Bolehkah Penderita Asam Urat Pijat Refleksi?

Oleh dr. Andika Widyatama pada 23 Mar 2019, 16:00 WIB
Penyakit asam urat sering menyebabkan keluhan pegal-pegal. Lantas, bolehkah penderita penyakit tersebut melakukan pijat refleksi?
Bolehkah Penderita Asam Urat Pijat Refleksi? (Photographee.eu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Asam urat merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan tubuh. Dalam medis, penyakit asam urat dikenal dengan istilah gout artritis.

Asam urat itu sendiri sebenarnya merupakan hasil akhir dari metabolisme zat yang bernama purin. Dengan kata lain, peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh bisa saja dipengaruhi asupan makanan yang tinggi purin. Selain itu, proses pengeluaran asam urat melalui ginjal dan urine yang mengalami hambatan juga turut memainkan peran pada tingginya kadar zat tersebut.

Seseorang yang mengalami asam urat akan merasakan gejala, seperti nyeri hebat, bengkak, dan kekakuan pada sendi. Kesemua keluhan tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup. Karenanya, orang-orang yang mengalami penyakit asam urat sering mencari pertolongan, salah satunya dengan melakukan pijat refleksi. Ini karena metode tersebut dituding mampu mengendalikan gejala, bahkan mengatasi penyakit asam urat.

Apa kata medis?

Pijat merupakan terapi tradisional yang dinilai dapat mendatangkan berbagai manfaat untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Ini karena terapi tradisional tersebut diyakini dapat melancarkan peredaran darah di dalam tubuh, sehingga turut memperbaiki gejala dari suatu penyakit.

Terkait efek pijat untuk penyakit asam urat, penelitian di The Touch Research Institute-University of Miami menyebut bahwa partisipan studi dengan penyakit tersebut yang mendapatkan pemijatan di area pergelangan tangan merasakan keluhan nyeri sendi yang berkurang. Senada dengan itu, penelitian yang menggunakan metode pijat Swedia pada 68 orang dewasa dengan radang sendi lutut (osteoartritis) mendapatkan hasil bahwa peserta studi mengalami penurunan frekuensi nyeri dan peningkatan fungsi sendi lutut setelah dipijat.

Kendati begitu, tak ada satu pun dari studi tersebut yang dapat dijadikan sebagai acuan. Ini artinya, pijat konvensional maupun pijat refleksi masih belum terbukti dapat membantu mengatasi penyakit asam urat. Karena pada dasarnya, pijat hanyalah terapi tambahan lantaran hanya mampu mengendalikan gejala untuk sementara waktu, namun tidak benar-benar mampu mengatasi proses peradangan yang terjadi akibat asam urat tinggi.

Perlu Anda tahu, hingga kini, terapi utama untuk penyakit asam urat adalah dengan obat-obatan dari dokter. Selain itu, penderita asam urat juga diwajibkan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dengan:

  • Minum air putih 2 liter per hari.
  • Hindari konsumsi alkohol dan minuman dengan pemanis fruktosa.
  • Batasi konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi. Beberapa makanan yang dimaksud, misalnya daging merah, jeroan, kerang, dan udang.
  • Lakukan olahraga sebanyak 3 hingga 5 kali per minggu, dengan durasi selama 30–60 menit.
  • Kontrol berat badan agar tetap berada di rentang ideal.

Jadi, meski tak mampu mengatasi penyakit asam urat, Anda yang mengalami penyakit tersebut tetap diperbolehkan melakukan pijat konvensional atau pijat refleksi untuk mengendalikan gejala. Jangan lupa untuk memastikan bahwa terapis yang menangani Anda sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat. Namun, sebelum benar-benar melakukan pijat, akan lebih baik bila Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyakit asam urat yang sedang Anda alami.

(NB/ RVS)