Kondisi yang Tidak Diperbolehkan Mendapatkan Vaksin Difteri

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 20 May 2020, 11:18 WIB
Meski vaksin difteri sangat penting, ada beberapa kondisi yang tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Berikut kondisi yang tidak boleh diimunisasi difteri.
Kondisi yang Tidak Diperbolehkan Mendapatkan Vaksin Difteri

Klikdokter.com, Jakarta Demi menjaga kekebalan tubuh dari penyakit, anak-anak diharuskan untuk menerima imunisasi. Salah satu jenis yang penting adalah imunisasi difteri. Tapi, tahukah Anda bahwa ada kondisi yang tidak boleh menerima imunisasi difteri?

Apa Itu Penyakit Difteri?

Sebelum membahas mengenai kondisi yang tidak boleh mendapat vaksin difteri, mari mengenal penyakit difteri terlebih dahulu.

Difteri ialah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini akan menyerang membran mukosa pada tenggorokan dan hidung.

Bila tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan banyak komplikasi kesehatan lainnya.

Penyakit difteri dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak dengan objek-objek yang memiliki bakteri pada permukaannya, seperti gelas, meja, atau tisu bekas.

Selain itu, bakteri ini dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi saat ia bersin, batuk, atau membuang ingus.

Walaupun orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda atau gejala, ia tetap dapat menyebarkan infeksi hingga enam minggu setelah infeksi pertama.

Bakteri difteri biasanya menyerang hidung dan tenggorokan. Sekali terkena infeksi, bakteri akan mengeluarkan zat berbahaya yang disebut toksin.

Toksin akan menyebar melalui pembuluh darah, dan sering menyebabkan selaput tebal berwarna abu-abu pada hidung, tenggorokan, lidah, dan saluran pernapasan. Ini yang akan membuat bernapas dan menelan menjadi sulit.

Pada beberapa kasus, toksin dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh lainnya, seperti jantung, otak, dan ginjal. Kerusakan ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti infeksi otot jantung, kelumpuhan, dan gagal ginjal.

Artikel lainnya: Adakah Efek Samping Imunisasi Difteri?

1 of 2

Kondisi yang Tidak Diperbolehkan Mendapatkan Vaksin Difteri

Penyakit difteri dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi difteri sudah masuk ke dalam program nasional imunisasi dasar lengkap yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa kondisi khusus yang tidak disarankan menerima vaksin difteri, yaitu:

1. Kondisi Alergi

Vaksin Difteri karena Kondisi Alergi
Vaksin Difteri karena Kondisi Alergi

Siapa pun yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa setelah vaksin difteri, atau alergi terhadap kandungan di dalam vaksin difteri tidak boleh menerima vaksin ini.

Konsultasikan dulu dengan dokter tentang alergi yang dimiliki sebelum menerima vaksin ini.

2. Punya Riwayat Kejang

Apabila memiliki riwayat kejang atau masalah sistem saraf lainnya, lebih baik pertimbangkan sebelum menerima vaksin difteri. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.

3. Mengalami Nyeri Hebat

Ilustasi Vaksin Difteri
Ilustasi Vaksin Difteri

Jika pernah merasa sangat nyeri atau bengkak setelah menerima vaksin tetanus atau difteri, maka berhati-hati bila ingin menerima vaksin difteri. Ada baiknya untuk tidak terburu-buru mendapatkan vaksin tersebut.

Artikel lainnya: Berapa Lama Masa Inkubasi Difteri?

4. Kondisi Guillain-Barré Syndrome

Sindrom Guillain-Barré atau penyakit GBS adalah kondisi yang diakibatkan oleh sistem imun tubuh yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini termasuk jenis yang jarang terjadi.

Bila memiliki kondisi ini, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menerima vaksin difteri.

5. Kondisi Sakit Berat

Berkonsultasi dengan Dokter Ketika Sakit Berat
Berkonsultasi dengan Dokter Ketika Sakit Berat

Kalau Anda atau anak ingin mendapatkan vaksin difteri namun sedang tidak enak badan atau sakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter.

Biasanya, bila hanya sakit ringan seperti pilek, vaksin boleh tetap diberikan. Jika sakit berat, sebaiknya menunggu hingga sudah sembuh.

Beberapa kondisi di atas belum tentu tidak boleh menerima vaksin difteri sama sekali. Sangat disarankan untuk membicarakan kondisi tubuh secara detail sebelum vaksin agar dokter dapat mengambil tindakan yang lebih tepat.

Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan dan bisa menyebabkan kematian bila tidak mendapatkan penanganan yang serius. Perhatikan beberapa kondisi di atas sebelum menerima vaksin.

Apabila Anda merasa ragu dan ingin konsultasi dengan dokter, bisa pakai fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓