Kena Tuberkulosis, Ini yang Perlu Dilakukan

Oleh Ayu Maharani pada 24 Mar 2019, 11:00 WIB
Saat terdiagnosis tuberkulosis, Anda tidak boleh patah semangat. Lakukan beberapa langkah ini demi lancarnya proses penyembuhan.
Kena Tuberkulosis, Ini yang Perlu Dilakukan (TZIDO-SUN/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Batuk berdahak yang Anda alami berlangsung lebih dari dua minggu dan disertai darah, ternyata terdiagnosis sebagai tuberkulosis. Jika Anda mengalami kondisi ini, jangan takut dan panik. Segera susun semangat anda untuk lebih fokus pada proses penyembuhan yang harus Anda jalani. Ingat, tuberkulosis bisa sembuh. Anda hanya perlu memastikan beberapa hal yang selanjutnya akan dibahas di artikel ini.

Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, diperkirakan insiden tuberkulosis di Indonesia mencapai 842 ribu kasus, dengan angka mortalitas 107 ribu kasus. Jumlah tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga untuk kasus penyakit kini setelah India dan Tiongkok. Ini tentunya sangat memprihatinkan.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, tuberkulosis disebabkan oleh infeksi kuman Mycrobacterium tuberculosis. Sebenarnya TBC dapat menginfeksi hampir semua organ tubuh seperti kulit, usus, tulang, dan lain-lain. Namun, TBC paling sering menyerang paru-paru atau yang disebut juga sebagai flek paru.

“TBC dapat berakibat fatal atau mematikan, tapi dapat juga disembuhkan total jika dilakukan pengobatan yang benar,” kata dr. Jesslyn.

Demi lancarnya pengobatan dan proses penyembuhan yang terbilang panjang dan makan waktu, kumpulkan semangat Anda dan lakukan hal-hal di bawah ini.

1. Berobat secepatnya ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah berobat dengan tekun dan tekad untuk sembuh yang kuat. Dikatakan oleh dr. Jesslyn, pengobatan tuberkulosis harus sesuai dengan tipe yang diderita. Oleh sebab itu, pengobatannya wajib diawasi dokter dan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit ataupun Puskesmas.

“Penting untuk diketahui, pengobatan dan obat TBC itu digratiskan oleh pemerintah,” dr. Alberta mengungkapkan. Sehingga, tak ada lagi alasan untuk menunda-nunda pengobatan atau memperoleh pengobatan alternatif yang efektivitasnya belum terjamin.

2. Lakukan pengobatan sampai tuntas!

Selain butuh semangat, pengobatan tuberkulosis juga butuh kesabaran. Ini karena tuberkulosis membutuhkan waktu pengobatan minimal enam bulan. Jika tidak sabaran, malas-malasan, atau menghentikan pengobatan karena menganggap diri sudah sembuh, ada risiko penyakit jadi makin parah.

“Pengobatan yang tidak teratur dapat menyebabkan penderitanya mengalami tuberkulosis resistan obat,” ujarnya. Kalau sudah begitu, pengobatan oral untuk penyakit ini bisa diubah menjadi metode suntuk, dan butuh waktu yang lebih lama lagi (lebih dari enam bulan) untuk menyembuhkannya.

Supaya pengobatan tetap teratur, mintalah bantuan orang terdekat atau yang Anda percaya sebagai pengawas minum obat (PMO) Anda. Dengan begitu, risiko Anda lalai akan menurun karena selalu diingatkan oleh PMO.

1 of 2

Selanjutnya

3. Kontrol secara teratur

Tak cuma rutin minum obat, penderita tuberkulosis juga wajib melakukan pemeriksaan kesehatannya secara teratur.

“Kontrol dan pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui progres pengobatan penyakit,” tambahnya.

Dalam sesi kontrol, akan dilakukan pula pemeriksaan dahak dan/atau rontgen paru pada akhir bulan ke-2 atau fase intensif pengobatan dan pada masa akhir pengobatan, yaitu bulan ke-5 atau ke-6.

4. Jangan menularkan penyakit Anda

Tuberkulosis dapat ditularkan melalui udara dan droplet (percikan lendir) penderitanya. Oleh karena itu, selama masa pengobatan berlangsung, sebaiknya jangan terlalu banyak beraktivitas di lingkungan yang ramai, apalagi bila Anda tidak memakai masker.

Meski biasanya yang tertular adalah orang-orang yang memiliki masalah dengan imunitas tubuhnya usahakan untuk tidak berbicara terlalu dekat untuk meminimalkan risiko penularan. Mereka yang rentan tertular TBC antara lain penderita HIV/AIDS, kanker, anak-anak, perokok, peminum alkohol, dan pengguna narkoba.

5. Cegah kekambuhan

Ya, meski bisa disembuhkan, tapi penyakit menular ini juga bisa kambuh, terutama saat imunitas tubuh penderitanya menurun. Maka dari itu, dr. Jesslyn menyarankan Anda untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan sehat dan bergizi lengkap, rutin berolahraga, dan cukupi kebutuhan istirahat. Bila perlu, selalu gunakan masker saat Anda keluar rumah agar Anda tak mudah terinfeksi kembali.

Jangan sampai terdiagnosis tuberkulosis menjadikan Anda patah semangat dan putus asa. Ingat, tuberkulosis bisa disembuhkan dan dihentikan penularannya. Yang terpenting adalah lakukan tips yang dijabarkan di atas dengan tekad kuat, disiplin, dan konsisten. Jika sudah sembuh, jaga daya tahan tubuh agar penyakit ini tak kambuh. Vaksin BCG juga tidak boleh dilewatkan, khususnya bagi Anda yang belum pernah terkena penyakit ini. Dengan begitu, Anda pun akan terhindar penyakit menular ini.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓