Mata Merah, Akibat Alergi atau Faktor Lain?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 10 Apr 2019, 15:20 WIB
Biasanya, mata merah disebabkan oleh alergi. Hanya saja, ada faktor lain yang mesti Anda ketahui.
Mata Merah, Akibat Alergi atau Faktor Lain? (ViDi-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi saat mata merah tentu menjengkelkan, entah karena rasa perihnya atau karena tidak percaya diri saat dilihat orang ketika Anda beraktivitas. Mata merah sebenarnya istilah sederhana untuk menggambarkan peradangan konjungtiva.

Dalam dunia medis, mata merah dikenal sebagai konjungtivitis. Menurut Centers Disease Control and Prevention (CDC), konjungtiva adalah lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata untuk membantu menjaga kelembapan kelopak mata. Ketika konjungtiva teriritasi, mata merah dapat terjadi.

Konjungtivitas akibat alergi

Penyebab mata merah sangat beragam. Salah satu yang sering terjadi adalah akibat alergi. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, konjungtivitis alergi adalah peradangan pada daerah konjungtiva yang disebabkan karena alergi. Seperti alergi lainnya, mata merah jenis ini tidak menular.

"Gejala konjungtivitis di antaranya adalah gatal, mata berair, mata merah, bengkak pada konjungtiva, dan sekret (kotoran mata) yang berwarna putih serta lengket," kata dr. Sepri.

Mata merah karena alergi biasanya adalah respons tubuh atas alergen, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu. Tubuh Anda melepaskan histamin, zat kimia yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh, setiap kali Anda terpapar alergen. Dengan demikian, siklus seperti rasa gatal, rasa seperti mata akan robek, dan bengkak yang intens di kedua mata dimulai.

Mata merah karena virus

Penyebab mata merah tak melulu karena alergi, tapi karena masalah lainnya. Menurut American Academy of Ophthalmology, mata merah umumnya disebabkan oleh virus. Biasanya, penderita mata merah akibat virus disertai dengan keluarnya cairan dan sensasi terbakar di mata.

Peradangan biasanya dimulai pada satu mata dan berpotensi menyebar ke kedua mata dalam beberapa hari. Hal ini terjadi terutama jika Anda menggunakan tangan yang sama untuk mengucek mata yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi.

"Seseorang yang mengalami mata merah biasanya akan mulai pada satu mata dan menyebar ke dua mata," kata Wuqaas M. Munir, MD,  seorang associate profesor bidang oftalmologi dan ilmu visual di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Amerika Serikat seperti dikutip dari Reader's Digest.

Penyebab lain mata merah

Dijelaskan oleh dr. Sepriani walaupun penyebab mata merah paling sering adalah peradangan konjungtiva karena infeksi bakteri, virus, dan alergi, mata merah dapat juga disebabkan oleh peradangan pada iris, kornea, dan peningkatan tekanan bola mata akut.

Penyebab lainnya dapat berupa adanya benda asing, trauma, perdarahan di bawah konjungtiva, dan lain sebagainya. Beberapa gejalanya adalah kemerahan pada bagian putih mata, terasa gatal, rasa terbakar, dan peningkatan produksi air mata hanyalah beberapa gejala mata merah. Akan tetapi, gejala mata merah dapat berbeda, tergantung pada penyebabnya.

Selain itu, yang harus Anda ketahui adalah diagnosis mata merah tidak selalu menular. Hanya mata merah yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis menular.

Mata merah dapat disebabkan oleh banyak hal, dan tak melulu karena alergi. Jika karena alergi, mata merah bersifat tidak menular dan tidak terlalu membuat banyak masalah. Sebab, beberapa kasus mata merah bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika mata merah Anda karena virus atau bakteri, Anda harus segera mengatasinya. Itu karena mata merah bisa sangat mudah menular, baik ke mata lainnya atau orang lain.

[HNS/ RVS]