Baca Ini Jika Ingin Aman Suntik Botox

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 08 Apr 2019, 11:30 WIB
Suntik botox telah menjadi salah satu tren untuk mempercantik diri. Ingin melakukannya dengan aman? Ini yang mesti diperhatikan!
Baca Ini Jika Ingin Aman Suntik Botox (Olena Yakobchuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan suntik botox sebagai metode kecantikan telah lama dilakukan di Amerika Serikat, lantaran disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2002. Tak heran, suntik botox menjadi terapi nonbedah yang paling populer, dengan lebih dari 6 juta tindakan setiap tahunnya.

Botox atau onabotulinumtoxin A merupakan terapi yang sebenarnya digunakan untuk 3 tujuan utama, yaitu mengontrol kekakuan otot, mengatasi keringat lipat ketiak, dan meningkatkan penampilan. Tujuan lain, berupa mengatasi migrain, juling, gangguan kandung kemih, dan gangguan saluran pembuangan.

Botox yang digunakan dalam bidang kecantikan mengandung toksin botulinum tipe A (bahan aktif), albumin manusia (protein yang ditemukan pada plasma darah manusia), dan natrium klorida. Toksin saraf tersebut diproduksi oleh bakteri yang bernama Clostridium botulinum.

Supaya suntik botox tetap aman

Dalam bidang kecantikan, suntik botox bertujuan untuk melumpuhkan otot sementara waktu, sehingga mampu menyamarkan kerutan dan garis-garis halus. Bagian tubuh yang paling sering mendapatkan prosedur tersebut adalah dahi, sudut mata, dan sudut bibir,

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui suntik botox pada usia 18–65 tahun. Akan tetapi, prosedur tersebut sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Alergi terhadap kandungan yang ada dalam botox
  • Alergi terhadap jenis toksin botulinum lain, atau merasakan efek samping dari penggunaan produk tersebut di masa lalu
  • Mengalami infeksi kulit atau kondisi lain pada area yang hendak disuntik
  • Mengalami penyakit yang memengaruhi otot atau saraf, seperti miastenia gravis
  • Mengalami gangguan pernapasan, seperti asma
  • Mengalami kesulitan saat menelan
  • Mengalami masalah perdarahan
  • Berencana untuk melakukan tindakan pembedahan dalam waktu dekat
  • Memiliki riwayat bedah di wajah
  • Memiliki kelemahan otot dahi
  • Memiliki kelopak mata yang turun
  • Sedang rutin konsumsi obat-obatan, vitamin, atau suplemen

Prosedur suntik botox memakan waktu sekitar 10 menit. Secara normal, Anda akan melihat hasil dari tindakan tersebut dalam beberapa hari. Efek maksimal biasanya akan dirasakan pada 10–14 hari setelah prosedur dilakukan.

Berapa lama efek suntik botox bertahan? Hal ini bervariasi pada tiap orang. Sebab, lama atau tidaknya efek suntik botox dipengaruhi oleh:

  • Usia lebih tua dengan massa otot rendah akan mendapati efek yang lebih cepat hilang dibandingkan mereka yang lebih muda
  • Struktur wajah dan ekspresi
  • Kebiasaan merokok
  • Diet yang tidak tepat
  • Perawatan kulit, facial, mikrodermabrasi
  • Frekuensi paparan matahari
  • Penggunaan botox berulang atau tidak

Pada kebanyakan orang, efek suntik botox dapat bertahan selama 3–4 bulan.

Efek samping suntik botox

Layaknya tindakan medis lain, suntik botox juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang dimaksud, misalnya terasa nyeri pada bagian yang disuntik, terjadi infeksi, radang, bengkak, merah, perdarahan, dan memar. Tak menutup kemungkinan, suntik botox juga menyebabkan kemunculan gejala lain, seperti gatal, mengi, asma, kulit kemerahan, pusing, dan penurunan kesadaran hingga pingsan. Selain itu, kebas, kelopak mata turun, kejang, kedutan otot, mulut kering, kelemahan, nyeri kepala, dan sakit leher juga mungkin terjadi.

Untuk meminimalkan risiko terjadinya berbagai efek samping merugikan, pastikan Anda hanya melakukan suntik botox di klinik yang memiliki tenaga ahli, berpengalaman, profesional, dan bersertifikat. Hindari melakukan suntik botox di sembarang tempat, sekalipun harganya sangat murah.

(NB/ RVS)