Benarkah Ukuran Penis Berpengaruh pada Kesuburan Pria?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 28 Mar 2019, 09:00 WIB
Ukuran penis disebut-sebut dapat memengaruhi kesuburan pria. Bahkan, penis yang berukuran kecil bisa dianggap mandul.
Benarkah Ukuran Penis Berpengaruh pada Kesuburan Pria? (Tsyklon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta “Ukuran penis saya kecil, dok. Apa saya bisa punya anak?” Inilah pertanyaan yang kerap muncul dari sebagian pria di masyarakat. Pasalnya, belum banyak yang tahu apakah memang ukuran penis bisa memengaruhi kesuburan pria.

Tak heran, hingga kini ukuran penis sering dijadikan indikator kepuasan seksual dan kejantanan seorang pria. Padahal, hal tersebut tidaklah tepat.

Ukuran normal penis pada pria

Ukuran penis laki-laki bergantung pada faktor etnis dan genetik. Panjang penis pria pada kondisi normal umumnya 7,6 - 10,2 cm dan 12,7 - 17,8 cm saat ereksi. Penis dianggap kecil (mikropenis) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi.

Banyak faktor yang memengaruhi ukuran penis seorang pria, mulai dari genetik, etnis, berat badan, gangguan hormonal hingga nutrisi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan para ahli, ukuran penis masih belum terbukti menjadi salah satu indikator yang memengaruhi tingkat kesuburan pria.

Masih dibutuhkan penelitian yang lebih mendetail untuk dapat memastikan hal ini. Namun yang paling mendasari seorang pria dikatakan subur atau tidak adalah dari kualitas sperma yang dihasilkannya.

Faktor yang memengaruhi kualitas sperma

Kualitas sperma yang prima merupakan tonggak keberhasilan pembuahan hingga terbentuknya janin. Oleh sebab itu, seorang pria dikatakan memiliki kesuburan yang baik bila kualitas spermanya juga baik. Untuk mengetahuinya diperlukan pemeriksaan sperma dari berbagai faktor berikut ini:

  1. Volume

Volume normal cairan sperma yang dikeluarkan yaitu 2-5 ml dalam satu kali ejakulasi. Bila secara konsisten cairan sperma yang dikeluarkan kurang dari 1,5 ml (hypospermia) atau lebih dari 5,5 ml (hyperspermia), maka volume cairan sperma dikatakan abnormal.

Volume cairan ini biasanya berkurang apabila ejakulasi sering terjadi dan volume lebih banyak akan didapatkan setelah lama “berpuasa”.

  1. Konsentrasi sperma

Pria dikatakan subur jika memiliki jumlah sel sperma di atas 20 juta per ml atau 40 juta secara keseluruhan. Bila jumlahnya di bawah 10 juta per ml, maka kesuburan pria digolongkan sangat rendah.

Secara kasat mata, semen pria yang tidak memiliki sperma terlihat sama dengan semen pria pada umumnya.  Jadi, jika semen terlihat encer, bukan berarti pria tersebut mandul atau tidak subur. Hanya pemeriksaan mikroskoplah yang dapat membuktikannya.

  1. Morfologi atau bentuk sperma

Sperma yang bagus memiliki bentuk kepala oval dengan ekor yang lurus dan panjang di tengahnya.

Bila bentuk kepala sperma tidak normal, misalnya bulat, pipih, terlalu besar, berkepala ganda, atau bahkan tidak berekor, sperma tersebut berpotensi tidak dapat membuahi sel telur. Setidaknya, pria dikatakan subur bila memproduksi 30 persen sperma berbentuk normal.

  1. Pergerakan sperma

    Sperma terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat berenang maju dan yang tidak. Agar terjadi pembuahan, sperma harus dapat berenang maju dengan cepat hingga mencapai sel telur. Berdasarkan pergerakannya, sperma dibagi menjadi beberapa kelas:

    • Kelas A: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
    • Kelas B: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.
    • Kelas C: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.
    • Kelas D: sperma yang tidak bergerak sama sekali.

    Sperma kelas C dan D adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling tidak 50 persen sperma kelas A dan B. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan akan sulit memiliki anak.

    Pergerakan sperma ini juga dapat terkendala bila sperma saling berhimpitan, sehingga menyulitkan gerakan mereka menuju ke sel telur. Dari hasil analisis sperma inilah dapat dinilai apakah seorang pria dikatakan subur atau tidak.

1 of 2

Perhatikan ini sebelum melakukan pemeriksaan sperma

Dalam meneliti kualitas sperma, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Biasanya tenaga medis akan mengambil sampel dari sperma dengan syarat sebagai berikut:

  • Kondisi tubuh pada hari pemeriksaan hendaknya cukup sehat, tidak dalam keadaan lelah, lapar dan cukup beristirahat sebelumnya.
  • Sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO, sperma dikeluarkan setelah didahului oleh abstinensia seksual (tidak ejakulasi dengan cara apapun) selama 3 – 4 hari atau tidak berhubungan seksual selama 2 sampai 7 hari.

Bila Anda memang ingin memastikan kualitas sperma, taatilah aturan di atas. Dengan demikian, hasil analisis yang diperoleh menjadi lebih valid.

Jadi, ukuran penis tidak semata-mata menjadi indikator kesuburan pria. Sebab, analisis spermalah yang paling menentukan kemampuan seorang pria untuk dapat memiliki keturunan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Nofita Salem BdlNofita Salem Bdl

saya mau tanya ..suami saya klw mau berhubungan sex penis nya naik.setelah mau melakukan hubungan sex.penisnya langsung lemah.apa faktornya dok.terima kasih

Umi UmiUmi Umi

dok saya udah menikah kurang lebih 5 tahun. tapi sampe saat ini kita belun punya momongan. saya udah periksa ke dokter kandungan. dokter bilang kandungan q baik2 aja... enggj ada masalah apa2. subur2 aja. tapi setiao berhubungan intim sama suami... selalu sperma suami saya encer. bagaimana y dok cara mengatasi Sperma encer

Eri KhotoEri Khoto

assalamualaikum numpang nanya klo pembesar penis tu berpa harga obt nya mksh