Kenali Pola Makan Intuitif dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Mar 2019, 15:45 WIB
Sudah coba banyak diet, hasilnya tetap tak memuaskan. Mungkin kini saatnya andalkan insting lewat pola makan intuitif.
Kenali Pola Makan Intuitif dan Manfaatnya bagi Kesehatan (Image-Point-Fr/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Demi mencapai berat badan yang diinginkan, banyak orang menerapkan diet. Dari tahun ke tahun, tak sedikit diet baru bermunculan. Karena berbagai alasan, tak sedikit pula yang gagal meski sudah mencoba berbagai macam diet. Mungkin inilah kenapa banyak orang yang beralih ke cara non diet, salah satunya adalah dengan mengandalkan insting lewat pola makan intuitif. Apa, sih, manfaat pola makan ini bagi kesehatan?

Salah satu penunjang kesehatan tubuh adalah lewat pengaturan pola makan. Pola makan yang baik bisa membantu mengontrol berat badan, menambah energi tubuh, menurunkan risiko penyakit, menjaga fungsi otak, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pola makan non diet intuitif adalah filosofi nutrisi yang mendorong seseorang untuk makan dengan penuh perhatian dan memperhatikan isyarat kelaparan internal tubuh mereka. Pola makan ini dikembangkan oleh pakar diet asal Amerika Serikat (AS), Evelyn Tribole dan Elyse Resch, dengan tujuan untuk menghilangkan pemikiran diet dan mengambil pandangan jangka panjang yang rasional terhadap makanan.

Alih-alih menghitung kalori atau mengategorikan makanan sebagai “baik” atau “buruk”, para pelaku pola makan intuitif berusaha untuk “menghargai” rasa lapar dan kenyang mereka, serta menolak mentalitas diet.

Manfaat pola makan intuitif bagi kesehatan

Menurut sebuah ulasan yang diterbitkan di jurnal “Public Health Nutrition” tahun 2014, pola makan intuitif mungkin tidak seefektif strategi penuruan berat badan, tetapi tampaknya memiliki manfaat fisik dan mental lainnya.

“Pola makan intuitif telah dihubungkan dengan perbaikan kadar kolesterol, tekanan darah, serta berkurangnya tanda-tanda peradangan,” kata Dawn Clifford, ahli diet dan rekan profesor ilmu kesehatan di Universitas Northern Arizona, AS, kepada Healthline.

“Dalam hal kesehatan mental, pola makan intuitif diasosiasikan dengan peningkatan cara pandang terhadap tubuh (body image), penurunan tingkat depresi, serta meningkatkan kepercayaan diri,” tambah Dawn.

1 of 2

Terhubung (kembali) dengan tubuh

"Siapa pun berpotensi mendapatkan manfaat dari pola makan intuitif," ujar Melissa Majumdar, ahli gizi asal AS di Brigham and Women's Center for Metabolic and Bariatric Surgery dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics. Pola makan ini secara khusus dapat membantu orang-orang yang bermasalah dalam mendengarkan isyarat tubuh internal mereka, termasuk pada orang-orang dengan riwayat diet kronis.

Selama praktik, Melissa turut mengajari pasiennya untuk bisa “terhubung” lagi dengan tubuh dan mampu mendengar sinyal yang dikirimkan. Mereka mungkin mengabaikan sinyal tersebut karena faktor lingkungan lainnya atau karena itulah “pengaturan” tubuh mereka.

“Saya bekerja di bidang operasi bariatrik dan manajemen berat badan, dan saya punya pasien yang telah menjalani diet seumur hidupnya dan bergulat dengan berat badannya. Mereka tak tahu lagi kapan mereka lapar dan kenyang karena sinyal tersebut telah rusak,” aku Melissa kepada Healthline.

Melissa menggunakan strategi makan intuitif untuk membantu pasiennya bisa kembali terhubung dengan tubuhnya sendiri. Ia mendorong orang-orang tersebut untuk memperhatikan efek makanan dan kebiasaan makan yang berbeda terhadap rasa lapar dan kenyang, tingkat energi dan rentang perhatian (waktu seseorang dapat konsentrasi tanpa terganggu), dan suasana hati.

Melissa juga mendorong pasiennya untuk mengeksplorasi hasrat ingin makan mereka (food craving). Caranya dengan menunda dan merenungkan pada apa yang memicu hasrat tersebut sebelum (memutuskan untuk) makan.

Jika Anda tertarik dengan pola makan ini, Melissa menyarankan agar Anda mencari tahu filosofinya, termasuk tujuan dan prinsipnya. Ia juga menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang tahu akan pola makan ini, yang dapat memberikan informasi, berbagai tips sukses, sekaligus mempromosikan refleksi diri.

Cara menurunkan berat badan non diet lainnya

Selain dengan pola makan intutif, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter berbagi tips untuk membantu menurunkan berat tanpa diet. Anda bisa segera mencobanya!

1. Makan dengan piring kecil

Penelitian menunjukkan bahwa saat menggunakan piring dan peralatan makan berukuran besar, Anda akan cenderung makan dalam porsi yang lebih banyak.

“Gunakan piring berukuran kecil agar porsi yang Anda ambil tidak berlebihan. Selain itu, pilihlah piring berwarna kontras dengan warna makanan di dalamnya. Menggunakan piring berwarna senada dengan makanan ternyata dapat membuat Anda makan lebih banyak,” jelas dr. Dyan.

2. Makan lebih lama

Gunakan penghitung waktu dan set waktu makan Anda setidaknya selama 20 menit. Waktu makan yang lebih lama ternyata mampu menurunkan asupan kalori hingga 300 kalori setiap harinya.

3. Minum air sebelum makan

Minum air sebelum makan dapat mengisi sebagian ruang dalam perut, sehingga membatasi jumlah makanan yang masuk.

4. Tidur secara teratur

Kebiasaan tidur yang buruk akan memicu otak untuk makan di malam hari, dan sayangnya jenis makanan yang dipilih biasanya camilan yang tidak sehat. “Selain itu, kurangnya porsi tidur dapat menghambat produksi leptin, hormon yang membuat Anda merasa kenyang,” tambah dr. Dyan.

5. Aktivitas fisik

Tak perlu harus punya keanggotaan gym atau olahraga intens. Tahukah Anda, dengan posisi berdiri saja Anda dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan duduk.

Posisi berdiri saat mengerjakan aktivitas kantor selama 8 jam mampu membakar 500 kalori lebih banyak dibandingkan dengan aktivitas yang sama, yang dikerjakan dengan posisi duduk.

Jika Anda bosan dengan diet karena tak menampakkan hasil yang memuaskan, Anda bisa mencoba menerapkan pola makan intuitif atau cara-cara yang dipaparkan oleh dr. Dyan. Namun, ada baiknya sisihkan waktu untuk merenung, untuk mencari tahu apa penyebab kegagalan diet Anda. Dari situ, diharapkan Anda mampu untuk merancang diet yang tepat. Lebih baiknya lagi, libatkan ahli gizi agar diet apa pun yang Anda terapkan bisa sukses sesuai kondisi tubuh Anda.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓