Menilik Efektivitas Kalender Masa Subur untuk Kehamilan

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 03 Apr 2019, 15:00 WIB
Jika ingin hamil, lakukanlah hubungan seks saat sedang masa subur, yang bisa diketahui lewat kalender masa subur. Seberapa efektifkah?
Menilik Efektivitas Kalender Masa Subur untuk Kehamilan (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua pasangan yang telah menikah pasti ingin memiliki anak. Karenanya, tak jarang banyak pula pasangan yang gelisah apabila tidak bisa hamil dalam bulan-bulan awal pernikahan, apalagi jika sudah berhubungan seks secara rutin. Untuk mencapai salah satu keinginan ini, kalender masa subur bisa digunakan untuk mengetahui masa subur dan ovulasi wanita. Namun, seberapa besar efektivitasnya?

Jika ingin hamil, bukan cuma soal seks yang harus dilakukan secara rutin, tetapi juga harus dilakukan saat wanita sedang dalam masa subur. Kehamilan hanya dapat terjadi apabila sel sperma berhasil membuahi sel telur. Oleh karena itu, perlu dipastikan ada waktu sel sperma dan sel telur ada di dalam saluran reproduksi, sehingga bisa bertemu. Masa inilah yang dikenal sebagai masa subur.

Waktu yang tepat untuk berhubungan seks agar terjadi kehamilan

Pada wanita, sel telur akan keluar dari indung telur (ovarium) satu kali setiap siklud haid. Kondisi ini disebut sebagai ovulasi. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 12-24 jam. Nah, selama jangka waktu inilah sel telur bisa dibuahi sel sperma, sehingga terjadi kehamilan.

Di sisi lain, masa hidup sel sperma tak sama dengan sel telur. Pada umumnya, masa hidup sperma adalah lima hari. Meski demikian, masing-masing pria memiliki jangka waktu hidup sperma yang bervariasi, antara 2-7 hari.

Walaupun masa ovulasi hanya satu hari, atau bahkan bisa kurang, masa subur wanita tak terbatas hanya pada hari ovulasi tersebut. Ini karena sel sperma bisa hidup lebih lama, sehingga jika berhubungan seks sebelum ovulasi, maka sel sperma bisa tinggal di dalam saluran reproduksi wanita dan membuahi sel telur di kemudian hari. Jadi, masa subur Anda juga bergantung pada masa hidup sel sperma pasangan.

Secara teori, Anda memiliki kemungkinan hamil apabila berhubungan dalam rentang waktu lima hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi. Namun, masa seorang wanita paling subur adalah tiga hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi.

Berhubungan intim sedekat mungkin dengan waktu ovulasi meningkatkan kemungkinan hamil seseorang, misalnya saja:

  • Jika berhubungan intim enam hari atau lebih sebelum ovulasi, kemungkinan hamil hampir nol.
  • Jika berhubungan intim lima hari sebelum ovulasi, kemungkinan hamil kurang lebih sepuluh persen.
  • Jika berhubungan intim saat hari ovulasi atau dua hari sebelumnya, kemungkinan hamil kurang lebih 30 persen.

Nah, inilah kenapa memiliki kalender masa subur penting untuk menentukan kapan hari-hari seorang wanita subur, sehingga hubungan seks bisa dilakukan pada waktu yang tepat.

Meski demikian, berbagai kemungkinan di atas juga bisa dipengaruhi oleh kesuburan dan kualitas sel telur dan sel sperma, yang mana keduanya bisa dipengaruhi oleh usia.

Pada wanita, kesuburan paling baik adalah saat berusia 30 tahun ke bawah. Setelah usia 30 tahun, kesuburan mulai menurun dan semakin menurun secara signifikan setelah usia 35 tahun. Saat berusia 40 tahun, kesuburan seorang wanita diperkirakan hanya setengah dari kesuburannya saat berusia 30 tahun. Pria di atas usia 40 tahun juga lebih sulit memperoleh keturunan dibandingkan saat berusia lebih muda.

Jika Anda berencana memiliki keturunan, langkah terbaik yang dapat anda lakukan adalah menentukan masa subur, salah satunya adalah dengan menggunakan kalender masa subur dan hitungan berdasarkan siklus haid. Selain itu, Anda juga perlu mengenali ciri-ciri tubuh yang sedang dalam masa subur atau membeli ovulation kit, yaitu alat yang bisa mendeteksi ovulasi. Pada kebanyakan pasangan yang subur, kehamilan biasanya terjadi dalam rentang satu tahun. Namun, jika tidak, jangan berkecil hati dan terus berusaha, ya! Jika perlu, ajak pasangan berkonsultasi dengan dokter.

(RN/ RVS)