Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Pemeriksaan Asam Urat

Oleh dr. Atika pada 31 Mar 2019, 15:00 WIB
Menjalani pemeriksaan asam urat secara berkala ternyata mampu mendeteksi penyakit yang diam-diam bersemayam di dalam diri Anda, lo.
Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Pemeriksaan Asam Urat (Freedomz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Asam urat tinggi dapat terjadi pada siapa saja, baik usia tua maupun muda. Maka, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala. Hal ini semakin disarankan jika Anda memiliki faktor risiko terkait, seperti adanya riwayat keluarga yang mengalami kadar asam urat tinggi.

Fakta menyebutkan bahwa asam urat muncul ketika tubuh melakukan metabolisme terhadap purin ― suatu zat yang secara normal terdapat di dalam tubuh manusia, dan bisa didapatkan dari makanan tertentu seperti daging sapi, jeroan, emping, dan makanan laut.

Secara normal, asam urat akan terlarut dalam darah dan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. Namun, ketika terdapat terlalu banyak asam urat di dalam tubuh, atau ketika ginjal hanya membuang sedikit asam urat, yang terjadi kemudian adalah penumpukan asam urat di dalam darah.

Menurut berbagai studi, penumpukan asam urat di dalam tubuh dapat terjadi akibat adanya suatu penyakit yang mendasari. Beberapa penyakit yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Radang sendi (artritis gout)

Artritis gout terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi-sendi tubuh, paling sering pada sendi jari jempol kaki.

Berikut adalah gejala-gejala yang umum terjadi:

  • Nyeri hebat pada sendi. Sendi-sendi yang paling sering terkena adalah sendi besar, seperti sendi ibu jari, lutut, siku, dan pergelangan tangan. Sendi yang terlibat umumnya hanya 1 sendi, namun bisa juga terjadi pada beberapa sendi sekaligus.
  • Terdapat gejala penyerta, seperti sendi tampak membesar dari ukuran normal (bengkak), disertai kemerahan, serta terasa hangat saat diraba.
  • Jangkauan gerak sendi menjadi terbatas.
  • Tanpa pengobatan, nyeri bisa menyerang sendi-sendi lain. Keluhan juga akan semakin berat dari waktu ke waktu.

2. Batu ginjal

Batu ginjal, atau dalam bahasa medis disebut nefrolitiasis, merupakan kondisi terbentuknya kristal mineral di dalam saluran kemih. Padatan mineral ini dapat terjadi akibat gumpalan asam urat, bersifat keras seperti batu, dan mampu mengganggu aliran urine.

Berikut adalah beberapa karakteristik gejala yang disebabkan oleh batu ginjal:

  • Nyeri hebat di pinggang dan punggung, di bawah tulang iga
  • Nyeri pinggang terasa menjalar ke area perut bawah dan selangkangan
  • Nyeri pinggang dapat hilang sebentar, kemudian muncul lagi
  • Teras nyeri saat berkemih
  • Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat
  • Urine keruh dan berbau menyengat
  • Mual dan muntah saat nyeri muncul
  • Wajah pucat dan tangan terasa dingin

3. Penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik

Sebuah penelitian meta-analisis telah menunjukkan bahwa lonjakan nilai asam urat berkaitan dengan peningkatan kejadian penyakit arteri koroner dan kematian akibat penyakit tersebut. Studi epidemiologi lain juga menunjukkan bahwa kadar asam urat darah merupakan faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke, terutama pada penderita hipertensi dan diabetes.

Senada dengan itu, hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang dengan kadar asam urat darah yang tinggi memiliki risiko 1,6 kali lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik. Ini adalah sekumpulan kondisi yang terjadi bersamaan, terdiri dari hipertensi, peningkatan gula darah, kadar lemak berlebih di sekitar pinggang, serta level kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.

Itulah beberapa penyakit yang diketahui berkaitan dengan asam urat tinggi. Mengetahui hal ini, diharapkan Anda bisa lebih perhatian terhadap kadar asam urat di dalam tubuh. Jangan enggan untuk melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala, Apalagi jika Anda memang tak ingin berakhir mengalami penyakit berbahaya.

(NB/ RVS)