Daftar Makanan yang Efeknya Buruk pada Gigi

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 12 Apr 2019, 11:00 WIB
Ada beberapa makanan dan minuman yang efeknya buruk dan bisa menimbulkan plak, sehingga pada akhirnya merusak gigi.
Daftar Makanan yang Efeknya Buruk pada Gigi (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menyikat gigi dua kali sehari, penggunaan obat kumur, serta membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) adalah beberapa cara untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Namun, itu saja tak cukup. Anda juga harus menjaga pola makan sehari-hari. Pasalnya, ada beberapa makanan yang efeknya buruk pada gigi.

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi memegang peranan penting bagi kesehatan gigi dan mulut. Misalnya, makanan dan minuman yang mengandung gula bisa menyebabkan bakteri melepaskan asam, yang pada akhirnya dapat menyerang lapisan enamel gigi. Ketika lapisan ini rusak, lubang akan terbentuk pada gigi.

Kondisi di atas bisa terjadi akibat banyaknya makanan dan minuman yang dapat menyebabkan terbentuknya plak, sehingga bisa merusak kesehatan gigi. Plak adalah lapisan film lengket yang berisi bakteri dan berkontribusi terhadap kerusakan gigi dan timbulnya penyakit gusi.

Makanan dan minuman perusak gigi

Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang bisa sebabkan kerusakan pada gigi.

  1. Es batu

Konsumsi minuman dingin dengan es batu memang menyegarkan, apalagi jika diminum saat cuaca sedang panas dan terik. Namun, tak sedikit orang juga mengunyah es batu tersebut. Meskipun kandungan di dalamnya hanya air, tetapi mengunyah benda keras bisa merusak enamel gigi, sehingga bisa menyebabkan gigi retak atau patah. Jika hal ini terjadi, gigi kan menjadi lebih mudah terasa sensitif.

  1. Keripik kentang

Siapa yang tidak doyan keripik kentang yang renyah dan gurih. Namun, ternyata keripik kentang mengandung pati, yang dapat berubah menjadi gula bila terjebak pada sela-sela gigi. Jika gula tersebut sudah terjebak di sela-sela gigi, maka itu akan menjadi makanan bakteri yang tinggal di dalam plak.

  1. Buah kering

Buah kering alias dried fruit memang bisa menjadi camilan yang sehat. Namun, beberapa buah seperti aprikot, prem, dan kismis memiliki tekstur yang lengket. Oleh karena itu, makanan tersebut bisa dengan mudah tersangkut dan terjebak di sela-sela gigi, yang akhirnya meninggalkan timbunan gula. Jika buah kering seperti itu adalah makanan favorit Anda, batasilah konsumsinya dan pastikan untuk berkumur dengan air setelahnya. 

  1. Jeruk

Buah jeruk (VAlekStudio/Shutterstock)
Buah jeruk (VAlekStudio/Shutterstock)

Ya, kandungan vitamin C yang kaya dalam buah jeruk memang membawa banyak kebaikan untuk kesehatan tubuh. Namun, kandungan asam di dalamnya bisa mengikis lapisan enamel pada gigi, sehingga gigi rentan mengalami kerusakan.

  1. Soda

Minuman bersoda merupakan minuman yang dapat merusak kesehatan gigi. Kandungan gula, asam, dan karbonasi yang ada di dalamnya dapat mempercepat pertumbuhan bakteri perusak gigi. Selain itu, kandungan tersebut juga dapat mempercepat terjadinya proses pengikisian lapisan enamel si lapisan pelindung gigi.

  1. Roti

Ketika Anda mengunyah roti, air liur akan memecah pati menjadi gula. Zat yang berubah menjadi seperti pasta tersebut akan menempel pada celah di antara gigi, dan ini bisa menyebabkan gigi berlubang. Jika Anda penyuka roti, pilihlah roti yang terbuat dari gandum utuh, bukan tepung olahan. Jenis roti tersebut mengandung lebih sedikit gula dan tak mudah dipecah.

  1. Minuman beralkohol

Selain tak baik untuk kesehatan tubuh, minuman beralkohol juga tak baik untuk gigi. Mengonsumsi jenis minuman ini bisa mengurangi produksi saliva atau air liur, yang diperlukan untuk tetap menjaga kesehatan gigi. Saliva mencegah makanan menempel di gigi sekaligus menyapu partikel makanan. Saliva bahkan dapat membantu memperbaiki tanda awal kerusakan gigi, penyakit gusi, dan infeksi oral lainnya. Agar mulut tetap terhidrasi dengan baik, minumlah banyak air dan gunakan cairan pembersih mulut yang mengandung fluoride.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang memiliki efek buruk pada kesehatan gigi dan mulut. Jika kebiasaan konsumsinya sulit untuk dihentikan, batasi jumlah konsumsinya. Dan yang terpenting, pastikan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut serta rutin kontrol ke dokter gigi minimal enam bulan sekali.

(RN/ RVS)