5 Tips Memahami Gangguan Kecemasan yang Anda Alami

Oleh Ayu Maharani pada 09 Apr 2019, 15:20 WIB
Bukan untuk sekadar ditakuti, gangguan kecemasan dapat dipahami dan diatasi dengan cara berikut ini.
5 Tips Memahami Gangguan Kecemasan yang Anda Alami (pathdoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan kecemasan bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Cemas atau kecemasan biasanya berupa perasaan gelisah, khawatir atau takut. Menurut dr. Fiona Amelia, M.Ph dari KlikDokter, kecemasan dalam kadar tertentu dapat membantu seseorang untuk lebih waspada atau siap, misalnya rasa cemas sebelum ujian. Akan tetapi, kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Nah, sebelum gangguan kecemasan timbul dalam kadar yang parah, ada baiknya Anda memahami gangguan kecemasan Anda. Dilansir dari Healthline, ada lima cara yang bisa Anda lakukan.

1. Kembangkan kesadaran tubuh

Kecemasan memang berawal dari kepala. Tetapi, hal itu bukannya sama sekali tidak bisa dilihat melalui gejala fisik. Saat pikiran sudah mulai “kacau”, biasanya ada sejumlah perubahan fisik yang dapat Anda kenali, yakni pernapasan menjadi lebih cepat, mulai berkeringat, serta telapak tangan yang terasa tak tenang dan selalu bergerak.

Bahkan pada sebagian orang, penderita gangguan kecemasan juga mengalami sakit kepala, sakit perut, serta sakit punggung. Dengan memperhatikan apa yang muncul pada fisik saat Anda mulai mengalami cemas, Anda bisa membantu proses terapi menjadi lebih efektif.

2. Tarik napas panjang dan dalam

Saat rasa cemas menyerang dan mulai ada perubahan fisik, hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk menetralkan gejala adalah dengan menarik napas panjang dan dalam beberapa kali. Teknik pernapasan tersebut dapat memberikan efek tenang sehingga gejala yang timbul tidak akan terlalu buruk dan Anda tetap bisa melakukan tindakan yang rasional.

Rutin berlatih teknik napas panjang dan dalam juga bisa mengurangi frekuensi kekambuhan gangguan kecemasan. Dikutip dari Medical News Today, teknik pernapasan ini dapat menjadi “tombol jeda” untuk terhubung kembali dengan tubuh Anda kala cemas menyerang.

1 of 2

Selanjutnya

3. Jangan takut meminta bantuan

Anda harus menyadari bahwa gangguan kecemasan merupakan hal yang wajar terjadi. Bahkan, gangguan kecemasan adalah penyakit mental yang paling umum di Amerika Serikat. Jadi, jangan takut untuk meminta pertolongan tenaga profesional.

Untuk meningkatkan rasa percaya diri, terbukalah terhadap penyakit mental kepada orang terdekat andai kata gangguan kecemasan kambuh. Anda dapat juga meminta bantuan dokter dan psikolog jika rasa cemas Anda sudah dalam tingkat lanjut. Anda juga bisa tergabung dalam sebuah komunitas yang berfokus pada kesehatan mental agar bisa berbagi pengalaman dan bisa saling menguatkan.

4. Coba ubah beberapa perilaku

Terkadang, gangguan kecemasan bisa hadir karena perilaku Anda yang terlalu perfeksionis. Oleh sebab itu, cobalah belajar untuk mengikhlaskan sesuatu dan menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini. Dengan begitu, gangguan kecemasan bisa diminimalkan saat ada rencana yang tidak terlalu sesuai dengan keinginan Anda.

Bagi Anda yang terlalu sering menyendiri dan malas bergerak, melakukan olahraga atau hobi juga dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan. Coba lakukan kegiatan seperti memasak, menonton film, atau membuat kerajinan tangan agar Anda bisa melatih konsentrasi dan mengontrol pikiran dengan lebih baik.

5. Mengedukasi diri dengan informasi terkait gangguan kecemasan

Bila Anda sudah menyadari mengalami gangguan kecemasan, edukasi diri dengan informasi-informasi tepercaya terkait hal tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kekambuhan secara mandiri dan dapat dimanfaatkan untuk menolong orang lain. Dengan mengedukasi diri, biasanya Anda akan lebih semangat saat menjalani terapi dan bisa mengontrol pikiran lebih baik.

Bicara soal terapi untuk penderita gangguan kecemasan, menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter, terapi kognitif bisa diterapkan. Dalam terapi tersebut, seorang pakar atau terapis akan membantu si pasien untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan dirinya dalam menghadapi rasa cemas. Bila Anda menggabungkan antara cara di atas dan terapi kognitif yang rutin diikuti, kemungkinan besar Anda akan bisa melalui gangguan kecemasan dengan lebih baik.  

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓