Kecanduan Filler, Adakah Efek Negatifnya?

Oleh dr. Valda Garcia pada 05 Apr 2019, 08:30 WIB
Filler diminati karena dapat membuat penampilan lebih muda. Namun, kalau dilakukan terlalu sering dapat berefek negatif.
Kecanduan Filler, Adakah Efek Negatifnya? (Mark Agnor/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Suntik filler adalah salah satu prosedur medis yang cukup banyak diminati seseorang yang ingin memperbaiki penampilan. Prosedur kecantikan non-bedah ini digunakan untuk menambah volume wajah atau bagian tubuh lainnya.

Filler tambah diminati karena dapat membuat penampilan lebih muda. Dengan tindakan ini, garis-garis, kerutan, dan tanda-tanda penuaan di wajah maupun tubuh dapat disamarkan. Tak heran, beberapa orang menjadi kecanduan filler karena efeknya yang cepat dan hasilnya yang tampak natural.

Berdasarkan survei yang dilakukan, terjadi peningkatan permintaan filler yang cepat di dunia seiring dengan peningkatan antusiasme konsumen. American Academy of Aesthetic Plastic Surgeons pada 2016 melaporkan, dalam setahun, hampir 2 juta pasien datang ke ahli bedah plastic untuk memasang filler dengan bahan hyaluronic acid (HA).

Infeksi bisa terjadi

Setelah tindakan filler, sering kali terjadi perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Pada kondisi ini, tidak diperlukan penanganan khusus karena akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, lebih baik jika Anda berkonsultasi kembali dengan dokter untuk memastikan kondisi kulit dan terapi terbaik untuk mengatasinya.

Namun yang perlu diperhatikan, di tengah tingginya antusiasme terhadap filler, terdapat kemungkinan munculnya efek negatif. Hal ini tentu harus menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan tindakan pemasangan filler.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan dermal filler dapat digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu yang terjadi dalam waktu cepat maupun lambat. Beberapa komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi akut, perubahan warna kulit, dan granuloma.

Infeksi dapat muncul di daerah lokasi injeksi yang menimbulkan peradangan. Saat kondisi ini terjadi, sebaiknya segera kembali ke tempat Anda memasang filler.Biasanya, Anda akan diterapi menggunakan antibiotik topikal berupa salep untuk mengatasi infeksi di sekitar kulit.

Selain itu, pada pasien dengan riwayat infeksi virus herpes simpleks, saat melakukan tindakan filler terdapat risiko terjadinya reaktivasi virus sehingga dapat terinfeksi kembali.

Selain bisa terjadi infeksi, efek lainnya adalah granuloma. Granuloma merupakan suatu tonjolan yang muncul akibat proses peradangan. Kondisi ini dapat muncul di lokasi injeksi. Kejadian ini tergolong sangat jarang, tapi sering terjadi dalam waktu yang cukup lambat. Pasien dengan komplikasi granuloma, biasanya memiliki riwayat infeksi virus atau trauma wajah sebelumnya.

1 of 2

Efek filler berulang

Tidak jarang, orang melakukan filler berulang kali karena merasa puas dengan hasil yang diberikan dan ingin memperoleh "lebih". Akan tetapi, kalau terlalu sering, filler dapat meregangkan jaringan di bawah kulit. Kondisi ini justru akan mempercepat proses penuaan.

Ketika filler dilakukan pada usia muda, jaringan yang meregang masih dapat kembali seperti sebelumnya. Namun, seiring bertambahnya usia, jaringan tersebut kehilangan elastisitasnya dan tidak dapat kembali seperti semula.

Filler yang diinjeksikan ke bagian tubuh tertentu lama-kelamaan akan hilang, baik karena diserap tubuh maupun dilarutkan oleh dokter. Kondisi ini akan meninggalkan rongga yang membutuhkan filler lebih banyak untuk tetap mempertahankan bentuknya.

Jika hal tersebut terjadi pada bibir, penampilan bibir akan tampak turun, berkerut, dan berubah. Tindakan operasi pun dibutuhkan untuk memperbaiki bentuk bibir. Hal yang sama juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain yang diberi filler.

Selain berbagai efek negatif pada fisik, melakukan filler berulang juga berisiko memengaruhi kesehatan mental seseorang. Mengubah karakteristik fisik tentu dapat memengaruhi kepribadian seseorang.

Anda akan selalu merasa tidak puas dengan wajah atau bentuk tubuh yang dihasilkan. Anda pun merasa penilaian dari orang sekitar menjadi tuntutan yang harus dipenuhi. Jika dibiarkan, hal ini tentu tidak baik pada kesehatan mental Anda.

Sebelum melakukan prosedur filler kenali dulu keuntungan dan efek samping yang dapat terjadi. Apalagi jika filler dilakukan berulang-ulang hingga mengalami kecanduan, efek negatifnya bisa saja menyerang fisik dan mental. Selain itu, selalu lakukan prosedur filler bersama tenaga profesional dan klinik kecantikan tepercaya demi meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓