Efek Cuaca Dingin terhadap Jantung dan Pembuluh Darah

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 01 Apr 2019, 08:00 WIB
Seperti dikisahkan dalam film “Arctic”, cuaca dingin ternyata berefek terhadap jantung dan pembuluh darah. Baca ulasan lengkapnya di sini.
Efek Cuaca Dingin terhadap Jantung dan Pembuluh Darah (Pop Paul Catalin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sudah nonton film “Arctic” yang baru rilis beberapa waktu lalu? Film ini bercerita tentang seorang pria (dibintangi oleh aktor Mads Mikkelsen) yang terdampar di Kutub Utara alias Arktik akibat kecelakaan pesawat terbang yang dialaminya. Dalam kondisi suhu ekstrem, ia harus berjuang dan bertahan hidup. Nah, kini saatnya menilik dari sudut pandang medis. Ternyata, cuaca dingin, apalagi yang ekstrem, memiliki efek terhadap jantung dan pembuluh darah.

Berawal dari hipotermia

Secara umum, cuaca dingin yang ekstrem menyebabkan tubuh mengalami hipotermia. Kondisi ini adalah penurunan suhu tubuh akibat hilangnya panas tubuh, serta ketidakmampuan tubuh menghasilkan panas yang cukup untuk menjalankan metabolisme sebagaimana mestinya. Adanya angin dingin yang kencang dapat memperberat kondisi, karena bisa secara cepat menghilangkan panas tubuh.

Pada manula, efek cuaca dingin ekstrem bisa berakibat lebih buruk. Ini karena lapisan lemak di bawah kulit yang sudah menipis. Padahal, kelompok usia ini telah mengalami penurunan kemampuan untuk menilai suhu di sekitarnya. Akibatnya, mereka bisa mengalami hipotermia tanpa mereka sadari.

Ketahanan sistem kekebalan tubuh akan berkurang dalam cuaca dingin. Kondisi tersebut memudahkan penyebaran virus. Tak hanya itu, ancaman juga bisa datang dari adanya luka. Aliran darah yang melambat akan menyebabkan kurangnya oksigen, nutrisi, dan kekebalan tubuh di lokasi luka, sehingga proses penyembuhan lebih lambat.

Gejala hipotermia dapat terlihat ketika orang tersebut menggigil, cenderung mengantuk, sulit melakukan gerakan tubuh yang membutuhkan keseimbangan, atau gerak motorik halus seperti mengancingkan baju atau gerakan sederhana seperti membuka sarung tangan. Selain itu, orang yang mengalami hipotermia akan terlihat bingung, sulit berkonsentrasi, serta reaksi yang lambat. Karena bisa terjadi dehidrasi, kulit pun menjadi kering dan mudah iritasi atau pecah-pecah.

Ujung-ujung jari akan terasa nyeri, sendi-sendi kaku, sehingga makin sulit untuk digerakkan. Cairan sendi tulang akan lebih kental dan mudah meradang, dan terkadang menyebabkan bengkak yang disertai nyeri.

Pada kondisi frostbite, awalnya ujung jari akan terasa seperti ditusuk-tusuk jarum kecil, lalu kemudian terlihat pucat dan keras. Jika semakin parah, jari-jari akan kehilangan rasa sentuhan.

1 of 3

Efek cuaca dingin terhadap kesehatan jantung

Untuk menjaga suhu tubuh, jantung akan memompa darah lebih banyak. Ini menjadikan detak jantung makin cepat, tekanan darah pun meningkat.

Dalam cuaca dingin, seseorang yang sudah memiliki masalah jantung perlu waspada. Ini karena perubahan cuaca menjadi dingin menyebabkan jantung bekerja lebih keras, pembuluh darah cenderung mengecil, sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. Padahal, aliran darah ke otot jantung ini berfungsi untuk menghantarkan oksigen dan nutrisi bagi sel-sel otot, yang kemudian bekerja untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Bagi seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah jantung, cuaca dingin dapat memicu serangan jantung. Hal ini mungkin saja terjadi selama musim dingin di negara-negara Eropa, atau cuaca dingin yang ekstrem seperti di Arktik atau Antartika.

Efek cuaca dingin terhadap pembuluh darah

Dalam cuaca dingin, utamanya yang ekstrem, pembuluh darah akan menguncup (istilah medisnya vasokontriksi) untuk memprioritaskan kehangatan suhu inti tubuh di bagian dada dan kepala. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah akan berkurang pada ujung-ujung jari.

Selain itu, kondisi di atas akan meningkatkan tekanan darah, sehingga tubuh secara alami berusaha untuk mengurangi tekanan tersebut dengan cara mengurangi volume darah melalui urine. Itulah kenapa seseorang yang kedinginan akan merasa ingin berkemih lebih sering.

Pada perokok yang pembuluh darahnya sudah mengalami peradangan, penguncupan pembuluh darah di ujung jari ini menyebabkan kebiruan hingga kematian sel, sehingga terlihat seperti membusuk. Pada seseorang dengan kondisi medis tertentu seperti penderita penyakit autoimun, atau orang-orang tertentu yang peka, ujung-ujung jari ini bisa membiru lebih cepat.

Selain itu, seseorang dengan penyakit Raynaud, cuaca dingin dapat menyebabkan reaksi berlebihan berupa penyempitan pembuluh darah pada ujung jari secara tiba-tiba. Ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.

2 of 3

Tips menjaga tubuh tetap hangat

Memang Indonesia tidak sedingin Arktik, pun tidak sedingin negara-negara yang punya musim gugur dan musim dingin, tetapi tips ini bisa Anda terapkan jika Anda berencana mengunjungi negara-negara yang terkenal dengan musim dingin. Sebagai contoh adalah Islandia, tempat pengambilan lokasi film “Arctic”.

  • Kenakan pakaian berlapis, longgar, dan kering agar dapat menyimpan udara hangat di sekeliling tubuh.
  • Gunakan syal dan topi untuk melindungi diri dari angin yang dapat menghilangkan panas tubuh.
  • Aktivitas secukupnya untuk menghangatkan tubuh boleh saja, tetapi usahakan untuk tidak berkeringat secara berlebihan. Kondisi ini bisa bikin suhu tubuh makin menurun, apalagi jika baju sampai basah.
  • Ingatlah untuk selalu minum. Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh juga bisa terjadi pada cuaca dingin dan sama berbahayanya dengan cuaca panas.

Film “Arctic” benar-benar menggambarkan dengan baik respons tubuh yang terjadi seseorang berhadapan dengan cuaca dingin yang ekstrem, termasuk efeknya terhadap jantung dan pembuluh darah.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓