Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat

Oleh dr. Andika Widyatama pada 06 Apr 2019, 16:00 WIB
Kadar asam urat di dalam tubuh sudah melewati batas normal? Awas, jangan sampai makanan-makanan berikut memperparah kondisi Anda!
Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat (Chudovska/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah hingga di atas batas normal masih kerap menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi dalam angka kejadian penyakit tidak menular di masyarakat.

Pasalnya, hiperurisemia dapat menyebabkan terjadinya beberapa penyakit, di antaranya seperti gout arthritis (radang sendi asam urat) atau biasa disebut asam urat saja, dan nephrolithiasis (batu ginjal asam urat).

Asam urat dan jenis asupan yang harus dihindari

Asam urat sendiri merupakan hasil akhir dari metabolisme sebuah zat di dalam tubuh yang bernama purin. Pada prinsipnya, tinggi rendahnya kadar asam urat dalam darah dipengaruhi oleh peningkatan produksi asam urat atau adanya gangguan pengeluaran asam urat di dalam tubuh.

Kadar normal asam urat berkisar antara 3,4-7,0 mg/dL pada pria dan 2,4-6,0 mg/dL pada wanita. Namun, nilai tersebut bisa berbeda-beda, tergantung standar baku yang digunakan pada masing-masing laboratorium.

Selain diproduksi secara alami dalam tubuh, purin juga dapat berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Dengan demikian, sangat penting bagi seseorang yang mengalami hiperurisemia atau asam urat untuk menghindari beberapa makanan yang dapat memperparah kondisinya.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang patut Anda hindari.

  • Makanan tinggi purin

Makanan yang memiliki kadar purin tinggi seperti jeroan, daging sapi, daging kambing, ikan tuna, ikan sarden, dan udang tentu saja harus dihindari penderita asam urat. Sebagai gambaran, berbagai makanan tersebut dapat mengandung sekitar 100-500 mg purin dalam setiap porsi berukuran 100 gram.

  • Makanan dengan kadar lemak tinggi

Di samping makanan tinggi purin, penderita asam urat juga dianjurkan untuk membatasi asupan makanan tinggi lemak yang dapat menghambat proses pengeluaran asam urat dari ginjal.

Beberapa makanan tinggi lemak yang dimaksud seperti produk olahan susu yang tinggi lemak, daging berlemak, santan, atau minyak kelapa.

  • Alkohol

Konsumsi asupan yang beralkohol juga berpotensi meningkatkan kadar asam urat tubuh. Minuman seperti bir memiliki kandungan purin yang tinggi. Parahnya, minuman beralkohol juga dapat menghambat proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

  • Mengandung pemanis

Konsumsi beberapa makanan dan minuman dengan pemanis seperti permen, minuman bersoda, jus buah, atau pun sereal berpemanis sebaiknya dibatasi oleh penderita asam urat. Jika makanan dan minuman tersebut dikonsumsi secara berlebihan, maka berpotensi meningkatkan risiko terjadinya asam urat.

1 of 2

Anda memiliki asam urat? Perhatikan ini!

Anda memiliki asam urat? Perhatikan ini! (WMaireche/Shutterstock)
Anda memiliki asam urat? Perhatikan ini! (WMaireche/Shutterstock)

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asam urat dalam memilih asupan sehari-hari adalah pastikan membatasi asupan yang tinggi kalori karena dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

Selain itu, jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan minum air putih 2 liter per hari untuk memaksimalkan fungsi ginjal dalam pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

Di samping asupan makanan di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi kondisi penderita asam urat, yaitu:

  • Riwayat mengalami asam urat dalam keluarga
  • Mengalami penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, atau hipotiroid
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Terdapat riwayat keluarga mengalami gout artritis
  • Penggunaan beberapa obat seperti tiazid atau aspirin
  • Paparan pestisida

Nah, jadi bagi Anda yang sudah menderita asam urat, tentu harus lebih berhati-hati dalam memilih asupan yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan lonjakan kadar asam urat. Selain itu, pastikan kadar asam urat dalam tubuh terkontrol dengan memeriksakan diri ke dokter secara rutin.

Waspadalah, asam urat yang tidak terkontrol dapat membawa Anda ke berbagai komplikasi penyakit. Tentu saja Anda tidak mau mengalami kondisi semacam itu, kan?

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓