Radang Tenggorokan atau Difteri? Kenali Bedanya!

Meski punya kemiripan, radang tenggorokan dan difteri adalah dua penyakit yang berbeda. Kenali perbedaannya di sini.
Radang Tenggorokan atau Difteri? Kenali Bedanya!

Klikdokter.com, Jakarta Sempat hampir menghilang di Indonesia, akhir-akhir ini difteri kembali muncul akibat cakupan imunisasi difteri yang menurun. Mirip seperti radang tenggorokan, difteri juga menyerang bagian tenggorokan. Akan tetapi, meski punya kemiripan, mereka adalah dua penyakit yang berbeda.

Perbedaan kedua penyakit ini sangat spesifik, sehingga sangat sulit untuk dibedakan, seperti Penyebab dan gejala, keduanya hampir sama, dan bedanya terlihat sangat spesifik. Berikut Penjelasan perbedaan antara radang tenggorokan dan difteri.

 

1 dari 3

Perbedaan Penyebab Difteri dan Radang Tenggorokan

Ilustrasi Seorang Dokter sedang Periksa Difteri atau Radang Tenggorokan
loading

Dari sisi penyebabnya, radang tenggorokan dan difteri sungguh berbeda. Radang tenggorokan dan difteri umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri.

Beberapa virus yang sering menjadi penyebab radang tenggorokan misalnya Rhinovirus, Influenza, dan Adenovirus. Adapun bakteri penyebab radang tenggorokan adalah Streptococcus beta-hemolytic group A, Haemophilus influenza type b, Mycoplasma, dan Chlamydia pnemoniae.

Sedangkan penyakit difteri hanya disebabkan oleh satu jenis kuman, yaitu Corynebacterium diphtheria.

Artikel Lainnya: Bayi Sering Menangis dan Menjerit Rentan Radang Tenggorokan?

 

2 dari 3

Perdedaan dari Sisi Gejala

Wanita Mengalami Nyeri Tenggorokan
loading

Selanjutnya, bagaimana perbedaan gejala radang tenggorokan dan difteri? Simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Nyeri tenggorokan

Radang tenggorokan dan difteri menyerang tenggrokan sehingga dapat menyebabkan nyeri di bagian tenggorokan. Sekitar 85-90 persen penderita difteri mengalami nyeri tenggorokan. Namun demikian, yang membedakannya dengan radang tenggorokan, nyeri tenggorokan pada difteri biasanya disertai ingus berwarna putih bercampur nanah.

  1. Demam dan nyeri kepala

Demam juga merupakan salah satu gejala yang dapat terjadi pada penderita radang tenggrokan dan difteri. Demam terjadi pada 50-85 persen orang yang mengalami infeksi difteri.

Selain demam, penderita radang tenggorokan dan difteri juga dapat mengalami nyeri kepala dan rasa tidak enak badan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa berbeda dengan demam yang disebabkan oleh radang tenggorokan, demam pada difteri biasanya tidak setinggi demam yang terjadi pada radang tenggorokan.

  1. Adanya pseudomembran

Ini merupakan gejala yang khas dari infeksi difteri yang paling membedakannya dari radang tenggorokan. Infeksi difteri pada saluran napas menyebabkan terbentuknya selaput berwarna putih di daerah jalan napas yang disebut dengan istilah pseudomembran.

Artikel Lainnya: Anak Sakit Radang Tenggorokan, Kapan Harus ke Dokter?

Selaput ini mudah mengelupas dan berdarah. Jika penyakit difteri tidak segera ditangani, pseudomembran ini akan menyebabkan sumbatan jalan napas sehingga menimbulkan sesak napas hingga berakibat kematian.

Sementara itu, pada radang tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus, dapat ditemui bercak-bercak putih pada tenggorokan. Namun, bercak ini tidak sama dengan pseudomembran pada difteri. Bercak putih pada tenggorokan akibat infeksi streptokukus tidak mudah mengelupas dan berdarah seperti pseudomembran pada infeksi difteri.

  1. Bull’s neck

Gejala lain dari infeksi difteri adalah bull’s neck, yaitu pembengkakan daerah leher. Pembengkakan ini disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening daerah leher serta pembengkakan jaringan lunak sekitar leher akibat proses peradangan.

Pembengkakan kelenjar getah bening di leher juga dapat ditemukan pada radang tenggorokan biasa. Namun pada radang tenggorokan biasa, pembesaran kelenjar getah bening hanya sebatas teraba. Penderita radang tenggorokan tidak sampai mengalami pembengkakan jaringan di sekitar leher yang menyebabkan bull’s neck seperti pada infeksi difteri.

Baca Juga

Perbedaan antara radang tenggorokan dan diteri sangat sedikit dan terbilang spesifik. Namun jika Anda ragu terkait penyakit yang Anda derita, segera temui dokter agar mendapat pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

[HNS/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Apa Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak?

Info Sehat
03 Apr

4 Kiat agar Tak Ketularan Radang Tenggorokan Saat Naik MRT

Info Sehat
30 Mar

Lawan Radang Tenggorokan dengan Cuka Apel

Info Sehat
30 Mar

Perlu Tahu! 5 Penyakit Ini Bisa Menular Saat Naik MRT

Info Sehat
29 Mar

Bolehkah Vaksin Difteri Saat Haid?

Info Sehat
29 Mar

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk