Benarkah Sering Makan Kacang Bisa Picu Asam Urat?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 17 Mar 2019, 08:35 WIB
Selama ini penderita asam urat menghindari konsumsi kacang karena khawatir penyakitnya kambuh. Tapi, benarkah kacang adalah pemicunya?
Benarkah Sering Makan Kacang Bisa Picu Asam Urat? (puhhha/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, kacang sering disebut-sebut sebagai biang keladi dari penyakit asam urat tinggi. Tak heran, banyak penderita asam urat yang menghindari makan berbagai jenis kacang, seperti kacang tanah, kacang merah, bahkan produk kacang kedelai seperti tahu dan tempe. Namun, apakah kekhawatiran tersebut tepat? Untuk lebih jelasnya, ketahui dahulu apa saja penyebab dari kambuhnya asam urat.

Penyebab asam urat tinggi

Secara medis, asam urat tinggi disebut hiperurisemia. Perlu diketahui, hampir  sekitar 70 persen asam urat dihasilkan oleh tubuh secara alamiah. Sisanya, sebesar 30 persen sisanya berasal dari makanan yang mengandung purin.

Melalui proses metabolisme di dalam tubuh, purin baru bisa diubah menjadi asam urat. Oleh karena itu, makanan sebetulnya bukanlah faktor utama yang menjadi penyebab asam urat tinggi. Meski demikian, perlu diketahui bahwa purin terdapat pada berbagai jenis makanan.

Purin dapat ditemukan dalam daging dan berbagai tumbuh-tumbuhan, termasuk beberapa jenis sayuran hijau dan kacang. Oleh karena itu, menghindari asam urat sepenuhnya dari makanan sebetulnya sulit untuk dilakukan, karena hampir semua jenis makanan mengandung purin.

Tapi, asam urat tak hanya bisa dipicu dari makanan saja. Beberapa hal berikut ini juga turut berkontribusi menyebabkan kenaikan kadar asam urat dalam tubuh seseorang:

  • Genetik. Sebagian besar kasus asam urat tinggi dipengaruhi oleh genetik, yakni ketika tubuh seseorang cenderung menghasilkan lebih banyak asam urat dan membuang asam urat dalam jumlah lebih sedikit.
  • Usia. Semakin bertambah usia, risiko asam urat tinggi semakin bertambah.
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko 3-4 kali lebih tinggi untuk mengalami asam urat tinggi.

Karena ketiga faktor risiko di atas tak dapat dihindari, yang masih bisa Anda upayakan untuk melindungi diri dari asam urat adalah mengontrol asupan makanan. Sebisa mungkin, hindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu asam urat.

Makanan yang perlu dihindari penderita asam urat

Hampir semua jenis makanan mengandung purin. Namun terdapat beberapa jenis makanan yang sangat tinggi kadar purinnya dan rentan untuk menyebabkan gout artritis atau radang sendi yang disebabkan karena kadar asam urat yang tinggi. Jenis makanan tersebut antara lain:

  • Semua jenis minuman yang mengandung alkohol
  • Jeroan seperti hati, paru, usus dan limpa
  • Makanan laut seperti kerang, ikan sarden, udang, dan ikan laut lainnya
  • Daging sapi, kambing, dan domba, terutama bagian yang banyak lemaknya
  • Bacon dan ham

Sementara itu, kacang boleh dikonsumsi karena umumnya tidak mencetuskan terjadinya gout artritis.

Selain membatasi makanan yang tinggi purin, penderita asam urat tinggi juga harus mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, setidaknya 1,5-2 liter per hari. Hal ini penting untuk mencegah terbentuknya batu ginjal akibat asam urat yang tinggi.

Tak hanya itu, pada sebagian kasus asam urat tinggi dan gout artritis, pemberian obat untuk mengatasi radang sendi dan menurunkan kadar asam urat kadang perlu dilakukan. Namun pemberian obat ini tidak boleh dilakukan sendiri, melainkan harus berdasarkan resep dan pertimbangan dokter.

Pasalnya, jika obat asam urat diberikan pada saat yang tidak tepat atau dengan dosis yang tidak tepat, asam urat bisa semakin parah.

Jadi jika seseorang mengalami penyakit asam urat tinggi, pengaturan makanan memang perlu dilakukan. Namun, berbagai jenis kacang serta sayuran tetap bisa dikonsumsi seperti biasa. Hati-hati, menjalani diet terlalu ketat untuk menghindari asam urat justru bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin dan mineral.

[NP/ RVS]