Hari Parkinson Sedunia: Mari Bersatu Lawan Penyakit Ini

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 11 Apr 2019, 15:40 WIB
Lewat Hari Parkinson Sedunia, mari bersatu lawan Parkinson dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan penyakit ini!
Hari Parkinson Sedunia: Mari Bersatu Lawan Penyakit Ini (REDPIXEL.PL/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tiap tahunnya, tanggal 11 April diperingati sebagai World Parkinson’s Day atau Hari Parkinson Sedunia. Masyarakat global pun bersatu untuk melawan penyakit ini. Momen ini tentunya (semakin) dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan salah satu penyakit degeneratif ini. Ingin turut serta? Anda bisa mengenali lebih dalam mengenai apa itu penyakit Parkinson, cara mencegah dan mengatasinya, atau fakta-fakta medis lainnya.

(Kembali) berkenalan dengan penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson ditandai dengan adanya kelainan sistem persarafan yang bersifat progresif dan memengaruhi pergerakan tubuh. Umumnya, penyakit Parkinson timbul secara bertahap, yang diawali dengan tremor atau gemetar pada satu tangan, dan kemudian berkembang menjadi kekakuan pada anggota gerak tubuh atau kelambatan pada saat bergerak. Pada tahap awal dari penyakit ini, wajah umumnya dapat menunjukkan ekspresi yang sangat terbatas dan lengan dapat tidak mengayun saat berjalan.

Tanda dan gejala dari penyakit Parkinson dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Namun, beberapa tanda dan gejala yang umum timbul antara lain:

  • Tremor atau gemetar, dapat terjadi di tangan maupun bagian tubuh lainnya.
  • Pergerakan lambat, kemampuan bergerak penderita akan menurun dan langkah menjadi lebih pendek.
  • Kekakuan pada otot. Kondisi ini juga dapat membatasi pergerakan dan menimbulkan rasa nyeri.
  • Gangguan pada postur dan keseimbangan.
  • Kehilangan kemampuan untuk melakukan gerakan yang biasanya otomatis, seperti mengayun tangan pada saat berjalan.
  • Perubahan pola wicara. Tutur kata penderita biasanya menjadi lebih halus, cepat, tidak jelas, atau terkesan ragu-ragu.
  • Perubahan pola tulisan tangan. Umumnya, tulisan menjadi tampak lebih kecil.

Penyebab terjadinya penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor diduga berperan, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.

Diagnosis penyakit Parkinson adalah lewat wawancara medis, pemeriksaan fisis secara langsung, serta pemeriksaan penunjang seperti laboratorium atau pencitraan jika diperlukan.

Hingga detik ini, Parkinson merupakan penyakit yang belum ditemukan obat penyembuhnya. Terapi obat yang biasa dianjurkan kepada pasien hanya mampu menekan gejala Parkinson. Pada sebagian kasus penyakit Parkinson, terapi fisik yang bertujuan untuk membantu keseimbangan dan peregangan otot serta terapi wicara dan bahasa juga diketahui dapat bermanfaat.

Apa yang berbeda dari Hari Parkinson Sedunia 2019?

Tahun ini, tema yang diangkat untuk Hari Parkinson Sedunia adalah #UNITED, yang berarti ajakan untuk bersatu melawan penyakit Parkinson. Kampanye ini merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mempersatukan para pejuang Parkinson dari berbagai belahan dunia. Bersama-sama, mereka ingin mengubah kesalahan pendapat terkait hal-hal seputar penyakit ini, serta menggarisbawahi masalah yang berhubungan dengan representasi individu dengan Parkinson yang tidak tepat.

Kampanye ini melibatkan pembuat kebijakan, peneliti, pemberi layanan kesehatan, dan berbagai individu lainnya dari profesi kesehatan lainnya. Beberapa metode yang umum dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan Parkinson adalah dengan melakukan seminar atau workshop untuk awam dan tenaga kesehatan, penggunaan media sosial, serta menyebarkan informasi yang berisi mengenai penyakit tersebut, tanda dan gejalanya, cara penanganan, serta membangun komunitas secara global.

Penyakit Parkinson dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang ras, jenis kelamin, atau status sosial. Karenanya, setiap orang perlu waspada. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita Parkinson, Hari Parkinson Sedunia bisa Anda manfaatkan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pengetahuan dan dukungan keluarga berperan sangat krusial dalam pengobatan pasien. Ayo lebih peduli terhadap Parkinson, dan mari bersatu melawan penyakit ini!

(RN/ RVS)