Alasan Kenapa Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 06 Apr 2020, 17:42 WIB
Ternyata, serangan jantung pada wanita lebih berbahaya ketimbang pria. Risiko kematiannya pun lebih besar. Cari tahu alasannya di sini.
Alasan Kenapa Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya

Klikdokter.com, Jakarta Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian mendadak pada kebanyakan orang. Dibandingkan pria, ternyata serangan jantung pada wanita lebih berbahaya. Risiko kematiannya pun lebih besar.

Sebelum membahas bahaya serangan jantung wanita, sebaiknya Anda kenali dulu gejala serangan jantung. 

Gejala serangan jantung pada wanita umumnya sama dengan laki-laki, yaitu nyeri dada. Nyeri dada ini terasa seperti menekan di tengah dada yang dapat terjadi hingga beberapa menit.

Keluhan lain yang dapat dirasakan berupa nyeri pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang bawah, atau perut. Sesak napas dapat terjadi dengan atau tanpa nyeri dada. Gejala lain bisa meliputi keringat dingin, mual, atau nyeri kepala.

Artikel Lainnya: Jangan Terkecoh, Menepuk Lengan Tak Bisa Atasi Serangan Jantung!

Pada wanita, biasanya gejala lain juga akan terjadi dibandingkan pada pria, yaitu sesak napas, mual/muntah, nyeri punggung dan rahang bawah.

1 of 3

Benarkah Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya?

Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya?
Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya?

Wanita yang menderita serangan jantung memiliki risiko lebih tinggi meninggal dunia daripada pria. Studi menunjukkan, sebanyak 50% wanita tutup usia selang 28 hari setelah terdiagnosis penyakit jantung. Pada pria, persentasenya lebih rendah, yaitu 38%.

Wanita juga memiliki angka kejadian risiko serangan jantung akibat kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok, lebih tinggi dibandingkan pria. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko wanita mengalami serangan jantung hingga 83%, akibat merokok sebesar 55%, dan diabetes di angka 47%.

Wanita muda yang menderita serangan jantung lebih cenderung meninggal dunia daripada pria muda. Alasannya sebetulnya belum jelas, tetapi mungkin berkaitan dengan fakta bahwa serangan jantung jarang terjadi pada wanita pramenopause.

Artikel Lainnya: Sering Mandi Malam Rentan Picu Serangan Jantung?

Oleh sebab itu, wanita cenderung mengabaikan gejala dan tidak melakukan konsultasi dokter guna menegakkan diagnosis gejala yang terjadi.

2 of 3

Kenapa Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya dari Laki-laki?

Ilustrasi Serangan Jantung pada Wanita
Ilustrasi Serangan Jantung pada Wanita

Salah satu penyebab serangan jantung pada adalah wanita lebih mengabaikan gejala nyeri dada dibandingkan dengan pria. Menurut survei yang dilakukan di Singapura, hampir setengah dari wanita yang mengikuti survei tidak mengaitkan nyeri dada dengan serangan jantung.

Selain itu, hanya 12% yang dilaporkan melakukan konsultasi dengan dokter perihal kesehatan jantung dalam satu tahun terakhir.

Wanita juga lebih sering tidak tahu ataupun waspada mengenai risiko serangan jantung. Hal inilah yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam perawatan, sehingga risiko kehilangan nyawa meningkat.

Artikel Lainnya: Mendeteksi Gejala Serangan Jantung pada Wanita

Alasan lainnya, pria lebih cenderung mengalami gejala klasik dari serangan jantung, seperti nyeri dada seperti diremas, yang berhubungan dengan sesak napas atau keringat dingin. Pada wanita, mungkin gejala yang dialami “hanya” ketidaknyamanan yang samar atau kelelahan.

Diagnosis yang terlambat tentunya dapat berujung pada perawatan yang terlambat. Bukan tak mungkin, kerusakan yang terjadi pada jantung akan semakin banyak. 

Oleh karena itu, sangat penting bagi kaum wanita untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut adalah cara untuk mencegah serangan jantung pada wanita:

  • Kenali faktor risiko serangan jantung, yaitu genetik atau keturunan, pola makan, dan aktivitas.
  • Berhenti merokok karena zat-zat racunnya dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, termasuk serangan jantung. Saat setahun stop merokok, risiko serangan jantung bisa turun hingga 50%.
  • Berolahraga rutin selama 30 menit setiap hari, meski hanya jalan kaki atau joging ringan.
  • Makan makanan sehat. Hindari konsumsi fast food dan aneka makanan yang tinggi lemak dan kolesterol. Sebagai gantinya, beralihlah ke menu makanan yang bergizi seimbang serta perbanyak sayur dan buah.
  • Memastikan asupan omega-3. Nutrisi ini baik untuk kesehatan jantung karena mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentanenoic acid (EPA). Omega-3  bisa didapat dari konsumsi ikan makerel, sarden, anchovy, dan tuna.

Jika terjadi gejala serangan jantung pada wanita, sebaiknya Anda langsung segera ke unit gawat darurat di rumah sakit. Akan dilakukan pemeriksaan rekam jantung untuk memastikan apakah benar telah terjadi serangan jantung. Ingat, diagnosis dan penanganan yang terlambat dapat berujung pada kematian.

Serangan jantung pada wanita punya risiko kematian yang tinggi. Karena itu, sudah seharusnya Anda lebih peduli pada kesehatan jantung. Terapkan pola hidup sehat dan lakukan pemeriksaan jantung berkala. Masih punya pertanyaan seputar topik ini? Konsultasikan pada dokter via Live Chat!

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓