Berapa Kali Normalnya Buang Air Kecil dalam Sehari?

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 19 Mar 2019, 04:06 WIB
Buang air kecil terlalu sering atau terlalu jarang bisa menandakan adanya masalah kesehatan.
Berapa Kali Normalnya Buang Air Kecil dalam Sehari? (Feeling Lucky/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Organ ginjal dalam tubuh Anda berperan penting dalam produksi urine. Ginjal akan menyaring darah Anda, serta membuang zat-zat yang tidak diperlukan tubuh melalui urine Anda. Karena itu, perubahan dalam frekuensi buang air kecil bisa menandakan adanya masalah pada ginjal atau saluran kemih Anda, ataupun gangguan kesehatan lainnya.

Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi frekuensi buang air kecil dalam sehari. Faktor-faktor tersebut, antara lain:

  • Usia

Sering kali, frekuensi buang air kecil seseorang akan bertambah seiring pertambahan usia. Bagi orang berusia di atas 60 tahun, misalnya, terbangun hingga dua kali di malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal. Kebiasaan ini akan berbeda jika dibandingkan mereka yang berusia di bawah 60 tahun, dimana rata-rata hanya terbangun sekali pada malam hari untuk buang air kecil.

  • Ukuran kandung kemih

Jika ukuran kandung kemih Anda lebih kecil, kemampuannya untuk menampung urine akan menjadi lebih sedikit. Anda pun akan sering buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.

  • Pemasukan cairan

Semakin sering Anda minum, maka produksi urine Anda akan semakin banyak. Akibatnya, Anda akan sering buang air kecil.

  • Jenis cairan yang dikonsumsi

Jenis minuman tertentu dapat menyebabkan Anda lebih sering berkemih. Misalnya, minuman yang mengandung alkohol dan kafein. Perhatikan, kopi bukanlah satu-satunya minuman yang mengandung kafein. Teh, minuman energi, soft drink, atau minuman coklat juga bisa mengandung kafein. 

  • Adanya kondisi kesehatan tertentu

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Perubahan normal pada tubuh, misalnya kehamilan, bisa menjadi pemicu. Di sisi lain, beberapa penyakit juga dapat membuat Anda sering buang air kecil. Contohnya infeksi saluran kemih, diabetes, anemia bulan sabit, masalah prostat, kelemahan pada otot dasar panggul, dan sebagainya.

  • Konsumsi obat-obatan

Obat jenis diuretik akan menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil. Sering kali obat ini diresepkan untuk mereka yang memiliki masalah hipertensi, serta masalah pada jantung atau ginjal. Contoh obat diuretik adalah furosemide, spinorolaktone, dan lain-lain.

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor di atas, bagaimana menentukan apakah frekuensi buang air kecil Anda normal atau tidak?

Setiap jamnya, orang sehat akan memproduksi urine sebanyak 0.5-1.5 cc per kg berat badan. Artinya, jika Anda memiliki berat 50 kg maka dalam satu jam tubuh akan menghasilkan urine sebanyak 25-75 cc. Biasanya urine ini akan dikeluarkan minimal setiap 6 jam sekali.

Walau tidak ada patokan pasti, kebanyakan orang akan buang air kecil sebanyak 6-7 kali dalam 24 jam. Frekuensi 4-10 kali masih dianggap normal jika orang tersebut tidak merasa terganggu dengan jumlah berkemih tersebut.

Hal yang harus Anda perhatikan bukan hanya frekuensi buang air kecil dalam satu hari, melainkan juga apakah ada keluhan saat berkemih. Misalnya saja, nyeri punggung, darah dalam urine, urine yang berwarna pekat dan berbuih, urine yang berbau menyengat, nyeri saat buang air kecil, dan mengompol. Karena keluhan saat berkemih bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang perlu dicari tahu akar masalahnya.

[RS/ RVS]

sam ronysam rony

Libero sed asperiores eligendi et consequatur expedita aspernatur est. Odio minima mollitia fugit adipisci corporis dolor aperiam et. Nihil aut necessitatibus et quaerat. Labore nihil culpa iure.

sam ronysam rony

Minus voluptate quod possimus assumenda totam suscipit. Nemo fuga et et molestiae ab. Nesciunt blanditiis qui sit cumque laborum ex. Est fugit nemo est consequatur dolorum nihil deserunt est.

sam ronysam rony

Modi illo quisquam pariatur maxime atque eius. Earum et non corrupti aut animi quo rerum. Eos quibusdam ut quia tenetur perspiciatis doloremque quae.

Lihat Lainnya