Bolehkah Merebus Air Mineral?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 22 Mar 2019, 08:30 WIB
Air merupakan salah satu asupan terpenting bagi kesehatan tubuh. Lalu apakah merebus air mineral sebelum diminum bermanfaat bagi kesehatan?
Bolehkah Merebus Air Mineral? (MattiaATH/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Merebus air merupakan hal lazim di Indonesia untuk memastikan kelayakan air yang akan diminum. Bahkan, ada juga sebagian orang yang merebus air mineral dalam kemasan. Apa pun alasannya, apakah merebus air mineral ini boleh dilakukan?

Untuk urusan air minum, banyak orang yang mengandalkan air mineral dalam kemasan seperti botol atau galon, yang juga sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan mengantongi dua izin tersebut, air minum aman dan layak dikonsumsi dan bisa dikatakan bebas dari kuman atau bahan kimia tertentu.

Pada saat mengonsumsi air mineral yang sudah dikemas dan melalui proses pembuatan yang memenuhi standar, Anda tetap perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa. Anda disarankan untuk tidak meminumnya jika sudah melewati tanggal yang tertera. Meski sebenarnya air tak memiliki masa berlaku, air mineral yang dikemas dalam kemasan berbahan dasar plastik berisiko terkontaminasi kuman atau zat kimia berbahaya jika disimpan terlalu lama, atau melewati batas penggunaan.

Merebus air umumnya dilakukan sebagian penduduk yang mendapatkan air dari sumber bebas seperti air keran dan air sumur. Tujuan dari merebus  air adalah untuk membunuh mikroorganisme atau kuman yang mungkin ada dalam air.

Dalam merebus air untuk diminum, penting untuk mengetahui suhu dan durasi merebus yang ideal. Dikatakan bahwa merebus air pada suhu 70 derajat Celcius selama 30 menit cukup untuk dapat membunuh mikroorganisme dalam air. Begitu juga dengan merebus air selama beberapa menit pada suhu 85 derajat Celcius. Akan tetapi, sebagian kuman dan zat kimia tertentu tetap bisa menetap walaupun sudah direbus dengan suhu yang maksimal.

Air mineral yang telah memenuhi standar tak perlu direbus

Pada umumnya, air mineral yang sudah diproduksi dan prosesnya memenuhi standar tak perlu direbus lagi. Sehingga, air mineral dalam kemasan bisa dikonsumsi langsung. Namun, jika tetap ingin merebusnya, tak ada dampak negatifnya.

Jika sumber air adalah air sumur atau air keran, Anda memang dianjurkan untuk merebusnya terlebih dulu, tetapi tetap harus mengetahui cara yang tepat.

Perlu diketahui bahwa merebus air dapat memusnahkan sebagian besar kuman yang ada. Namun, di sisi lain juga perebusan ini dapat meningkatkan kandungan fluorida yang terkandung dalam air. Anda juga perlu tahu bahwa tak semua jenis kuman dalam air bisa mati meski air telah direbus dengan suhu 100 derajat Celcius.

1 of 2

Syarat air minum yang layak konsumsi

Khusus untuk air minum, kualitasnya harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 dan telah lulus uji BPOM. Berdasarkan aturan tersebut, air minum layak konsumsi harus memenuhi ketiga syarat berikut:

  1. Syarat fisik

Syarat ini berkaitan dengan kondisi fisik air yang dapat dikenali oleh pancaindra manusia. Air yang sehat dan layak konsumsi harus bening atau jernih, tidak meninggalkan endapan, tidak berbau, tidak berasa (tawar), dan memiliki suhu di bawah suhu udara luar atau suhu ruang, yakni antara 10-25 derajat Celcius.

  1. Syarat kimiawi

Syarat ini berkaitan dengan derajat keasaman, kandungan mineral, dan bahan-bahan kimia lain di dalam air minum. Air minum yang sehat harus masih mengandung mineral-mineral penting yang dibutuhkan tubuh, di antaranya Zn (seng), Fe (zat besi), Cu (tembaga), Mn (mangan), dan Cl (klorida), dalam kadar yang ditentukan. Air minum yang sehat tidak boleh mengandung logam berat beracun seperti Hg (merkuri atau air raksa), Pb (timbal), As (arsen), Cd (kadmium), dan Cr (kromium).

Di samping itu, air yang layak konsumsi harus memiliki pH yang netral, yakni sekitar 7 dan mengandung cukup yodium.

Ada atau tidaknya kandungan bahan kimia beracun di dalam air sekilas bisa dilihat dari ciri fisiknya. Air yang beracun atau mengandung logam berat akan berbau menyengat dan berwarna.

  1. Syarat mikrobiologi

Karena digunakan untuk minum, air harus bebas dari segala macam kuman atau bakteri penyebab penyakit. Utamanya adalah bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp, yang kerap menimbulkan sakit perut dan diare.

Secara umum, air mineral yang sudah dikemas dan diproduksi dengan mengantongi izin dari BPOM dan SNI dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu merebus air mineral tersebut. Menentukan jenis air yang paling tepat untuk dikonsumsi bergantung dari berbagai faktor, termasuk sumber air, kandungan yang terdapat di dalam air yang sudah dikemas, dan berbagai hal lainnya. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi oleh Anda dan anggota keluarga adalah yang terbaik bagi kesehatan tubuh.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓