5 Negara dengan Penduduk Lansia Tersehat

Oleh Ayu Maharani pada 26 Mar 2019, 17:00 WIB
Meski Indonesia tidak termasuk di dalamnya, pola hidup sehat para lansia yang dimiliki oleh kelima negara berikut ini bisa menginspirasi Anda.
5 Negara dengan Penduduk Lansia Tersehat (vectorfusionart/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Usia yang menua yang dialami para lansia identik dengan kondisi fisik yang menurun. Apalagi jika semasa usia produktif pola hidup sehat tidak diterapkan, kemungkinan besar masa tua Anda akan dihantui penyakit kronis seperti penyakit jantung, pembuluh darah, dan hipertensi hingga yang terburuknya adalah kanker.

Meski demikian, ada juga beberapa negara yang penduduk lansianya hidup dengan sehat. Kabar bahagianya lagi, 3 di antaranya adalah negara dari benua Asia! Nah, adapun negara sehat yang bisa Anda jadikan inspirasi adalah sebagai berikut.

1. Swiss

Dilansir dari Reader’s Digest, para lansia di Swiss termasuk yang paling sehat di antara negara lainnya. Ketika di negara lain warganya sudah mengalami penyakit kronis sebelum genap berusia 65 tahun, warga negara Swiss yang usianya di atas 76 tahun baru memiliki tanda-tanda kesehatan yang tidak baik dan jumlahnya pun tidak besar.

Mengapa bisa begitu? Alasannya, negara ini memiliki layanan kesehatan kelas dunia dan skor Indeks Akses dan Kualitas Kesehatan (HAQ) yang hampir sempurna, yaitu 95,5 dari 100. HAQ itu sendiri mengukur akses warga negara ke layanan kesehatan berkualitas tinggi untuk menyelamatkan jiwanya.

Lebih dari itu, Swiss juga masuk ke dalam peringkat 5 besar negara paling bahagia bersama dengan negara Nordik lainnya, seperti Finlandia, Norwegia, Islandia, dan Denmark. Dengan demikian, kesehatan lansia di Swiss didominasi oleh optimisme serta kebahagian.

2. Singapura

Ucapkan selamat pada negara tetangga, Singapura! Negara kecil yang kerap dikunjungi oleh para pelancong dari Indonesia ini juga memiliki lansia yang sehat. Karena umumnya sebelum berusia 76 tahun, masyarakat Singapura masih dalam keadaaan prima.

Bahkan, Singapura dan Swiss pun mampu mengalahkan negara adidaya Amerika Serikat yang batas kesehatan lansianya hanya di angka 68 tahun. Sama seperti Swiss, perawatan kesehatan di Singapura sangat baik. Pemerintah Singapura juga memudahkan penduduknya dalam mengakses instansi kesehatan.

Selain itu, makanan sehat mudah didapatkan dan harganya mudah. Satu hal yang menarik dari negara ini adalah dibuatnya tantangan bagi para lansia agar tetap aktif bergerak. Atas partisipasi warga lansia, pemerintah memberikan apresiasi kepada warganya yang berhasil meningkatkan aktivitas fisik dengan sejumlah hadiah. Seru, ya!

1 of 2

Selanjutnya

3. Korea Selatan dan Jepang

Masih dikutip dari Reader’s Digest, para lansia di dua negara ini mampu menunda munculnya penyakit hingga berusia di atas 75 tahun. Korea Selatan dan Jepang pun memiliki tingkat obesitas terendah di dunia dengan masing-masing hanya 5 persen dan 3 persen dari populasi.

Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan rara-rata tingkat obesitas di negara lain yang hampir mencapai 20 persen. Rahasia sehat dan panjang umur dari dua negara ini adalah konsumsi ikan laut yang baik untuk kesehatan jantung dan makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan usus.

Bahkan, masyarakat di Okinawa, Jepang, banyak yang hidup lebih dari 100 tahun karena memiliki pola makan yang luar biasa sehat. Dengan demikian, di usia lansia sekalipun mereka terhindar dari berbagai gangguan penyakit, khususnya penyakit kardiovaskular.

4. Italia

Meski masyarakat Italia gemar merokok, nyatanya diet Mediterania yang dilakukan setidaknya berpengaruh pada kesehatan mereka hingga usia 75 tahun.

Orang Italia juga tidak terlalu menggemari makanan cepat saji. Mereka lebih suka makanan yang diolah secara tradisional dan makan secara santai, sehingga tidak mengganggu metabolisme tubuh. Makan santai bersama kerabat dan keluarga sudah menjadi budaya masyarakat Italia.

Sedangkan, Pakar Makanan Italia bernama Marco Bolasco mengatakan kepada Reader’s Digest bahwa konsumsi makanan cepat saji sama sekali bukan budaya mereka.

Hal itulah yang lantas “menyelamatkan” masyarakatnya dari penyakit meski telah mencapai usia senja. Dan kalaupun terkena penyakit, warga Italia akan mendapatkan perawatan medis yang nyaris sempurna.

Seiring berjalannya waktu, lansia memang akan mengalami penurunan metabolisme dan daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang penyakit. Hal itu pun lantas dibenarkan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

“Secara biologis, kelompok lansia mengalami proses penuaan, sehingga daya tahan tubuhnya menurun. Akibatnya, mereka pun jadi rentan terkena penyakit,” jelasnya.

Oleh sebab itu, amat diperlukan penerapan gaya hidup dan pola makan sejak dini, agar di usia lanjut nanti Anda terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang kerap menyerang lansia seperti dikatakan dr. Devia, seperti osteoporosis, katarak, demensia, hingga presbikusis atau penurunan kemampuan pendengaran.

Kelima negara di atas bisa menjadi inspirasi Anda untuk memulai gaya hidup sehat serta mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Sehingga, di masa lansia Anda bisa hidup sehat dan bahagia.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓