sejak lama madu dipercaya oleh masyarakat dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina. Selain itu, madu juga dianggap efektif redakan radang tenggorokan.

Kandungan madu dan beragam manfaatnya

Madu banyak dikonsumsi bersama dengan campuran teh, susu, dimanfaatkan sebagai pengganti gula, dioleskan pada roti ataupun dikonsumsi langsung. Dalam madu alami terkandung 82,4 persen karbohidrat, 38,5 persen fruktosa, 31 persen glukosa, 17,1 persen air, 0,5 persen protein, vitamin dan kandungan lainnya.

Jika dikaitkan dengan kesehatan, kandungan pada madu yang dianggap bermanfaat bagi tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh antara lain asam fenolat, flavonoid, asam askorbat, protein, karotenoid dan enzim tertentu seperti glucose (glukosa), oxidase dan katalase.

Selain sebagai penambah rasa manis, madu memiliki efek antibakteri dan antivirus. Menurut studi yang dipublikasikan di Archives of Medical Research pada tahun 2014, madu Manuka terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus influenza dan mempercepat penyembuhan infeksi flu.

Tak hanya itu, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic Reviews pada tahun 2013, disebutkan bahwa madu juga terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka.

Madu sebagai obat radang tenggorokan

Dalam bahasa medis, radang tenggorokan disebut dengan tonsilofaringitis karena sering kali disertai peradangan pada amandel atau tonsil.

Penyebab infeksi dan radang tenggorokan tersering adalah virus (sekitar 40-60 persen) dan sekitar 15 persen disebabkan oleh bakteri Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus viridans, dan Streptococcus pyogenes.

Selain itu, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh jamur. Gejalanya bisa sangat bervariasi, bergantung pada penyebabnya. Radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi kuman tertentu dapat disertai keluhan batuk, pilek dan juga demam.

Jika dikaitkan dengan konsumsi madu, pada penelitian yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, disebutkan bahwa pemberian madu terbukti efektif mengurangi produksi lendir dan mengurangi gejala batuk pada anak. Efeknya akan sama, baik dikonsumsi langsung atau dicampurkan pada minuman seperti air putih atau teh.

Studi yang dilansir oleh Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine juga mendukung hal yang sama.

Studi yang dilakukan pada 105 anak usia 2-18 tahun dengan keluhan radang tenggorokan dan juga infeksi saluran pernapasan akut ini menyebutkan bahwa pemberian madu sebagai terapi tambahan terbukti efektif dalam mengurangi gejala batuk pada anak, terutama di malam hari, serta dapat membuat kualitas tidur anak di malam hari meningkat.

Studi lain yang dilakukan di Italia pada 134 anak dengan keluhan batuk, membuktikan bahwa madu sama efektifnya dalam meredakan gejala batuk bila dibandingkan dengan obat batuk yang dijual di pasaran.

Penelitian ini juga turut mengonfirmasi studi yang dipublikasikan di jurnal Allergologia et Immunopathologia. Disebutkan bahwa konsumsi madu jenis wildflower yang dicampurkan dengan susu sebanyak 2.5 ml dan diminum sebelum tidur terbukti 80 persen efektif meredakan gejala batuk, hampir setara dengan obat batuk jenis dextromethorphan yang memiliki tingkat efektivitas 87 persen.

Meski berbagai studi menyatakan madu terbukti efektif meredakan radang tenggorokan, namun perlu diperhatikan juga penyebab dari radang tenggorokan yang dialami. Jika radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pemberian antibiotik tetap diperlukan.

Selain itu, madu dapat mengandung bakteri Clostridium botulinum yang mengandung toksin botulinum dan dapat menyebabkan infeksi botulism jika dikonsumsi oleh anak di bawah usia 1 tahun.

Oleh karena itu, konsumsi madu pada anak memerlukan perhatian khusus. Dalam praktiknya, pemilihan madu juga penting dalam menentukan tingkat efektivitas meredakan radang tenggorokan. Sebaiknya pilihlah madu alami yang tidak mengandung tambahan zat tertentu.

[NP/ RVS]