6 Efek Stres pada Kesehatan yang Harus Diwaspadai

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Apr 2019, 13:15 WIB
Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan masalah kesehatan. Berikut beberapa masalah kesehatan yang harus diwaspadai akibat stres.
6 Efek Stres pada Kesehatan yang Harus Diwaspadai (Dean Drobot/Shutterstocks)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa pun bisa mengalami stres. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, stres merupakan reaksi fisik dan mental yang alami terhadap pengalaman baik maupun buruk. Respons tubuh terhadap stres, yakni dengan melepaskan sejumlah hormon dan meningkatkan detak jantung serta laju pernapasan.

Ada banyak penyebab stres, seperti pekerjaan, putus cinta, tekanan di rumah, dan ekonomi. Jika respons stres Anda terus terjadi bahkan meningkat, itu dapat membahayakan kesehatan karena Anda sudah mengalami stres kronis.

Stres kronis dapat menyebabkan berbagai gejala dan memengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Gejala stres kronis meliputi:

  • Sifat lekas marah
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Sakit kepala
  • Insomnia
1 of 3

Waspadai efek stres

Stres bisa berefek pada kesehatan secara serius. Ada beberapa masalah kesehatan yang mesti Anda waspadai akibat stress, antara lain:

  1. Sistem saraf pusat dan sistem endokrin

Sistem saraf pusat di otak bertanggung jawab atas respons tubuh Anda. Di otak Anda, hipotalamus memberi tahu kelenjar adrenalin Anda untuk melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini meningkatkan detak jantung Anda dan mengirim darah mengalir ke daerah-daerah yang paling membutuhkannya dalam keadaan darurat, seperti otot, jantung, dan organ penting lainnya.

Ketika rasa takut yang dirasakan hilang, hipotalamus harus memberitahu semua sistem untuk kembali normal. Jika sistem saraf pusat gagal kembali normal atau jika pemicu stres tidak hilang, respons akan berlanjut. Menurut dr. Theresia, Anda mungkin juga akan mengalami sakit kepala atau insomnia.

  1. Sistem pernapasan dan kardiovaskular

Stres dapat memengaruhi sistem pernapasan dan kardiovaskular Anda. Selama respons stres, Anda bernapas lebih cepat dalam upaya untuk dengan cepat mendistribusikan darah yang kaya oksigen ke tubuh Anda. Jika Anda sudah memiliki masalah pernapasan, seperti asma atau emfisema, stres dapat membuat Anda lebih sulit bernapas.

Sementara, jantung Anda juga akan memompa lebih cepat dari biasanya jika Anda stres. Pada akhirnya, hormon stres mengakibatkan kontraksi pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Stres kronik juga membuat jantung Anda bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

  1. Sistem pencernaan

Ketika stres, lever akan menghasilkan gula darah (glukosa) yang biasanya bisa meningkatkan energi Anda. Gula darah yang tak terpakai akan kembali diserap oleh tubuh. Bahayanya, jika Anda mengalami stres berkepanjangan, tubuh tidak mampu lagi menyimpan glukosa yang berlebih. Anda pun dapat mengalami peningkatan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Di sisi lain, dilansir dari Healthline, aliran hormon, pernapasan cepat, dan peningkatan denyut jantung juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Anda kemungkinan besar mengalami mulas atau refluks asam karena peningkatan asam lambung. Stres juga dapat memengaruhi cara makanan bergerak ke seluruh tubuh Anda, yang menyebabkan diare atau sembelit. Anda mungkin juga mengalami mual, muntah, atau sakit perut.

2 of 3

Selanjutnya

  1. Sistem otot

Otot-otot Anda tegang untuk melindungi diri dari cedera ketika Anda stres. Otot-otot Anda kemudian cenderung meregang lagi setelah Anda rileks. Namun jika Anda terus-menerus stres, otot Anda mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk rileks. Otot-otot yang kencang menyebabkan sakit kepala, sakit punggung dan bahu, dan tubuh terasa sakit.

  1. Sistem kekebalan

Stres merangsang sistem kekebalan tubuh atau imunitas Anda. Stimulasi ini dapat membantu Anda menghindari infeksi dan menyembuhkan luka. Namun seiring waktu, hormon stres akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan mengurangi respons tubuh Anda terhadap "benda-benda" asing yang masuk ke dalam tubuh.

Orang-orang yang mengalami stres kronis juga lebih rentan terhadap penyakit virus seperti flu dan pilek, serta infeksi lainnya. Stres dapat meningkatkan waktu yang Anda perlukan untuk pulih dari sakit atau cedera.

  1. Sistem seksualitas dan reproduksi

Stres sangat melelahkan bagi tubuh dan pikiran. Bukan hal yang aneh ketika stres membuat Anda kehilangan gairah dalam berhubungan seks. Pada pria, stres tetap membuat mereka memproduksi hormon testosteron. Namun, jika stres berlanjut untuk waktu yang lama, kadar testosteron pria dapat mulai turun.

Hal ini dapat mengganggu produksi sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Stres kronis juga dapat meningkatkan risiko infeksi pada organ reproduksi pria seperti prostat dan testis.

Itulah enam efek stres bagi kesehatan dan tubuh Anda. Jadi, ketika mengalami stres, kelola stres Anda sebaik mungkin agar tidak berkepanjangan. Ingat, stres berkepanjangan dapat merusak kualitas kesehatan Anda.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓