Awas, Olahraga Ini Rentan Akibatkan Parkinson

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Apr 2019, 14:20 WIB
Olahraga memang menyehatkan. Namun, ada beberapa jenis yang perlu diwaspadai karena rentan akibatkan penyakit Parkinson.
Awas, Olahraga Ini Rentan Akibatkan Parkinson (Dean-Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Secara umum olahraga memang diketahui baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, Anda harus mewaspadai olahraga yang mengharuskan kontak fisik, misalnya tinju, rugbi, olahraga bela diri, atau sepak bola. Ini karena olahraga yang mengakibatkan kontak fisik tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit Parkinson.

Menurut dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, Parkinson adalah penyakit yang terjadi akibat kelainan sistem saraf progresif, yang menyebabkan gangguan gerakan tubuh. Gejala utama yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah tremor atau tubuh gemetar saat sedang diam.

Penyebab penyakit Parkinson adalah menurunnya produksi zat kimia yang disebut dopamin, akibat adanya kerusakan atau matinya sel-sel saraf yang bertugas memproduksi zat tersebut.

“Ketika kadar dopamin menurun, aktivitas otak menjadi abnormal sehingga menyebabkan gejala-gejala di atas. Meski belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik dan faktor lingkungan dicurigai memiliki pengaruh terhadap kejadian penyakit tersebut,” jelas dr. Dejandra.

Olahraga kontak fisik picu cedera otak

Sebelumnya, telah ada penelitian yang menyebutkan bahwa penggemar olahraga kontak fisik dilaporkan lebih berisiko terkena cedera otak. Kemudian, penelitian tersebut mengatakan bahwa cedera otak yang terjadi dapat mempercepat proses yang menyebabkan penyakit Alzheimer, yang merupakan jenis demensia paling umum. Tanda-tandanya adalah hilangnya memori, disorientasi, serta gangguan kemampuan untuk melakukan rutinitas sehari-hari.

Sejumlah penelitian lain yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa cedera kepala berulang yang didapat akibat partisipasi dalam olahraga kontak fisik berkaitan dengan ensefalopati traumatik kronis (chronic traumatic encephalopathy atau CTE), yang merupakan penyakit otak degeneratif yang dapat menyebabkan demensia.

Berdasarkan keterangan dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, CTE telah dikenal sejak tahun 1920-an sebagai bentuk degenerasi otak yang sering dikaitkan dengan olahraga tinju.

“Dulu CTE disebut sebagai ‘dementia pugilistica’, yang ditandai dengan kemerosotan fungsi otak drastis pada para petinju. CTE adalah gangguan kemerosotan fungsi otak pada orang-orang yang mengalami benturan kepala dan gegar otak berulang. Biasanya terjadi pada anggota militer, petinju, pegulat, atau orang dengan kegiatan kontak fisik rutin lainnya,” kata dr. Astrid menjelaskan.

Gejalanya sering tersembunyi dan membahayakan, yang diawali dengan menurunnya fokus, konsentrasi, dan daya ingat. Penderita juga biasanya sering kebingungan dan mengalami disorientasi, juga disusul oleh pusing dan sakit kepala berulang.

1 of 3

Olahraga kontak fisik dan Parkinson

Baru-baru ini, sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston di Amerika Serikat menemukan, mereka yang terlibat dalam olahraga yang penuh dengan kontak fisik juga lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi badan Lewy (atau Lewy body), yaitu jumlah abnormal protein yang terbentuk di dalam sel saraf. Banyak peneliti percaya bahwa badan Lewy memegang peran penting sebagai penyebab penyakit Parkinson.

Ada banyak zat yang ditemukan dalam badan Lewy, tetapi yang paling penting adalah alpha-synuclein. Hal ini merupakan fokus penting penyakit Parkinson. Tak hanya itu, ditemukan juga bahwa bentuk gumpalan badan Lewy tidak bisa dihancurkan.

Secara tradisional, para ilmuwan percaya bahwa gejala motorik seperti tremor, lambatnya gerakan, dan kesulitan berjalan dialami oleh beberapa atlet yang disebabkan oleh CTE. Akan tetapi, terlepas dari CTE, para peneliti berpendapat sebaliknya bahwa gejala-gejala tersebut sebenarnya adalah “produk sampingan” dari adanya badan Lewy.

Tim peneliti menarik kesimpulan setelah mempelajari 694 otak yang merupakan sumbangan dari Veteran's Affairs-Boston University-Concussion Legacy FoundationBrain Bank, Boston University Alzheimer's Disease Center, dan Framingham Heart Study.

"Kami menemukan bahwa jumlah waktu seorang individu terpapar dengan olahraga kontak fisik, termasuk sepak bola, hoki es, dan tinju, dikaitkan dengan pengembangan neokortikal dan penyakit badan Lewy. Pada gilirannya hal tersebut berkaitan dengan Parkinsonisme dan demensia," kata penulis studi Dr. Thor Stein, seperti dilansir di Medical News Today.

2 of 3

Risiko meningkat pada olahraga kontak fisik jangka panjang

Sebenarnya, dengan fakta bahwa mantan petinju dunia Muhammad Ali yang mengidap Parkinson, hasil penelitian tersebut seakan berhubungan. Dr. Thor dan rekan penelitinya menemukan bahwa jumlah total tahun yang dihabiskan seseorang bermain olahraga kontak fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan badan Lewy di korteks serebral.

Orang-orang yang berpartisipasi dalam olahraga jenis kontak fisik selama lebih dari 8 tahun memiliki risiko terbesar terkena penyakit badan Lewy, yakni enam kali lebih tinggi. Selain itu, orang-orang yang memiliki CTE dan penyakit badan Lewy memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dan Parkinson daripada mereka yang hanya memiliki CTE.

Temuan ini mungkin tidak mengejutkan. Seperti yang dicatat penulis, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jumlah total tahun yang dihabiskan seseorang yang melakukan olahraga kontak fisik dapat digunakan untuk memprediksi keparahan patologi terkait demensia dan CTE. Hanya saja, tim peneliti menyebut bahwa ini masih penelitian awal yang dibangun berdasarkan data yang disediakan oleh studi yang ada. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan.

"Studi di masa depan yang menggabungkan lebih banyak peserta dengan neokortikal (penyakit badan Lewy) dan bermain olahraga yang penuh dengan kontak fisik akan diperlukan untuk lebih akurat menentukan ambang batas terbaik dan risiko partisipasi olahraga kontak fisik," tulis para peneliti.

Meski membutuhkan penelitian lebih lanjut, penelitian di atas bisa sebagai pengingat bagi Anda penggemar atau penggiat olahraga kontak fisik atau atlet olahraga terkait untuk lebih berhati-hati. Selain bisa terjadi cedera kepala atau cedera fisik lainnya, ingat bahwa olahraga kontak fisik bisa mengakibatkan beberapa penyakit seperti Alzheimer, CTE, dan Parkinson.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓