Sering Radang Tenggorokan, Pertanda Kanker?

Oleh Ayu Maharani pada 20 Mar 2019, 14:06 WIB
Ada yang mengatakan bahwa radang tenggorokan yang berulang bisa berujung pada kanker. Benarkah begitu?
Sering Radang Tenggorokan, Pertanda Kanker? (pathdoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Radang tenggorokan yang terjadi sesekali merupakan hal yang wajar. Apalagi, bila kondisi tersebut dialami saat musim pancaroba dan Anda sedang dalam keadaan lelah. Obat tenggorokan pun akhirnya menjadi penolong agar keluhan menjadi reda dan Anda tetap bisa beraktivitas.

Sayangnya, setelah diobati dengan berbagai cara, radang tenggorokan tetap membandel dan tak kunjung hilang. Bila sudah seperti ini, banyak orang yang percaya bahwa penyebab yang mendasari terjadinya kondisi tersebut adalah kanker.

Apa kata medis?

Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, radang tenggorokan memang berkaitan dengan kanker nasofaring dan kanker tenggorokan. Ini karena radang tenggorokan yang terjadi berkepanjangan atau hilang timbul dan tak kunjung sembuh merupakan salah satu gejala yang sangat mungkin terjadi akibat adanya jenis kanker tersebut.

“Radang tenggorokan yang hilang timbul dan terjadi berkelanjutan merupakan salah satu gejala dari jenis kanker nasofaring ataupun kanker tenggorokan. Itu pun pada kasus yang jarang terjadi, ya,” jelas dr. Adeline.

Lebih lanjut, dr. Adeline juga menekankan bahwa kasus kanker nasofaring bukanlah disebabkan oleh radang tenggorokan yang tidak sembuh ataupun tidak diobati dengan benar, melainkan infeksi virus Epstein Barr.

“Selain virus Epstein Barr, kanker nasofaring juga bisa tinggi risikonya apabila seseorang sering berkontak dengan benda-benda atau asap yang mengandung kadar nikel cukup tinggi. Bila tidak cepat-cepat terdeteksi dan ditangani, kanker nasofaring akan menyebar ke otak, tulang, paru-paru dan organ hati,” jelas dr. Adeline.

Sementara itu, dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter mengungkapkan bahwa radang tenggorokan yang timbul berulang-ulang akibat infeksi virus atau bakteri bisa diwaspadai sebagai tanda kanker pada laring di tenggorokan atau disebut juga dengan kanker tenggorokan.

Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of General Practice mengevaluasi rekam medis dari 806 pasien kanker laring dan 3.559 pasien dengan kondisi kesehatan lain. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa suara serak akibat gangguan laring merupakan salah satu gejala dari kanker tenggorokan, terutama pada populasi lansia. Kanker tenggorokan itu sendiri berkaitan erat dengan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Kesimpulannya, radang tenggorokan berulang yang disertai dengan suara serak bisa menjadi pertanda dari adanya kanker nasofaring atau kanker tenggorokan. Akan tetapi, radang tenggorokan yang tidak diobati bukanlah penyebab jenis kanker tersebut.

Terlepas dari itu, Anda tetap harus memperhatikan frekuensi penyakit radang tenggorokan yang dialami. Apabila kejadiannya terlalu sering, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi penyebab keluhan terkait. Selain itu, meski radang tenggorokan hanya menjadi salah satu gejala dan bukan sebagai penyebab kanker, sebaiknya Anda tetap mengobati radang tersebut hingga tuntas. Dengan demikian, kondisi tubuh akan membaik secara keseluruhan sehingga Anda dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

(NB/ RVS)

mayaajamayaaja

Aut fugiat placeat molestias in. Dolor quidem sed nostrum quam quo ex. Repudiandae dolores sit culpa distinctio. Dolores tenetur explicabo libero quaerat.

mayaajamayaaja

Consequatur aut ipsam quis accusantium veritatis. Reiciendis ut quam beatae occaecati. Delectus optio eaque et consequuntur qui necessitatibus et iusto.

mayaajamayaaja

Incidunt minima voluptas porro vel. Mollitia architecto ad quas voluptatem in. Explicabo sit laboriosam eum ipsum quis est dolor.

Lihat Lainnya