Pemanis Stevia dan Truvia, Apa Bedanya?

Oleh Hotnida Novita Sary pada 28 Mar 2019, 11:15 WIB
Setelah stevia populer beberapa tahun belakangan, saat ini muncul pemanis Truvia. Apakah perbedaan kedua pemanis ini?
Pemanis Stevia dan Truvia, Apa Bedanya? (Luis Echeverri Urrea/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, banyak pemanis yang diproduksi secara komersial serta dipasarkan sebagai alternatif pengganti gula putih. Setelah stevia yang populer beberapa tahun belakangan, kini muncul pemanis Truvia. Apakah perbedaan kedua pemanis ini?

Sekilas tentang stevia dan Truvia

Dikutip dari Babyologist, Stevia rebaudiana adalah genus tumbuhan asli Amerika Selatan. Tanaman ini biasa disebut sebagai daun manis dan daun gula. Bentuk stevia yang sangat halus yang disebut rebaudioside A (dipasarkan sebagai Rebiana).

Stevia telah dikenal selama ratusan tahun sebagai pemanis alami. Menurut penjelasan dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, sebelum digunakan secara luas sebagai pengganti gula, Jepang telah lebih dulu menggunakannya.

“Stevia saat ini telah hadir di berbagai penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Pemanis alami ini biasanya dijual dalam bentuk bubuk maupun cair,” dr. Karin menjelaskan.

Stevia dapat digunakan untuk memberikan rasa manis pada minuman, juga sebagai bahan campuran untuk membuat kue. Dengan rasa 250–300 kali lipat lebih manis daripada gula, menurut dr. Karin, stevia cukup digunakan dalam jumlah sedikit untuk memberikan rasa manis yang diinginkan.

Stevia juga telah diverifikasi aman oleh FDA (Food and Drug Administration). Akan tetapi, stevia dalam bentuk yang kurang halus tidak direkomendasikan FDA untuk digunakan dalam makanan. Pendapat itu didasarkan pada sebuah studi terbatas. Hasil penelitian menunjukkan produk stevia mentah atau yang disuling secara kasar dapat merusak jantung dan kesehatan reproduksi, bahkan mungkin membahayakan hati. Meski begitu, penelitian ini perlu kajian lanjutan.

Lantas, bagaimana dengan Truvia? Dikutip dari Healthline, Truvia adalah produk komersial yang dibuat oleh Coca-Cola Company dan perusahaan makanan dan kimia, Cargill. Truvia terbuat dari stevia halus. Jenis gula ini digunakan sebagai pemanis untuk produk yang dimasak atau dipanggang dan sebagai pemanis di meja, yang dapat Anda tambahkan ke kopi.

1 of 2

Jadi, apa beda keduanya?

Dikutip dari checkdiabetes.org, stevia dan Truvia sama-sama efektif dalam mengendalikan gula darah sehingga dapat mencegah timbulnya diabetes tipe 2. Bahkan, stevia juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Karena kalori yang rendah, stevia dan turunannya juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Keduanya juga jauh lebih manis daripada gula kristal. Karena itu, pemakaian sedikit saja bisa memberikan efek manis pada makanan. Lantas, apa perbedaannya?

Meski sama-sama pemanis alami yang juga berasal dari tanaman stevia, Truvia menambahkan komponen-komponen tambahan lainnya seperti erythritol. Yaitu, alkohol gula seperti manitol, sorbitol, dan xylitol. Satu porsi Truvia (sekitar 3,5 gram) mengandung tiga gram erythritol. Jadi, bisa dibilang Truvia tidak sepenuhnya alami, berbeda dengan stevia.

Kandungan-kandungan tambahan pada Truvia ini tidak selalu berefek baik saat diserap dalam saluran pencernaan. Meski kandungan kalorinya lebih rendah dari gula, Truvia dapat menyebabkan diare dan kembung. Toleransi jumlah Truvia yang dapat dikonsumsi bervariasi dari satu orang ke orang lain.

Jadi, Truvia adalah produk komersial yang merupakan turunan stevia. Anda pun dapat menggunakan keduanya sebagai pengganti pemanis gula kristal. Selain bisa mengontrol gula darah, stevia dan Truvia dapat membantu suksesnya diet Anda. Namun ingat, agar diet sukses, pemanis makanan yang Anda gunakan juga harus diimbangi dengan makanan rendah kalori lainnya, serta rutin berolahraga. Baca artikel bertema sejenis di sini.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓