Polusi Udara Bisa Bikin Usia Anak jadi Pendek?

Oleh Ayu Maharani pada 08 Apr 2019, 17:00 WIB
Polusi udara tidak boleh diabaikan. Selain memicu sejumlah penyakit, kondisi ini diduga bisa menyebabkan usia anak jadi lebih pendek!
Polusi Udara Bisa Bikin Usia Anak jadi Pendek? (CGN089/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika bicara soal penyebab gangguan kesehatan dan kematian anak di dunia, mungkin yang pertama kali terpikirkan oleh Anda adalah wabah penyakit atau kekurangan gizi. Memang tidak salah. Akan tetapi, menurut laporan terbaru dari State of Global Air (SOGA) 2019, kematian anak di seluruh dunia juga bisa terjadi akibat polusi udara.

Fakta terkini menyebut bahwa polusi udara adalah faktor kelima pemicu kematian anak, yang bahkan lebih tinggi daripada alkohol, kekurangan gizi, serta obat-obatan. Selain itu, polusi udara juga disebut-sebut akan memperpendek usia harapan hidup anak hingga 20 bulan.

India, Pakistan, dan beberapa negara di benua Asia maupun Afrika dianggap yang paling rentan mengalami hal tersebut, karena memiliki kadar partikel penyumbat paru-paru yang tinggi (PM 2.5). Masih digunakannya bahan bakar seperti batu bara serta arang untuk masakan rumahan juga disinyalir berperan pada kondisi tersebut.

Apa itu PM 2.5? Ini merupakan partikel polusi udara berbahaya yang berdiameter lebih kecil dari 2,5 mikrometer, sehingga sangat mudah sekali untuk dihirup oleh manusia, khususnya anak-anak.

Polusi udara di sebagian negara

Meningkatnya beban penyakit akibat polusi udara adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah di negara-negara berkembang. Pasalnya, mereka memerlukan produksi barang yang tinggi demi membangun ekonomi masyarakat. Di sisi lain, tingginya produksi barang dari pabrik-pabrik memicu tingginya pencemaran udara yang merugikan kesehatan masyarakat.

India, Pakistan, dan Bangladesh, misalnya. Dalam satu tahun terakhir, kota-kota di negara tersebut diselimuti awan tebal dan udara beracun selama berhari-hari akibat pembakaran industri. Lebih dari itu, pembakaran bahan bakar pada rumah tangga, debu dari konstruksi, pembangkit listrik batu bara, produksi batu bata, transportasi, dan peralatan bertenaga diesel juga disinyalir menambah keparahan polusi udara di India.

Menurut laporan SOGA, setiap anak yang lahir di wilayah Asia Selatan akan meninggal 30 bulan lebih awal daripada yang seharusnya. Secara global, usia anak-anak tersebut berkurang 20 bulan. Senada dengan itu, polusi udara di negara-negara Afrika, seperti Nigeria dan Kamerun, juga berhasil memotong usia harapan hidup para anak hingga hampir 2 tahun.

Permasalahan polusi udara serupa sebetulnya pernah dialami oleh salah satu negara besar asal Asia Timur, yaitu Cina. Namun kini, Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil menurunkan polusi udara berkat kontrol pemerintah baru yang ketat.

Dikutip dari CNN.com, Cina berhasil menurunkan ⅓ jumlah partikulat berbahaya di 74 kota. Sayangnya, polusi udara rata-rata di Cina masih jauh di bawah standar kualitas udara berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan, India dan Cina dianggap menyumbang lebih dari 50% dari 5 juta kematian global akibat polusi udara.

Terkait fenomena polusi udara, dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter angkat bicara. Menurutnya, polusi udara merupakan kondisi berbahaya yang dapat mengubah susunan genetik dari sistem daya tahan tubuh sehingga membuat seseorang rentan terserang penyakit tertentu. Keadaan ini yang diduga menjadi dasar mengapa polusi udara mampu memperpendek usia harapan hidup.

Guna mencegah terjadinya dampak buruk, dr. Nitish mengatakan bahwa efek negatif polusi udara bisa dinetralkan dengan mengonsumsi vitamin B. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tak ada salahnya bagi Anda untuk meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan antioksidan sebagai “modal” awal mencegah dampak buruk polusi udara.

Jadi, sembari pemerintah menyelesaikan tugasnya untuk mengatasi permasalahan polusi udara di wilayah-wilayah tertentu, Anda sebagai masyarakat bisa meminimalkan dampak buruknya dengan menggunakan masker serta mengonsumsi vitamin B sesuai dosis yang disarankan. Selain itu juga dianjurkan untuk senantiasa menerapkan gaya hidup bersih, aktif, dan sehat untuk Anda dan keluarga – termasuk anak-anak Anda - agar kondisi kesehatan terus terjaga dengan baik.

(NB/ RVS)