5 Hal yang Perlu Wanita Tahu tentang Kanker Serviks

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 19 Mar 2019, 08:00 WIB
Kanker serviks adalah salah satu kanker yang menyumbang angka kematian tertinggi. Sudahkah Anda mengenali penyakit ini?
5 Hal yang Perlu Wanita Tahu tentang Kanker Serviks (Dragon Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks merupakan pertumbuhan sel kanker yang terjadi pada leher rahim. Leher rahim atau serviks adalah bagian yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Penyakit yang menyerang wanita ini adalah salah satu kanker yang menyumbang angka kematian tertinggi setelah kanker payudara.

Menyadari bahwa penyakit ini sangat mematikan, ada baiknya para wanita mulai mengenali penyakit tersebut. Berikut adalah lima hal seputar kanker serviks yang perlu diketahui wanita.

  1. Penyebab kanker serviks adalah virus

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus atau HPV. Hingga saat ini, ditemukan banyak sekali tipe HPV, tapi yang berisiko menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18.

  1. Kanker serviks lebih berisiko pada mereka yang aktif secara seksual

Sesungguhnya, setiap wanita berisiko mengalami kanker serviks. Akan tetapi, wanita yang aktif secara seksual cenderung lebih berisiko daripada yang belum. Virus penyebab kanker sevriks ditularkan melalui hubungan seksual dan cairan tubuh.

  1. Stadium kanker serviks mirip kanker lainnya, yaitu terdiri dari 0-4

Stadium ini digunakan untuk melihat seberapa jauh kanker telah menyebar. Semakin tinggi stadium, semakin luas penyebaran kankernya.

  • Stadium 0: stadium prakanker. Tidak ada sel kanker dalam serviks, tapi ada perubahan biologis yang berpotensi memicu kanker di kemudian hari. Tahap ini disebut sebagai cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau carcinoma in situ (CIS).
  • Stadium 1: kanker masih berada di dalam serviks dan belum ada penyebaran.
  • Stadium 2: kanker sudah menyebar ke luar serviks dan jaringan sekitarnya, tapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.
  • Stadium 3: kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina dan/atau dinding panggul.
  • Stadium 4: kanker sudah menyebar ke usus, kandung kemih, atau organ lain, seperti paru-paru.
  1. Gejala kanker serviks tidak selalu terlihat jelas

Hal inilah yang membuat angka kematian akibat kanker serviks cukup tinggi. Pasien biasanya tidak menyadari kanker ini sehingga baru berobat saat stadium lanjut. Bahkan gejala-gejala kanker serviks kerap kali tidak muncul. Inilah mengapa deteksi dini dengan pemeriksaan IVA atau pap smear sangat penting untuk dilakukan. Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala yang khas. Gejala yang paling sering muncul adalah perdarahan abnormal.

  1. Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi

Vaksin untuk mencegah kanker serviks atau infeksi virus HPV sebaiknya diberikan bagi mereka yang belum aktif berhubungan seksual. Bila seseorang sudah terinfeksi virus HPV, vaksin menjadi kurang efektif dan bahkan tidak dapat bekerja sama sekali. Akan tetapi, Anda yang telah aktif berhubungan seksual tetap dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini. Pemberian vaksin bertujuan melindungi tubuh dari virus HPV jenis lain yang sangat banyak.

Kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin dengan vaksinasi sebelum aktif berhubungan seksual. Selain itu, jagalah kehidupan seks yang sehat dan setia terhadap pasangan Anda. Bila Anda telah aktif berhubungan seksual, jangan lupa untuk lakukan screening rutin setahun sekali. Kemudian, jika Anda mengalami keluhan perdarahan abnormal, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengeliminasi kemungkinan kanker serviks.

[HNS/ RVS]