Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah GERD

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 11 Apr 2019, 07:45 WIB
Selain mengganggu aktivitas sehari- hari, GERD juga rentan tingkatkan risiko kanker. Tangani gangguan kesehatan ini sebelum semua terjadi.
Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah GERD (Anatomy Insider/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gastroesophageal refluks disease (GERD) merupakan gangguan asam lambung yang cukup sering dialami. Salah satu yang umum dirasakan sebagai gejalanya adalah adanya rasa terbakar di dada yang diiringi dengan ketidaknyamanan di ulu hati.

Walaupun sering terjadi dan kerap dianggap sepele, nyatanya GERD dapat berujung bahaya. Bahkan gangguan kesehatan yang satu ini dinilai dapat meningkatkan risiko kanker di kemudian hari. Untuk mencegah kondisi tersebut terjadi, Anda perlu mengenali gejala-gejala dari gangguan GERD.

Mengenal GERD dan gejalanya

Gastroesophageal refluks disease (GERD) sendiri sebenarnya terjadi karena adanya asam lambung yang mengalir balik ke esophagus atau kerongkongan, pipa penghubung antara mulut dan lambung. Dalam keadaan normal, hal ini tidak akan terjadi.

Di bagian atas lambung terdapat cincin atau sphingter yang mencegah asam lambung tetap berada di lambung dan tidak mengalir ke atas. Akan tetapi pada orang tertentu, cincin ini mengalami kerusakan atau kelemahan sehingga tidak mampu berfungsi dengan baik. Mereka yang mengalami obesitas dan wanita hamil adalah dua kelompok yang sangat berisiko mengalami gangguan penutupan cincin ini.

Adanya aliran balik asam lambung ke kerongkongan ini dapat menimbulkan berbagai gejala. Beragam gejala tersebut bisa mulai dari yang ringan hingga yang cukup berat dan mengganggu keseharian.

Salah satu gejala khas yang terjadi adalah munculnya sensasi terbakar di dada hingga ke leher yang umumnya dirasakan setelah makan. Selain gejala ini, penderitanya bisa juga mengalami kesulitan menelan, batuk kering, suara serak hingga adanya rasa pahit atau asam di mulut.

Walau penyebab utamanya ada pada gangguan cincin lambung, nyatanya tidak setiap hari penderita mengalami gangguan menyebalkan ini. Serangan GERD umumnya dipicu oleh berbagai kebiasaan dan pola makan sehari- hari yang terlihat sederhana dan biasa saja. Padahal faktanya kebiasaan tersebut justru berpotensi memicu timbulnya aliran balik asam lambung ini.

Jangan pandang sebelah mata, GERD berulang yang tidak tertangani dengan baik lama kelamaan akan mengikis lapisan terluar kerongkongan. Akibatnya dapat terbentuk barret esophagus, tahap awal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker esophagus. Menyeramkan bukan?

1 of 2

Pemicu serangan GERD

Untuk menghindari serangan GERD berulang, seorang penderita GERD wajib tahu apa saja yang berpotensi memicu timbul gejalanya. Terlambat makan adalah salah satu pemicunya.

Ketika waktu makan datang, lambung akan secara otomatis memproduksi asam lambung dalam jumlah tertentu dengan harapan sesaat lagi makanan akan masuk untuk kemudian diolah. Lalu apa yang terjadi bila kemudian tidak ada makanan yang masuk?

Ketika makanan tidak kunjung masuk dalam lambung sedangkan lambung, asam lambung ini dapat diproduksi berlebihan dan berpotensi mengalir balik ke kerongkongan.

Selain itu, kebiasaan terlambat makan, sering minum kopi, alkohol, coklat dan makanan berlemak adalah beberapa hal yang sebenarnya juga mampu memicu serangan GERD tiba- tiba.

Cara mencegah serangan GERD

Menghindari serangan GERD sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana. Biasakan makan dengan jadwal teratur dengan menu sehat dan bebas lemak. Hindari minuman beralkohol, soda dan jangan minum kopi secara berlebihan.

Selain itu, penderita GERD juga dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal sehingga terhindar dari obesitas. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga secara rutin, 4-5 kali dalam seminggu, dengan durasi setidaknya 30 menit dalam sekali aktivitas olahraga.

Bila perubahan pola makan dan gaya hidup tidak juga menolong, ada beragam jenis pengobatan yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah pemberian obat yang bekerja menekan produksi asam lambung. Biasanya obat ini dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum makan.

Selain obat penekan asam lambung, penderita GERD juga dapat diberikan obat yang berfungsi melancarkan pencernaan. Obat mana yang tepat dipilih dan efektif untuk meredakan GERD tentu harus didiskusikan langsung dengan dokter yang merawat.

Apabila obat tidak juga mampu membendung aliran balik asam lambung, opsi lain yang dapat dilakukan adalah tindakan operatif. Terapi ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki struktur cincin lambung agar kembali dapat berfungsi dengan baik.

Dengan mengenal benar GERD, mengenali beragam pemicunya serta cara pencegahannya, penderita GERD diharapkan dapat melindunginya dari gangguan kesehatan tesebut. Sebab GERD yang terabaikan justru akan memicu kondisi yang lebih serius seperti kanker. Jadi, jalankan pola hidup sehat setiap hari, dan konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gangguan kesehatan yang mengganggu keseharian Anda.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓