Memutihkan Gigi dengan Pasta Gigi Pemutih, Efektifkah?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 09 Apr 2019, 07:45 WIB
Ada beberapa cara dalam melakukan prosedur untuk memutihkan gigi, salah satunya adalah dengan menggunakan pasta gigi pemutih.
Memutihkan Gigi dengan Pasta Gigi Pemutih, Efektifkah? (Rasulov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki gigi yang putih dan bersih adalah impian banyak orang. Salah satu cara yang kerap ditempuh untuk memutihkan gigi adalah dengan melakukan prosedur bleaching. Namun, karena biaya yang cenderung mahal, tak sedikit orang beralih dengan menggunakan pasta gigi pemutih sebagai solusi.

Hal ini dilakukan karena banyak dari mereka yang ingin memiliki gigi putih dan bersih dalam menunjang penampilan mereka. Namun, apakah dengan menggunakan pasta gigi pemutih bisa membuat gigi tampak lebih putih dan bersih?

Dalam kehidupan sehari-hari, menyikat gigi adalah salah satu aktivitas dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Tidak hanya itu, menyikat gigi juga dapat membantu dalam mengembalikan warna putih gigi alami.

Penyebab perubahan warna gigi

Pada dasarnya, penyebab perubahan warna pada gigi terbagi menjadi dua jenis, yaitu faktor instrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik misalnya, perubahan karena adanya suatu penyakit gigi atau penyakit sistemik serta obat-obatan seperti tetracycline.

Adapun, faktor ekstrinsik dapat disebabkan oleh kebersihan rongga mulut yang buruk seperti akumulasi dari plak gigi dan kalkulus, kebiasaan buruk seperti merokok, mengunyah tembakau, atau mengonsumsi kopi dan teh.

Efektif putihkan gigi?

Pasta gigi pemutih terbukti efektif untuk menghilangkan noda dari permukaan gigi. Akan tetapi, tidak semua perubahan warna pada gigi dapat dihilangkan dengan pasta gigi pemutih. Pasta gigi pemutih hanya dapat membersihkan noda-noda ekstrinsik seperti yang ditimbulkan oleh soda, kopi, teh atau rokok.

Salah satu bahan fungsional utama dalam pasta gigi pemutih adalah bahan abrasif. Umumnya, pasta gigi ini dirancang secara efektif untuk menghapus noda-noda ekstrinsik.

Pasta gigi pemutih juga membantu mencegah pembentukan kembali noda tersebut dengan meminimalkan kerusakan struktur dan jaringan dari gigi geligi. Dengan begitu, efek penggunaan pasta gigi tersebut penting untuk diperhatikan.

Beberapa pasta gigi pemutih juga mengandung bahan kimia blue covarine. Bahan ini dapat melekat erat pada permukaan gigi dan menciptakan warna yang tampak lebih putih.

Tips gunakan pasta gigi pemutih

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pasta gigi pemutih sebaiknya digunakan dua kali sehari. Perlu diketahui bahwa hasil belum akan tampak setelah pemakaian pertama.

Anda harus menyikatnya dengan pasta gigi tersebut selama beberapa minggu. Produk yang tidak mengandung blue covarine masih dapat memberikan hasil yang baik.

Setelah digunakan dua kali sehari, pasta gigi pemutih bisa membuat gigi tampak lebih putih dalam waktu 2-6 minggu. Pasta gigi pemutih yang mengandung blue covarine dapat mengurangi tampilan warna kuning pada permukaan gigi. Umumnya, hasil dapat terlihat secara langsung, tetapi tidak dapat bertahan lama seperti prosedur pemutihan gigi lainnya.

Namun, meskipun pasta gigi ini dirancang untuk memaksimalkan pembersihan dan meminimalkan keausan pada lapisan enamel gigi, berhati-hatilah dalam mengikuti rekomendasi pabrik. Pastikan pula, produk yang Anda pilih aman. Ada baiknya, sebelum melakukan prosedur ini Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi.

Jika Anda ingin gigi yang lebih putih, pasta gigi pemutih dapat menjadi pilihan yang efektif untuk menghilangkan noda dari permukaan gigi Anda. Akan tetapi, jika Anda ingin mendapatkan gigi yang putih secara cepat dan bertahan lama, berkonsultasilah dengan dokter gigi Anda untuk mendapatkan perawatan lainnya. Memutihkan gigi tidak bisa Anda capai dengan instan, melainkan dengan perawatan gigi secara rutin.

[HNS/ RVS]