Pria Juga Bisa Kena Gangguan Makan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 02 Apr 2019, 16:30 WIB
Jangan menganggap bahwa gangguan makan hanya terjadi pada wanita. Nyatanya, pria juga bisa mengalami masalah tersebut.
Pria Juga Bisa Kena Gangguan Makan (Tommaso79/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, gangguan makan selalu dikaitkan dengan wanita. Beberapa gangguan makan yang terkenal adalah bulimia dan anoreksia nervosa. Faktanya, gangguan makan juga bisa dialami oleh pria, baik itu anak-anak maupun pria dewasa. 

Gangguan makan pada pria pertama kali tercatat pada abad ke-16, tepatnya pada 1689. Saat itu, dokter asal Inggris, Richard Morton, mencatat dua kasus anoreksia nervosa pada satu pasien pria. Kemudian pada 1874, Ernest Charles Lasegue dan Sir William Gull membuat laporan kasus lain tentang pria dengan anoreksia nervosa.

Setelah kasus-kasus awal tersebut, pria dengan gangguan makan dianggap "langka" sampai tahun 1972 ketika Peter Beaumont dan rekannya melakukan penelitian tentang anoreksia nervosa pada pria. Tapi sekarang, banyak sekali penelitian tentang pengobatan gangguan makan yang tidak melibatkan subjek pria.

Bahkan menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV-TR (edisi terbaru), satu persyaratan utama untuk diagnosis anoreksia nervosa adalah amenore atau hilangnya periode menstruasi. Pria secara fisiologis tidak mampu memenuhi syarat untuk diagnosis anoreksia nervosa.

Gangguan makan pada pria

Melansir Verywell Mind, proporsi total pria dengan gangguan makan tidak diketahui secara pasti. Statistik yang lebih lama menyebutkan 10 persen, tetapi mengingat keengganan pria dengan gangguan makan untuk mengakui bahwa mereka memiliki masalah tersebut, sebagian besar ahli percaya angkanya lebih tinggi.

The National Association for Males with Eating Disorders memperkirakan bahwa 25 hingga 40 persen orang dengan gangguan makan adalah pria.

Di antara gangguan makan lainnya, pria memiliki representasi yang relatif lebih banyak dalam kategori binge-eating disorder dan Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID). Statistik menunjukkan bahwa sekitar 40 persen orang dengan gangguan binge-eating adalah pria.

Perbedaan gangguan makan pria dan wanita

Ada beberapa perbedaan antara gangguan makan pria dan wanita. Pria dengan gangguan makan cenderung berusia lebih tua, memiliki masalah kejiwaan lainnya (seperti kecemasan, depresi, dan penggunaan narkoba), dan pernah melakukan percobaan bunuh diri. Selain itu, pria dengan kelainan makan biasanya memiliki masalah kelebihan berat badan.

Di samping anoreksia, bulimia, dan binge eating, bentuk gangguan makan lainnya pada pria adalah dismorfia otot. Pada dismorfia otot, pria terobsesi dengan bentuk tubuh yang kekar dan berotot. Gejala utama dari dismorfia otot adalah rasa takut karena tidak cukup berotot.

Di sisi lain, ada yang menyebut bahwa kebanyakan pria dengan gangguan makan adalah gay. Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan bahwa lebih tinggi pria gay daripada pria heteroseksual yang didiagnosis anoreksia nervosa. Berdasarkan studi ini, sering diasumsikan pria dengan gangguan makan adalah gay.

Faktanya, sebagian besar pria dengan kelainan makan adalah heteroseksual. Satu studi menemukan sedikit hubungan antara orientasi seksual dan kejadian gangguan makan.

Menurut dr. Melyarna Putri, MPH, M.Gizi, dari KlikDokter, penting sekali untuk mengobati segala bentuk gangguan makan hingga tuntas. Bentuk terapi yang dapat dilakukan untuk menangani gangguan makan adalah obat-obatan dan konseling. “Misalnya pada terapi kognitif dan perilaku, pasien akan dibantu untuk menghilangkan pikiran negatif terhadap makanan, terhadap tubuhnya, dan terhadap diri sendiri,” jelasnya.

Gangguan makan memang bisa terjadi pada pria. Hanya saja, pria dengan kelainan makan lebih tertutup dengan masalah kesehatannya sehingga sulit terdeteksi. Bagi para pria, Anda harus sadar mengenai gangguan makan ini. Jika Anda merasa mengalaminya, demi kebaikan Anda segera periksakan diri ke dokter.

[RS/ RVS]