Garam Khusus bagi Penderita Hipertensi Baik untuk Kesehatan?

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 16 Mar 2019, 08:00 WIB
Bukan rahasia umum bahwa penderita hipertensi disarankan membatasi asupan garam. Namun, apakah asupan garam khusus hipertensi bermanfaat?
Garam Khusus bagi Penderita Hipertensi Baik untuk Kesehatan? (Sharif Pavlov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Asupan garam identik dengan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penyakit tekanan darah ini merupakan momok yang ditakutkan karena dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan dalam jangka panjang, mulai dari penyakit jantung koroner, stroke, hingga penyakit ginjal.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi takaran garam yang dikonsumsi. Kini bahkan telah tersedia garam khusus yang digadang-gadang aman dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Tapi, benarkah demikian?

Mengenal lebih jauh garam khusus hipertensi

Jika Anda adalah penderita hipertensi yang sulit makan bila tidak menggunakan garam, mungkin ada baiknya menggunakan garam kalium yang rendah natrium sebagai alternatif. Garam rendah natrium ini rasanya sama dengan garam pada umumnya, tetapi menggunakan kalium, bukan natrium sebagai bahan utama.

Natrium inilah yang erat kaitannya dengan kejadian tekanan darah tinggi. Ketika kandungan natrium diganti dengan kalium, maka efek negatif dari natrium berupa peningkatan tekanan darah tidak terjadi.

Walaupun kandungan natrium pada garam kalium ini lebih rendah, namun tidak semua orang dapat menggunakan jenis garam ini. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau sedang minum obat tekanan darah tertentu, peningkatan kalium dapat menjadi suatu hal yang berbahaya.

Jadi, walaupun terdengar menggiurkan, garam khusus ini bukan pilihan yang sehat untuk semua orang. Jika Anda memiliki masalah ginjal atau sedang dalam pengobatan jantung, ginjal atau hati, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Beberapa pengganti garam yang berlabel "rendah natrium" sebenarnya masih mengandung natrium, namun dalam jumlah yang lebih sedikit daripada jumlah garam yang biasa.

Produk-produk ini biasanya mengandung campuran natrium klorida dan kalium klorida. Jika suatu produk diberi label "bebas natrium", maka bahan utamanya adalah kalium klorida tanpa natrium.

Idealnya, cara terbaik untuk menjaga tekanan darah adalah sepenuhnya mengurangi asupan garam, tanpa menggantinya dengan bumbu masak lain. Alih-alih meniru rasa garam dengan menggunakan pengganti garam, cobalah menambahkan rempah-rempah untuk menambah citarasa makanan Anda.

Anda dapat mencoba menggunakan bubuk bawang putih, jus lemon, pala, kayu manis, dan lada. Beberapa jenis rempah tersebut mampu memberikan aroma dan rasa yang nikmat pada makanan, namun tetap aman untuk dikonsumsi.

Tips hidup sehat untuk penderita hipertensi

Diet rendah garam adalah langkah awal untuk penderita tekanan darah tinggi mengupayakan kesehatan. Meski garam diperlukan oleh tubuh, namun konsumsinya juga tidak boleh dalam jumlah yang berlebihan.

Batasi asupan garam harian Anda tidak lebih dari 1.500 mg. Kurangi juga asupan lemak jenuh serta perbanyak menu sayur dan buah.

Selain pola makan yang baik, berolahraga secara teratur juga diperlukan agar penderita hipertensi senantiasa sehat. Biasakan untuk berolahraga sebanyak 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit.

Anda dapat mulai dengan olahraga sederhana seperti joging, berenang atau melakukan senam secara rutin. Jika perubahan pola hidup telah dilakukan namun tekanan darah Anda tak kunjung stabil, segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mulai menggunakan obat penurun tekanan darah tinggi.

Jadi, diet rendah garam merupakan salah satu langkah menuju hidup bebas hipertensi. Meski demikian, masih banyak aspek lain yang perlu Anda perhatikan untuk mengontrol tekanan darah, misalnya dengan mengubah kebiasaan dan mengonsumsi makanan sehat. Yuk lawan hipertensi dengan gaya hidup sehat!

[NP/ RVS]