Diet dengan Pola Makan Sekali Sehari, Amankah bagi Kesehatan?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 26 Mar 2019, 17:25 WIB
Banyak orang ingin cepat kurus lalu menjalankan diet dengan pola makan hanya sekali dalam sehari. Tetapi, amankah hal ini bagi kesehatan?
Diet dengan Pola Makan Sekali Sehari, Amankah bagi Kesehatan? (AS-Food-studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tentunya ingin mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Tak heran, banyak yang memutuskan untuk mengurangi asupan makanan. Salah satu cara yang ditempuh sebagian orang adalah dengan hanya makan sekali dalam sehari. Cara diet seperti ini tentu harus diuji keamanannya bagi kesehatan.

Diet dengan pola makan satu kali dalam sehari adalah jenis diet yang cukup populer dan mengklaim dapat membantu orang menurunkan berat badan. Saat mengikuti diet ini, biasanya pelaku diet tidak mengonsumsi kalori di siang hari dan hanya akan makan di malam hari.

Meskipun jenis diet ini dapat membantu orang menemukan solusi penurunan berat badan yang cepat, risikonya bisa lebih besar daripada manfaatnya. Sebelum mencoba, ketahui dulu jenis diet seperti apakah yang dimaksud tersebut.

Seputar diet makan sekali dalam sehari

Jenis diet ini mengharuskan seseorang untuk makan hanya satu kali dalam sehari. Diet ini merupakan jenis puasa intermiten yang disebut sebagai 23:1, dimana hanya makan dalam waktu tertentu saja.

Dalam pelaksanaannya, seseorang menghabiskan 23 jam sehari untuk berpuasa dan hanya menyisakan 1 jam sehari untuk makan, minum, dan mengonsumsi kalori.

Kebanyakan orang memilih untuk tidak makan atau minum apa pun yang "berbau" kalori di siang hari. Mereka berbuka puasa saat makan malam, kemudian melanjutkan puasa sampai malam keesokan harinya.

Ada beberapa variasi diet makan satu kali dalam sehari. Biasanya pelaku disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya nutrisi. Akan tetapi, sebagian besar versi diet memungkinkan orang untuk makan apa pun pada saat waktu makan tiba.

Pelaku diet ini meyakini ada banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari pola makan ini, termasuk penurunan berat badan yang cepat. Manfaat lainnya yang diklaim termasuk mudah diikuti karena seseorang tidak perlu menghitung kalori, serta tidak ada "cheating day" karena tidak ada makanan yang dianggap terlarang

Ada beberapa penelitian yang dilakukan tentang efek puasa intermiten ini. Namun, sebagian besar penelitian dilakukan pada pria, sehingga kurang diketahui tentang efek puasa intermiten ini pada wanita. Sehingga, penelitian lebih lanjut mengenai hal ini masih dibutuhkan.

1 of 2

Dampak diet makan sekali dalam sehari

Meski disebut dapat menurunkan berat badan dalam waktu cepat, jenis diet ini juga memiliki risiko. Beberapa risiko yang perlu Anda waspadai dari diet dengan pola makan sekali sehari, antara lain rasa sangat lapar, badan lemas dan jadi mudah goyah, mudah marah, sulit berkonsentrasi dan kelelahan.

Selain risiko di atas, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, penelitian menyatakan bahwa mereka yang makan hanya satu kali dalam sehari memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dibanding dengan orang yang makan tiga kali sehari.

"Kenaikan gula darah pada kelompok yang makan tiga kali sehari pun lebih rendah daripada orang yang makan hanya satu kali dalam sehari," ujar dr. Sara. Itulah sebabnya, orang dengan diabetes perlu makan secara teratur sepanjang hari untuk menghindari efek samping yang serius.

Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA dan melibatkan 100 orang partisipan menemukan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol jahat), sehingga berisiko meningkatkan angka penyakit jantung dan stroke.

Studi yang sama juga menemukan bahwa para partisipan yang mengikuti diet makan sekali dalam sehari tidak mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada mereka yang berupaya dengan mengurangi jumlah kalori setiap hari. Artinya, upaya diet ini tidak memberikan dampak yang dignifikan terhadap penurunan berat badan.

Diet dengan pola makan sekali dalam sehari yang digadang-gadang dapat menurunkan berat badan dengan cepat ini nyatanya memiliki risiko bagi kesehatan Anda. Jadi, lebih baik hindari jenis diet ini jika Anda ingin tetap sehat, apalagi bagi orang-orang yang memiliki kepadatan aktivitas tingkat tinggi sehari-harinya. Harus diingat, rutin berolahraga dan konsumsi makanan sehat tetaplah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓