Air Terbaik untuk Membuat Susu Formula Bayi

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 25 Mar 2019, 13:30 WIB
Anda yang memberikan susu formula untuk si Kecil, pahami air apa yang terbaik. Jangan sampai salah memberikan air kepada anak Anda.
Air Terbaik untuk Membuat Susu Formula Bayi (igorstevanovic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Susu formula memegang peranan penting bagi perkembangan bayi dan balita. Menurut penjelasan dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, susu formula umumnya berbahan dasar susu sapi yang diformulasikan dengan penambahan berbagai macam bahan seperti vitamin, asam lemak, dan prebiotik. Mengingat pentingnya fungsi susu formula, air yang digunakan sebagai pelarut pun harus dipikirkan dengan baik.

Saat ini tersedia berbagai pilihan air yang dapat dipilih, seperti air keran, air kemasan, dan air rebusan. Di antara tiga jenis air itu, mana yang paling baik untuk susu formula?

Setiap jenis air berbeda

Meskipun terlihat sama, pada dasarnya, semua air tidaklah sama. Anda perlu tahu mengenai bahan kimia dan mineral apa yang mungkin terkandung di dalamnya sebelum menggunakan air tersebut untuk membuat susu formula untuk si Kecil.

American Dental Association (ADA) sebelumnya telah mengeluarkan kekhawatiran tentang penggunaan air yang mengandung banyak fluoride. Fluoride sering dianggap sebagai hal yang baik. Namun, kadar flouride yang tinggi dapat menyebabkan terganggunya email gigi atau fluorosis.

Meski tidak menyebabkan penyakit gigi, kadar flouride yang  berlebihan menyebabkan perubahan warna pada gigi bayi yang sedang berkembang. Anda akan melihatnya sebagai bintik-bintik putih atau goresan pada email. Ketidaksempurnaan warna ini sebenarnya berkembang pada gigi permanen bayi Anda ketika mereka masih terbentuk di gusi.

Karena sebagian besar susu formula bayi juga mengandung fluoride, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang tua tidak menggunakan air yang telah menambahkan fluoride. Selain karena tidak perlu, fluoride dapat menyebabkan fluorosis gigi tersebut.

  • Air keran

Air keran biasanya juga bersumber dari air sumur. Biasanya sebelum diminum, air jenis ini akan direbus terlebih dahulu. Namun, menggunakan air keran yang direbus tidaklah cukup aman.

Sebagai contoh, air sumur dapat mengandung mineral (seperti besi atau nitrat), yang tidak dapat direbus. Mendidihkan air malah dapat menyebabkan konsentrasi mineral lebih tinggi. Jadi perhatikan betul apakah air keran atau air sumur Anda mengandung mineral berbahaya.

  • Air kemasan

Bagaimana dengan air kemasan? Banyak yang bilang bahwa air kemasan adalah salah satu air terbaik untuk susu formula. Beberapa orang bahkan menganggap bahwa air kemasan adalah air yang sedikit bakteri dan paling aman untuk susu formula bayi.

Dilansir dari Verywell Family, air kemasan botol adalah salah satu pilihan yang sering digunakan. Namun, Anda juga bisa mencari air kemasan rendah fluoride yang diberi label sebagai dimurnikan, dideionisasi, didemineralisasi, didistilasi, atau disiapkan dengan osmosis terbalik.

Lalu, apakah air kemasan tidak perlu direbus lagi? Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, perebusan yang dilakukan pada air kemasan diperlukan ketika air kemasan sudah dibuka dan tidak dihabiskan dalam kurun waktu 24 jam.

"Meski sudah melewati proses sterilisasi, jika botol sudah dibuka dan tidak segera diminum dalam 1-2 jam, kemungkinan air terkontaminasi kuman tetap ada,” ujar dr. Devia.

Jadi, perebusan air mineral dalam pembuatan susu formula tetap harus dilakukan untuk membunuh segala bakteri dan menghilangkan risiko terinfeksi penyakit. Biasanya, setelah direbus sampai mendidih, diamkan air sejenak hingga suhunya tidak terlalu panas. Selanjutnya, air tersebut dapat Anda gunakan untuk melarutkan bubuk susu formula bayi Anda.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa semua air (baik dari keran, botol, dan dimurnikan) harus direbus sebelum digunakan. Selebihnya, ini bisa didiskusikan dengan dokter anak Anda, mengenai apa yang baik dan bisa digunakan.

Oleh karena itu, pastikan Anda merebus air sebelum menggunakannya sebagai campuran susu formula bayi Anda. Kecuali untuk air keran, merebus air keran malah akan meningkatkan kadar mineral di dalamnya. Sebaiknya hindari menggunakan air keran sebagai pelarut susu formula bayi. Jika masih ragu, lebih baik konsultasikan apa yang terbaik bagi bayi Anda kepada dokter.

[HNS/ RVS]