Kenali Gejala Awal Tuberkulosis (TBC)

Deteksi gejala tuberkulosis atau TBC lebih dini dapat membantu mengatasi kondisi pasien lebih cepat. Apa saja gejala awal TBC yang perlu diperhatikan?
Kenali Gejala Awal Tuberkulosis (TBC)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa pun bisa tertular tuberkulosis (TBC). Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berakibat fatal. Nah, deteksi gejala awal TBC bisa membantu mengatasi kondisi pada pasien lebih cepat.

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang masih menjadi duri dalam daging di Tanah Air. Bahkan, Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, setelah India dan Tiongkok.

TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang paru-paru. Bakteri tersebut menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara (droplet), lewat batuk dan bersin.

Sepertinya perang melawan TBC masih panjang. Salah satu yang bisa dilakukan untuk membantu pemberantasan penyakit ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan tentang gejala-gejalanya, agar dapat segera ditangani pada tahap awal.

Artikel lainnya: Bolehkah Penderita TBC Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?

1 dari 3

Apa Saja Gejala Awal Tuberkulosis?

Ilustrasi Pria Batuk Berdahak
loading

Ada beragam gejala yang menandakan TBC. Beberapa mungkin mirip dengan penyakit lain. Namun, Anda mesti memerhatikan perbedaannya. Berikut ini adalah gejalanya:

1. Batuk Berdahak

Bila mengalami keluhan batuk-batuk yang tak kunjung sembuh dalam tiga minggu, kemungkinan infeksi TBC perlu diwaspadai. Sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Jika memang Anda dicurigai terkena TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan dahak untuk melihat ada atau tidaknya bakteri TBC di dalamnya.

2. Sesak Napas

Sesak napas juga dapat menjadi pertanda beberapa penyakit, mulai dari penyakit jantung sampai paru-paru.

Artikel lainnya: Sering Batuk, Benarkah Selalu Gejala TBC?

Pada kasus TBC, gejala sesak napas dialami akibat peradangan pada jaringan paru, sehingga pertukaran udara menjadi lebih sulit dilakukan.

Selain itu, infeksi TBC juga dapat menyebabkan adanya cairan pada rongga pleura (selaput paru), yang membuat paru-paru jadi lebih sulit berkembang. Bahkan, pada keadaan sesak napas yang berat, pernapasan bantuan dengan ventilator diperlukan untuk membantu pasien bernapas.

3. Batuk Darah

Batuk darah memang bisa menjadi gejala dari banyak gangguan kesehatan. Misalnya luka pada rongga mulut (di gigi atau gusi), adanya luka lecet di saluran pernapasan, infeksi paru-paru, hingga tumor paru-paru. Selain itu, batuk darah juga bisa pertanda infeksi TBC.

Perdarahan saluran napas pada infeksi TBC terjadi karena bakteri menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah pada paru-paru penderitanya. Bila sampai terjadi perdarahan berat, kondisi ini bisa mengancam nyawa.

Artikel lainnya: Cara Penularan TBC yang Perlu Diwaspadai

Jadi, jangan sepelekan gejala batuk darah, ya!

4. Keringat pada Malam Hari

Beberapa infeksi bisa bikin seseorang berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Salah satu penyebab tersering adalah tuberkulosis.

Selain itu berkeringat pada malam hari, penderita TBC juga akan mengalami keluhan demam yang tak diketahui penyebabnya. Biasanya demam tidak terlalu tinggi, dengan suhu di bawah 38 derajat Celcius.

5. Berat Badan Menyusut

Walaupun bukan gejala spesifik, tapi umumnya penderita TBC mengalami penurunan berat badan. Ini diakibatkan oleh interaksi yang kompleks antara tubuh dengan organisme penyebab infeksi.

Artikel lainnya: Waspada, 13 Orang Meninggal Tiap Jam Akibat TBC, Ini Fakta Terbarunya!

Selain itu, penderita TBC juga umumnya mengalami penurunan nafsu makan, sehingga bisa terjadi gangguan penyerapan nutrisi makanan di usus. Kondisi ini turut berkontribusi pada bobot tubuh yang menyusut.

2 dari 3

Pertolongan Pertama pada Penderita TBC

Ilustrasi Tuberkulosis
loading

Bila Anda mengalami beberapa gejala yang dijelaskan di atas tadi, tak perlu panik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai penanganan awal tuberkulosis. Apa saja?

  • Pola Hidup Bersih dan Sehat

Demi menjaga sistem imun, jangan abaikan pola hidup bersih dan sehat. Perhatikan asupan makanan, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Jangan lupa juga untuk menerapkan etika batuk yang benar dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara berkala.

Artikel lainnya: Cegah Penyakit TBC dengan Langkah-Langkah Ini

  • Berobat ke Dokter

Bila ada keluhan batuk, jangan ragu untuk berobat ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan awal. Bila hasilnya mengarah ke diagnosis tuberkulosis, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak dan foto sinar X paru-paru.

  • Ikuti Aturan Pengobatan

TBC bisa diobati sampai sembuh bila pasien patuh terhadap aturan pengobatan hingga tuntas.

Bila positif terdiagnosis TBC, ikuti pengobatan sesuai instruksi dan lamanya pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. Jangan sampai lalai karena bisa mengakibatkan gagalnya pengobatan, dan bakteri TBC jadi tak mempan dengan pengobatan awal.

Untuk penanganan TBC, selengkapnya bisa dibaca di artikel ini.

Baca Juga

Angka kejadian tuberkulosis di Indonesia masih tinggi, tapi sayangnya masih banyak yang belum paham benar akan penyakit ini, termasuk apa saja gejala awal TBC. Padahal, deteksi dini bisa membantu dokter menentukan perawatan dan terapi terbaik, mencegah komplikasi, serta menurunkan risiko penularan.

Bila masih ada pertanyaan seputar gejala awal tuberkulosis atau TBC, jangan sungkan untuk tanya langsung lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Dijawab langsung oleh dokter, lho!

(RN/ RH)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kena Tuberkulosis, Ini yang Perlu Dilakukan

Info Sehat
23 Apr

Cegah Penyakit TBC dengan Langkah-Langkah Ini

Info Sehat
21 Apr

Waspadai Bahaya Penularan TB Paru!

Info Sehat
21 Apr

Australia Uji Coba Vaksin TB atau BCG untuk Lawan Virus Corona

Info Sehat
27 Mar

Waspada, 13 Orang Meninggal Tiap Jam Akibat TBC, Ini Fakta Terbarunya!

Info Sehat
26 Mar

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk