Apakah Petai Bisa Picu Asam Urat?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 17 Mar 2019, 10:00 WIB
Orang dengan asam urat harus menghindari makanan tinggi purin. Apakah petai salah satunya?
Apakah Petai Bisa Picu Asam Urat? (BlackAkaliko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang suka petai, pasti tahu bahwa selain dapat menambah cita rasa makanan, suku polong-polongan ini juga banyak manfaatnya untuk tubuh. Penelitian mengungkap bahwa petai kaya antioksidan sehingga dapat membantu mencegah darah tinggi hingga diabetes. Tapi ada sedikit kabar buruk, katanya petai dapat menyebabkan asam urat. Benarkah pendapat tersebut?

Jenis makanan apa pun, termasuk petai, tidak akan mendatangkan manfaat jika dikonsumsi berlebihan. Anda harus berhati-hati karena petai memiliki efek samping bila dimakan terlalu banyak (1-2 papan sekali makan). Salah satunya adalah bisa memicu kambuhnya asam urat. Berikut ini tiga efek samping petai bagi orang dengan asam urat:

  • Meningkatkan kadar asam urat

Petai mengandung zat purin di dalamnya. Purin inilah yang dapat menyebabkan kadar asam urat dalam tubuh meningkat. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, Anda bisa mengalami nyeri sendi dan keluhan khas asam urat lainnya. Bagi mereka yang memiliki riwayat nyeri sendi, lebih baik tidak mengonsumsi petai berlebihan.

  • Menyebabkan gangguan ginjal

Di dalam petai terkandung asam amino yang cukup tinggi. Asam amino yang tinggi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ginjal. Untuk itu, hindarilah mengonsumsi petai berlebihan jika tidak ingin ginjal Anda mengalami masalah.

  • Memicu rematik

Meski petai memiliki rasa yang khas untuk mereka yang menyukainya, tetap penting untuk diperhatikan bahwa mengonsumsi petai terus-menerus bisa memicu penyakit rematik.

Selain efek sampingnya pada asam urat, petai juga dapat menyebabkan keluhan berikut ini:

  • Bau mulut

Bukan rahasia lagi kalau mengonsumsi petai akan menimbulkan bau mulut. Ini karena petai memiliki aroma yang khas. Bila dikonsumsi secara berlebihan, tentu petai akan menghasilkan bau mulut yang tak sedap.

  • Pusing dan sakit kepala

Pernahkah Anda pusing dan sakit kepala setelah makan petai? Itulah salah satu efek samping yang ditimbulkan ketika Anda mengonsumsi petai secara berlebihan.

  • Sakit perut

Mengonsumsi petai berlebih juga dapat menyebabkan perut kembung dan menyengat. Selain itu, makan petai mentah bisa membuat perut sakit. Ini karena bakteri juga dapat ditemukan di petai mentah.

Untuk mencegah meningkatnya asam urat, Anda harus mengatur pola makan selain mengonsumsi obat-obatan. Berikut beberapa prinsip yang perlu Anda terapkan:

  • Menurunkan berat badan. Ketika orang kelebihan berat badan, tubuh mereka akan memproduksi lebih banyak insulin. Kondisi ini akan menghambat eliminasi asam urat oleh ginjal, sehingga bisa berujung pada asam urat.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks/ serat seperti buah, sayur, dan serealia (gandum). Hindari karbohidrat sederhana seperti roti putih, kue, dan minuman kaleng.
  • Minumlah air secara cukup, karena membantu ginjal untuk mengeliminasi asam urat lebih cepat.
  • Batasi lemak jenuh, seperti daging merah dan produk susu tinggi lemak.
  • Batasi asupan manis. Studi menunjukkan bahwa gula dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat.

Petai memang bisa memicu asam urat jika dikonsumsi terlalu banyak. Selain kebiasaan makan, serangan asam urat dapat timbul akibat adanya gangguan darah dan gangguan metabolisme, penyakit ginjal, dan sebagainya. Karena itu, untuk mencegah kekambuhan, orang dengan asam urat harus menerapkan gaya hidup yang sehat secara konsisten.

[RS/ RVS]