Kapan Saat yang Tepat Menyapih Anak?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 28 Mar 2019, 12:00 WIB
Pada usia tertentu menyapih anak perlu dilakukan untuk mengenalkan anak pada makanan pengganti ASI. Lalu kapan waktu yang tepat?
Kapan Saat yang Tepat Menyapih Anak? (Alena Ozerova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menyapih anak harus dilakukan pada waktu yang tepat agar kebutuhan nutrisi anak akan ASI terpenuhi dan anak benar-benar siap untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Tapi, kira-kira di usia berapakah anak sudah bisa menerima penyapihan?

Menentukan waktu penyapihan untuk anak

Sejatinya, seorang ibu adalah orang yang paling tahu kapan waktu terbaik menyapih anak. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar setidaknya ibu menyusui anaknya selama setahun, dan boleh lebih lama jika ibu dan anak masih menginginkannya.

Berbeda dengan AAP, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi mendapatkan ASI secara eksklusif selama enam bulan, kemudian secara bertahap diperkenalkan pada MPASI sambil terus menyusui hingga usia anak dua tahun atau lebih.

Tak hanya soal waktu, bagi Anda para ibu menyusui, cara penyapihan juga turut memengaruhi proses anak dapat menerima bahwa ia sudah tidak mendapatkan ASI dari ibunya.

1 of 3

Jenis penyapihan anak

Bila waktunya sudah tiba, untuk menyapih, biasanya ibu secara bertahap akan menghentikan menyusui buah hatinya. Dalam konsep penyapihan ini, terdapat dua cara menyapih yang biasa dilakukan, yakni sebagai berikut :

  • Menyapih oleh bayi: Penyapihan akan menjadi lebih mudah ketika anak mulai kehilangan minat dalam menyusu, dan hal ini bisa terjadi kapan saja setelah ia mulai mengonsumsi makanan padat, yakni sekitar 4 hingga 6 bulan. Sebab, beberapa anak lebih tertarik pada makanan padat daripada ASI di usia 12 bulan, setelah mereka mencoba berbagai makanan dan dapat minum dari gelas.

Balita mungkin saja kurang tertarik untuk menyusu secara langsung dari payudara ibunya ketika mereka tumbuh menjadi lebih aktif dan tidak menyukai duduk cukup lama untuk menyusui. Jadi, jika anak Anda rewel dan tidak sabar saat menyusu atau mudah terganggu, itu mungkin pertanda bahwa ia sudah siap menjalani penyapihan.

  • Menyapih oleh ibu : Anda dapat memutuskan untuk mulai menyapih karena harus kembali bekerja atau karena alasan lain. Jika Anda siap tetapi anak tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti menyusu, lakukan penyapihan secara bertahap dengan lebih sering memberikan susu dalam botol.

Cara ini memang dapat menghabiskan banyak waktu dan kesabaran. Namun, prosesnya juga tergantung pada usia anak dan bagaimana ia menyesuaikan diri untuk berubah.

Baik penyapihan berdasar keinginan anak maupun ibu, keduanya tidak serta-merta mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu dibutuhkan tips tertentu agar proses penyapihan dapat berjalan dengan sukses.

2 of 3

Tips sukses menyapih anak

Ketika Anda dan anak sudah siap untuk melakukan penyapihan, berikut ini adalah tips sukses dalam menyapih yang bisa diterapkan.

  • Buat momen penyapihan menyenangkan. Ajak anak untuk membeli beberapa gelas baru yang ia sukai untuk digunakan minum susu, dan beri penjelasan bahwa hal tersebut wajar dilakukan anak seusianya. Jelaskan juga bahwa ASI hanya untuk bayi dan dia bukan lagi bayi.
  • Mulailah dengan mengabaikan jam menyusui dalam beberapa hari dan tawarkan anak untuk menggunakan gelas barunya.
  • Lebih bersabar dalam menghadapi anak yang rewel ingin menyusu.
  • Kurangi waktu menyusui menjadi sekitar lima menit saja.
  • Buat anak tetap terstimulasi dengan membaca cerita atau bermain.
  • Setelah ibu memulai proses penyapihan, jangan menyerah. Sebab jika ibu sudah memutuskan untuk menyapih dan masih menyusui, akan membingungkan anak.

Selain memperhatikan berbagai tips di atas, perlu diketahui bahwa momen tersulit untuk menyapih anak adalah di malam hari. Sebab, sebelumnya anak terbiasa menyusu sebelum tidur. Nah, ikutilah tips untuk menyapih di malam hari berikut ini:

  • Bacakan buku cerita dan pastikan anak mengerti bahwa sudah tiba waktunya untuk tidur. Jangan lupa beri dia banyak pelukan sebelum tidur.
  • Saat anak terbangun di malam hari, pertimbangkan untuk menggendongnya tanpa memberinya ASI.
  • Jelaskan padanya bahwa dia sekarang sudah besar dan susu ibu akan habis, jadi sudah waktunya ia untuk berhenti menyusu.
  • Berikan sebanyak mungkin pelukan tanpa menyusui anak.
  • Jangan memaksa anak untuk berhenti menyusu. Sebab, anak justru akan semakin meminta dan akhirnya rewel sepanjang hari.

Pada dasarnya tidak ada waktu menyapih anak yang tepat, karena hal ini kembali pada kebutuhan ibu maupun anak secara personal. Ibu dapat memilih waktu yang terasa tepat baginya, atau biarkan anak menyapih secara alami ketika dia sudah bertambah usia.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓