Bulimia dan Anoreksia, Samakah?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 23 Mar 2019, 12:00 WIB
Istilah bulimia dan anoreksia mungkin sudah cukup akrab di telinga Anda. Namun, belum banyak yang mengetahui perbedaan keduanya.
Bulimia dan Anoreksia, Samakah? (Lenetstan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bulimia dan anoreksia merupakan kelainan makan yang menyebabkan penderitanya menjadi sangat kurus, bahkan menjadi malnutrisi. Istilah bulimia dan anoreksia mungkin sudah cukup akrab di telinga Anda. Namun,belum banyak yang mengetahui perbedaan keduanya. Bahkan, sebagian kalangan menganggap keduanya adalah sama. Nah, lantas apa perbedaan bulimia dan anoreksia?

Perbedaan bulimia dan anoreksia

Bulimia dan anoreksia termasuk dalam gangguan makan. Walaupun tidak spesifik terjadi pada usia atau jenis kelamin tertentu, biasanya bulimia dan anoresia terjadi pada wanita.

Di Amerika Serikat, sekitar 1 persen dari seluruh wanita Amerika mengalami anoreksia dan 1,5 persen mengalami bulimia. Di Indonesia, belum ada data yang menunjukkan seberapa banyak kejadian anoreksia dan bulimia.

Penyebab dari bulimia dan anoreksia adalah faktor genetik, riwayat trauma atau adanya gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, serta tekanan sosial. Baik bulimia maupun anoreksia dapat memiliki gejala yang sama, yaitu distorsi gambaran tubuh (body image distortion).

Namun, keduanya memiliki perbedaan pada kebiasaan makan. Orang dengan anoreksia sangat mengurangi asupan makanannya untuk menurunkan berat badan secara ekstrem. Sementara, penderita bulimia akan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dalam satu periode, lalu memuntahkan kembali makanannya atau menggunakan cara lain untuk mencegah kenaikan berat badan. Mari kenali lebih mendalam karakteristik masing-masing dari anoreksia dan bulimia.

Anoreksia

Anoreksia biasanya berawal dari distorsi gambaran tubuh yang terjadi karena trauma emosional, depresi, atau ansietas. Berikut pembahasan gejala fisik, perilaku, dan emosional anoreksia.

  • Gejala fisik anoreksia meliputi: penurunan berat badan drastis, insomnia, dehidrasi, konstipasi, kelemahan dan kelelahan, pusing dan pingsan, rambut rontok, kulit kering dan kekuningan, tidak dapat menahan dingin, tidak menstruasi, serta detak jantung tidak teratur.
  • Dari segi perilaku, orang dengan anoreksia dapat menunjukkan gejala-gejala, seperti: melewatkan waktu makan, berbohong berapa banyak makanan yang dimakan, hanya mengonsumsi makanan rendah kalori, kebiasaan makan yang tidak biasa seperti pilih-pilih makanan yang dihidangkan di piring, berpikir tubuh mereka jelek, berusaha menyembunyikan tubuh mereka dengan pakaian besar, menghindari makan di depan orang lain, menghindari suasana yang mengekspos tubuh mereka seperti di pantai, dan olahraga berlebihan.
  • Gejala emosional anoreksia meliputi: rasa percaya diri yang rendah, mudah tersinggung, mood sering berubah-ubah, isolasi sosial, depresi, dan kecemasan.

Bulimia

Seseorang dengan bulimia dapat memiliki masalah makan yang tidak sehat dari waktu ke waktu. Biasanya orang dengan bulimia konsumsi makanan yang banyak dalam satu waktu, kemudian panik mengenai kalori yang mereka konsumsi.

Ada dua jenis bulimia. Bulimia jenis pertama adalah orang yang memuntahkan kembali makanan yang dimakan. Adapun bulimia tipe kedua, setelah makan orang tersebut akan berpuasa atau berolahraga secara ekstrem untuk mencegah kenaikan berat badan.

Berikut merupakan gejala fisik, perilaku, dan emosional dari bulimia:

  • Gejala fisik bulimia meliputi: Berat badan yang naik dan turun secara signifikan dalam waktu singkat, tanda dehidrasi, mata merah, kemerahan atau skar pada daerah tenggorokan akibat sering mencolokkan jari ke kerongkongan untuk memicu muntah, erosi gigi dan kelainan gusi, pembesaran kelenjar getah bening.
  • Gejala perilaku pada bulimia, yaitu cemas terhadap berat badan atau penampakan fisik mereka, pergi ke kamar mandi sesaat setelah makan untuk memuntahkan makanan, olahraga berat terutama setelah makan, membatasi kalori atau menghindari jenis makanan tertentu, dan tidak ingin makan di depan orang lain.
  • Gejala emosional bulimia antara lain rasa percaya diri yang rendah, mudah tersinggung, mudah cemas, mudah mengalami perubahan mood, depresi, dan tidak ingin berinteraksi sosial.

Meski sama-sama gangguan perilaku makan, bulimia dan anoreksia memiliki gejala yang berbeda. Jika Anda menemukan orang terdekat mengalami bulimia atau anoreksia segera periksakan ke dokter. Penanganan yang tepat dan cepat, baik secara mental dan fisik, akan mencegah efek buruk yang dapat muncul akibat kedua gangguan makan tersebut.

[HNS/ RVS]