Gangguan Tidur Bisa Picu Stres, Benarkah?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 02 Apr 2019, 11:00 WIB
Stres bisa disebabkan oleh banyak hal. Apakah gangguan tidur adalah salah satunya?
Gangguan Tidur Bisa Picu Stres, Benarkah? (Sam Wordley/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasa lelah setelah bangun tidur? Atau sepanjang hari Anda merasa mengantuk padahal sudah cukup tidur? Jika ya, itu bisa jadi salah satu tanda awal dari gangguan tidur. Lebih lanjut, gangguan tidur yang tak tertangani dengan baik bisa berujung pada masalah kesehatan lainnya, termasuk stres.

Gangguan tidur adalah suatu kumpulan kondisi yang memengaruhi jumlah, kualitas, atau waktu tidur. Seseorang dengan gangguan tidur dapat mengeluh kesulitan untuk memulai waktu tidur dan/atau mempertahankan tidur. Untuk menentukan diagnosis apakah seseorang mengalami gangguan tidur, gejala harus bertahan setidaknya satu bulan.

Secara garis besar, gangguan tidur dibagi menjadi dua, yaitu disomnia dan parasomnia:

  • Disomnia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gangguan jumlah, kualitas, atau waktu tidur, dan berhubungan dengan faktor emosional. Hipersomnia dan insomnia termasuk ke dalam kelompok disomnia.
  • Sedangkan parasomnia adalah adanya peristiwa yang abnormal selama masa tidur dan terjadi secara berulang. Mimpi buruk adalah salah satunya.

Gangguan tidur dan stres memang dapat berhubungan satu sama lain. Jika berlangsung lama, gangguan tidur bisa menimbulkan stres. Dan stres yang persisten juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Sangat normal untuk mengalami stres pada waktu tertentu, misalnya karena pekerjaan. Namun, Anda perlu segera mengelolanya agar tidak berkepanjangan serta memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Untuk membantu menanggulangi masalah tidur, Anda dapat melakukan beberapa kiat di bawah ini:

  1. Mengubah kebiasaan

Mengubah kebiasaan, seperti membatasi konsumsi kafein dan alkohol, dipercaya dapat mengurangi masalah gangguan tidur. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dalam keseharian. Selain itu, hindari begadang terlalu sering karena dapat mengganggu siklus tidur seseorang.

Selain itu, untuk membantu memaksimalkan tidur, Anda dapat menggunakan penutup mata, mematikan lampu kamar, dan menghindari bermain ponsel atau menonton televisi sebelum tidur.

  1. Berolahraga secara rutin

Rutin berolahraga dapat memperbaiki kualitas tidur seseorang. Dengan berolahraga, secara tidak langsung tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat mengurangi stres dan membuat diri Anda lebih bahagia. Tentunya, jika Anda bahagia, tidur pun akan menjadi lebih mudah.

 

Anda dapat melakukan olahraga yang disukai supaya lebih semangat. Sebaiknya pilih olahraga intensitas sedang sampai tinggi, seperti lari selama 30 menit ataupun yoga. 

  1. Meditasi

Berlatih meditasi secara teratur dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat membantu meningkatkan kesehatan mental seseorang, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas tidur. Lakukanlah meditasi 30 menit sebelum tidur untuk membuat tubuh dan jiwa lebih rileks.

  1. Bicara kepada dokter

Jangan malu untuk berbicara kepada dokter jika memang Anda merasa memiliki gangguan tidur. Gangguan tidur bukanlah masalah yang sepele. Terkadang kondisi ini membutuhkan terapi tertentu, seperti terapi kognitif perilaku, terapi kontrol stimulus, dan penggunaan obat-obatan.

Gangguan tidur dapat menyerang siapa saja, dan bisa mengganggu kesehatan fisik maupun mental jika dibiarkan berlarut-larut. Dukungan dari orang sekitar dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar seseorang dapat melewati kondisi tersebut. Konsultasikan sedini mungkin dengan dokter agar gangguan tidur Anda tidak menghambat kualitas hidup, termasuk meningkatkan risiko stres.

[RS/ RVS]