Pompa ASI Bikin Bentuk Payudara Berubah?

Oleh Hotnida Novita Sary pada 04 Apr 2019, 12:30 WIB
Ketika masa menyusui tiba, banyak ibu menjadi khawatir bentuk payudara mereka akan berubah karena penggunaan pompa ASI.
Pompa ASI Bikin Bentuk Payudara Berubah? (Nadya Chetah/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pompa ASI sering dijadikan solusi bagi ibu bekerja agar dapat tetap optimal memberikan ASI pada bayi mereka. Akan tetapi, muncul opini bahwa penggunaan pompa ASI dapat mengubah bentuk payudara wanita. Benarkah demikian?

Dikutip dari Babyologist, pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan pompa ASI saat masa menyusui menyebabkan bentuk payudara berubah hanyalah mitos. Terkait hal tersebut, dr. Atika Prisilia dari KlikDokter menjelaskan, “Bukan pompa yang menyebabkan perubahan payudara. Bentuk payudara wanita pada dasarnya akan berubah saat hamil dan mulai menyusui.”

Payudara perempuan sudah mengalami perubahan saat menginjak usia kehamilan 13 minggu hingga 1 bulan setelah persalinan. Perubahan tersebut akan terus terjadi hingga Anda melahirkan dan menyusui. Jadi, payudara berubah bukan karena menyusui, tapi pengaruh dari kehamilan.

dr. Atika melanjutkan, bentuk payudara juga akan berubah tergantung kondisi penuh atau tidaknya ASI di dalam payudara. “Payudara wanita saat menyusui itu adalah supply and demand. Jadi setelah dikeluarkan, tubuh akan memproduksi ASI lagi. Dari awalnya kosong, lalu payudara akan penuh terisi ASI kembali.”

Akan tetapi, untuk menjaga bentuk payudara tetap baik, dr. Atika menyarankan para ibu menyusui untuk menggunakan bra khusus menyusui. “Tujuannya agar payudara ibu dapat tersangga dengan baik selama menyusui,” ujar dr. Atika.

Tips penggunaan pompa ASI

Ketika menggunakan pompa ASI pada payudara, Anda juga harus memperhatikan bentuk dan ukuran corong yang sesuai dengan payudara. Dilansir dari Babyologist, pemilihan corong pompa yang tepat akan membantu Anda untuk memompa ASI dengan baik dan maksimal. 

Perhatikan juga bagaimana cara memompa yang benar. “Selain memilih pompa yang sesuai, penting juga bagi ibu merasa nyaman dan tidak merasa sakit saat memompa ASI. Jadi pemilihan pompa ASI yang tepat perlu sangat Anda perhatikan,” kata dr. Atika.

Nah, tiga tips lain yang dinukil dari Babycenter di bawah ini dapat pula membantu Anda:

  • Susui langsung bayi Anda

Ingat, pompa ASI bukanlah opsi utama dalam menyusui bayi Anda. Menyusui anak Anda secara langsung setidaknya selama enam bulan pertama adalah yang terbaik. Berilah ASI kepada anak Anda secara langsung sebanyak mungkin.

Memeluk bayi erat-erat dan menyusuinya secara langsung dapat meningkatkan hormon oksitosin dalam tubuh ibu. Hormon ini bertanggung jawab untuk melancarkan pengeluaran ASI dari tubuh Anda. Semakin besar level oksitosin dalam tubuh Anda, efek mengeluarkan ASI makin besar.

  • Ganti Pompa Tua Anda

Pompa payudara harus diganti setelah 8-10 bulan untuk memastikan bayi Anda mendapat ASI yang tidak terkontaminasi dan bergizi. Pompa payudara yang sudah lama dapat membentuk cetakan di katup yang tidak dapat dijangkau. Akibatnya, pompa tidak dapat dibersihkan secara menyeluruh.

Kondisi tersebut dapat mencemari ASI dan membuat bayi jatuh sakit. Pompa lama juga mungkin tidak bekerja seefektif yang baru. Mekanisme pemompaan semakin lama dapat menjadi tidak efisien. Hal ini dapat menyebabkan produksi ASI lebih sedikit.

  • Konsultasikan dengan Dokter

Bicaralah dengan dokter Anda sebelum menggunakan pompa ASI. Ikuti saran dokter Anda tentang menyusui. Dokter dapat membimbing Anda tentang cara terbaik untuk mempertahankan tingkat pasokan ASI yang memadai saat menggunakan pompa payudara.

Dengan demikian, pompa ASI tidaklah menyebabkan perubahan bentuk payudara. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan penggunaan pompa ASI yang tepat. Anda dapat mengikuti panduan penggunaan pompa ASI yang benar yang terdapat di dalam kardus pompa ASI. Jika belum jelas, Anda dapat melihat video tutorial serta artikel review mengenai pompa ASI yang Anda gunakan. Baca juga artikel bertema sejenis di sini.

[RVS]