Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur

Susah tidur atau insomnia bisa mengganggu kesehatan. Apa saja penyebab insomnia? Simak penyebab insomnia yang harus diwaspadai di sini.
Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur

Insomnia atau susah tidur sering terjadi saat Seseorang sedang banyak pikiran ataupun stres. Namun sebenarnya, ada banyak faktor lain yang bisa membuat Anda kesulitan tidur di malam hari. Kondisi medis tertentu termasuk pula di antaranya.

Apa saja kondisi medis yang jadi penyebab insomnia? Berikut penjelasannya.

1. Gangguan Pernapasan

Penyebab susah tidur yang pertama adalah gangguan pernapasan. Alergi dan asma adalah kondisi yang paling sering mengganggu pernapasan ketika tidur. Gangguan tidur seperti mendengkur juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Mendengkur yang parah bisa berupa sleep apnea, yang memotong pernapasan hingga membangunkan Anda saat tidur malam. Akibatnya, kualitas tidur juga akan menurun.

1 dari 4

2. Demensia

Ilustrasi Demensia
loading

Penyebab penyakit insomnia berikutnya adalah demensia. Seiring dengan hilangnya ingatan, Alzheimer dan bentuk demensia lainnya dapat mengganggu ketenangan saat tidur. Penderita dapat gelisah saat tidur. Kondisi ini dikenal sebagai sundown syndrome atau sundowning.

Artikel lainnya: Bagaimana Posisi Tidur Terbaik bagi Tubuh Anda?

Orang tersebut mungkin bingung, cemas, gelisah, atau agresif menjelang waktu tidur. Mereka bisa mulai mondar-mandir atau bahkan berkeliaran.

Penderita demensia dan Alzheimer bisa tetap terjaga sepanjang malam. Namun, perilaku ini tak selalu terjadi.

3. Gatal

Kondisi seperti psoriasis dan eksim dapat membuat kulit terasa amat gatal, sehingga akan mengganggu momen tidur.

Sebab, saat gatal menyerang, Anda hanya akan fokus dengan rasa gatal itu. Semakin intens Anda menggaruk, semakin sulit pula untuk terlelap.

4. Penyakit Parkinson

Orang dengan parkinson cenderung kurang tidur dan bangun lebih sering daripada orang lain. 

Penyakit Parkinson diketahui mengganggu sinyal otak dan saraf. Penderitanya cenderung mengalami sleep apnea dan menjadi sering bangun untuk buang air kecil.

Artikel lainnya: Manfaat Tidur Siang yang Penting untuk Anda

2 dari 4

5. Nyeri Akibat Penyakit Kronik

Nyeri Akibat Penyakit Kronik
loading

Rasa nyeri dapat menjadi penyebab penyakit insomnia yang mungkin tidak Anda sadari. Beberapa kondisi nyeri yang bisa membuat Anda sulit tidur antara lain radang sendi, masalah punggung kronis, kanker, atau kondisi lain seperti fibromyalgia.

6. Stres

Beragam peristiwa yang mengganggu pikiran seperti kehilangan pekerjaan atau kematian orang yang dicintai bisa menyebabkan seseorang susah tidur karena stres.

Dokter mungkin menyebutnya insomnia akut. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa malam.

Akan tetapi, gangguan kecemasan, serangan panik, dan PTSD (post-traumatic stress disorder) juga bisa jadi penyebab penyakit insomnia kronis yang lebih serius.

7. Masalah Mental

Keadaan mental yang bermasalah berperan yang penting dalam urusan tidur. Orang yang mengalami depresi sangat mungkin punya masalah susah tidur, termasuk insomnia.

Masalah mental yang biasanya terjadi adalah kecemasan, bipolar, dan gangguan obsesif-kompulsif

Artikel lainnya: Badan Lemas Seharian? Mungkin Anda Kebanyakan Tidur!

3 dari 4

8. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Seorang Wanita Mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
loading

GERD adalah penyakit kronik pada sistem pencernaan. Pada kondisi ini, asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) sehingga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada esofagus.

Penderita akan merasakan sensasi tidak nyaman dan panas di area dada, kerongkongan, serta pencernaan.

Sering kali penderita juga merasa jantung berdebar-debar sehingga mengira sedang sakit jantung dan timbul kecemasan yang membuat penderita sulit tidur.

9. Penyakit Ginjal

Ginjal berfungsi sebagai organ penyaring racun-racun di dalam tubuh. Apabila terjadi gangguan di organ tersebut, akan terjadi ketidakseimbangan kimia di dalam aliran tubuh.

Salah satu dampaknya, penderita bisa menjadi lebih susah tidur.

10. Stroke

Gangguan stroke yang memengaruhi otak dapat membuat seseorang sulit tidur. Hal ini disebabkan kerusakan di pusat-pusat otak yang mengontrol penggerak tidur.

Itulah beberapa masalah fisik ataupun psikis yang dapat menjadi penyebab insomnia yang Anda alami. Ingat, kondisi di atas bisa dialami siapa pun.

Baca Juga

Lebih baik segera berkonsultasi kepada dokter jika kondisi medis tertentu membuat Anda sulit tidur. Dokter dapat merekomendasikan penanganan yang tepat untuk Anda.

Dapatkan informasi lain seputar penyebab susah tidur dan cara mengatasinya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Puteri Wahyu Safitri

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Devi Agustiani

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Suplemen Melatonin untuk Ibu Hamil, Berbahayakah?

Info Sehat
26 Nov

Gejala Parkinsonisme Vaskular yang Perlu Anda Tahu

Info Sehat
14 Okt

Awas, Insomnia Bisa Memperparah Penyakit Asma

Info Sehat
04 Agt

Benarkah Air Rendaman Selada Bikin Cepat Tidur?

Info Sehat
27 Jul

Anak Susah Tidur, Bolehkah Ortu Memberikan Suplemen Melatonin?

Info Sehat
17 Jul

REAKSI ANDA

9 KOMENTAR

Avatar
Encik MaulandaSE
4 Bulan Lalu

semoga semuanya dalam keadaan sehat semuanya. Aamiiin

Avatar
Nur
5 Bulan Lalu

Gerd. Sama gejalanya, saking takutnya k rumah sakit buat minta dr periksa jantung dan Alhamdulillah EKGny normal kata dokter

Avatar
Joni iskandar
5 Bulan Lalu

Izin mau nanyo, kalau terkdang penglihatan kita agak gelap dan sesak itu penyebab ya apa ya dok

Avatar
Joni iskandar
5 Bulan Lalu

Terimakasih atas infonya sangay bermanfaat untuk kita semua dok

Avatar
risa Mayangsari
5 Bulan Lalu

assalamualaikum wr wb dok mau tanya apakah bipolar itu disembuhkan dan bipolar itu penyakit keturunan

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat