Kenali 4 Komplikasi Diabetes Ini

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 11 Apr 2019, 16:00 WIB
Penyanyi Mus Mulyadi meninggal setelah berjuang melawan diabetes yang dideritanya. Berikut 4 komplikasi diabetes yang perlu Anda tahu.
Kenali 4 Komplikasi Diabetes Ini (StockLite/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Penyanyi keroncong Mus Mulyadi meninggal dunia pada Kamis (11/4) setelah mengidap diabetes. Di akhir hidupnya, almarhum Mus Mulyadi sempat mengalami kebutaan akibat komplikasi diabetes.

Diabetes mellitus atau biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit kronis. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pengaturan gula darah dalam tubuh akibat berbagai hal seperti kurangnya produksi insulin oleh pankreas, kurangnya respon tubuh terhadap insulin dan adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin.

Diabetes bahkan sering kali muncul tanpa disadari oleh penderita. Karena itu, penting untuk mengenali penyakit ini dan jenis-jenisnya.

  • Diabetes Tipe 1

Diabetes mellitus tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah. Diabetes tipe ini biasanya akan diketahui gejalanya sejak usia balita/anak.

  • Diabetes Tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan tipe penyakit gula yang paling banyak terjadi, karena kejadiannya mencapai 90-95 persen dari semua kasus. Tidak seperti diabetes tipe 1, penderita tipe 2 tetap memproduksi insulin. Kondisi ini  lebih sering terjadi pada orang dewasa, karena itu sering disebut dengan adult-onset diabetes

Sebenarnya penyebab pasti dari diabetes tipe 2 ini tidak pasti, tetapi beberapa penelitian percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan turut berperan dalam penyebab penyakit ini. Kelebihan berat badan disertai kelebihan asupan makanan tinggi karbohidrat dianggap pemicu utama penyakit diabetes tipe 2 ini.

Diabetes secara luas diakui sebagai epidemi yang muncul dan memiliki dampak kumulatif pada hampir setiap negara, kelompok umur, dan ekonomi di seluruh dunia. Menurut Federasi Diabetes Internasional, pada 2015, sekitar 415 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia, dan jumlah ini diperkirakan akan melebihi 640 juta pada tahun 2040.

Diperkirakan setengah dari pasien diabetes tidak menyadari penyakit mereka. Akibatnya, mereka menjadi lebih rentan terhadap komplikasi diabetes. Pada tahun 2015, sekitar 5 juta kematian disebabkan oleh diabetes dan komplikasinya yang bisa menyebar ke seluruh tubuh.

1 of 2

Komplikasi diabetes yang perlu Anda tahu

Komplikasi diabetes umumnya terjadi pada pasien diabetes tipe 1 atau tipe 2. Kondisi tersebut sangat memengaruhi tingkat kematian pada penyakit ini. Komplikasi kronis diabetes secara luas dibagi menjadi mikrovaskuler dan makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular meliputi kelainan syaraf, kelainan ginjal dan kelainan pembuluh darah pada mata. Sedangkan komplikasi makrovaskular terdiri dari penyakit jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer (PAD).

Sedangkan sindrom kaki diabetik telah didefinisikan sebagai adanya ulkus atau luka pada kaki penderita diabetes yang merupakan gabungan dari komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular.

Beberapa komplikasi jangka panjang pada penyakit diabetes mellitus yaitu:

  • Gangguan pada mata (retinopati diabetik)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina. Kondisi ini disebut retinopati diabetik, yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak karena diabetes juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan, seperti katarak dan glaukoma.

Deteksi dini dan pengobatan retinopati secepatnya dapat mencegah atau menunda kebutaan. Penderita diabetes dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik)

Komplikasi diabetes mellitus yang menyebabkan gangguan pada ginjal, disebut nefropati diabetik. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal ginjal, bahkan bisa berujung kematian jika tidak ditangani dengan baik. Saat terjadi gagal ginjal, penderita harus melakukan cuci darahrutin ataupun transplantasi ginjal.

  • Penyakit jantung (kardiovaskular)

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah di seluruh tubuh termasuk pada jantung. Komplikasi diabetes mellitus yang menyerang jantung dan pembuluh darah meliputi penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

Mengontrol kadar gula darah dan faktor risiko lainnya dapat mencegah dan menunda komplikasi pada penyakit kardiovaskular.

  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)

Tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf di tubuh, terutama kaki. Kondisi yang biasa disebut neuropati diabetik ini terjadi ketika saraf mengalami kerusakan, baik secara langsung akibat tingginya gula darah, maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf. Rusaknya saraf akan menyebabkan gangguan sensorik, yang gejalanya berupa kesemutan, mati rasa, atau nyeri.

Diabetes dikatakan sebagai silent killer dan “ibu” dari berbagai macam penyakit. Penyakit ini kerap kali tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal. Namun pada tahap lanjut, penderita diabetes akan mengalami berbagai kerusakan organ lain pada tubuh, jika tidak dikelola dengan baik.

Tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dari waktu ke waktu akan meningkatkan risiko komplikasi diabetes, yaitu kerusakan serius pada seluruh organ tubuh. Meninggalnya penyanyi senior Mus Mulyadi setelah mengalami diabetes perlu menjadi perenungan tentang arti penting kesehatan. Oleh karenanya,  jaga pola hidup sehat Anda, agar terhindar dari penyakit diabetes ataupun komplikasinya.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓